Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Vera hamil


__ADS_3

"Nggak enak ya sayang bercinta di sini," kata Leo yang membuat Rara menatapnya


"Maksudnya?" tanya Rara


"Kita nggak bisa berekspresi sesuai keinginan kita," jawab Leo sambil terkekeh


"Maksudnya nggak bisa m*e*n*d**h dengan keras gitu maksudnya," terka Rara


"Iya sayang, nggak enak kan," sahut Leo


"Enak aja, menikmati dalam diam," kekeh Rara


Leo hanya menatap kesal istrinya, karena malas keluar kamar untuk membersihkan diri Leo menggunakan tisu basah, begitu pula dengan Rara.


Setelah membersihkan diri masing-masing, Leo dan Rara mau menuju tempat tidur untuk merangkai mimpi mereka.


********


Pagi ini Vera merasa mual, kepalnya pun pusing sekali. Beberapa kali dia keluar masuk kamar mandi untuk memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.


"Apa aku hamil ya," gumam Vera


Karena isi perutnya keluar semua Vera pun lapar, dia keluar kamar untuk mencari makanan di dapur.


Dia memakan beberapa tangkap roti dengan selai kacang dan juga coklat.


Renata yang baru keluar dari kamar pun heran melihat Vera makan banyak roti.

__ADS_1


"Kamu lapar apa kelaparan Vera, makan satu pack roti," kata Renata yang membuat Vera kaget


"Maaf Renata aku menghabiskan roti kamu, aku sangat lapar sekali karena dari tadi aku muntah-muntah" sahut Vera


Renata membolakan matanya,


"Jangan-jangan kamu hamil Vera," terka Renata


"Entahlah Renata, aku juga belum tau kalau tidak tes dulu atau periksa ke dokter," timpal Vera


Renata bergegas berlari masuk ke kamarnya, dia segera membangunkan Edward,


"Mas bangun mas," kata Renata sambil menggoyang goyang bahu Edward


Edward yang masih malas malah menutup wajahnya dengan bantal supaya Renata tidak mengganggunya


Dengan mengucek matanya Edward bertanya pada Renata


"Ada apa sih sayang? kamu ini mengganggu mimpiku saja padahal lagi mimpi indah," gerutu Edward


"Kita akan segera punya anak mas, Vera hamil," ungkap Renata


"Benarkah?" tanya Edward kaget


"Iya mas," sahut Renata


Edward dan Renata akan memeriksakan Vera ke rumah sakit pagi ini. Mereka tidak sabar mengetahui kebenarannya apakah Vera hamil atau tidak

__ADS_1


Sambil menunggu Edward mandi, Renata meminta Vera untuk bersiap juga.


"Kamu bersiap ya Vera karena habis ini kita akan ke rumah sakit, memeriksakan dirimu apa benar kamu hamil atau tidak," suruh Renata


Setalah sarapan mereka bertiga, menuju rumah sakit untuk memeriksakan Vera.


Tak selang lama meraka sampai di rumah sakit Vera, Renata dan Edward masuk dalam ruangan dokter kandungan.


Dokter kandungan meminta Vera untuk berbaring lalu dia menaikkan baju Vera dan mengoleskan gel pada perut Vera.


Nampak terlihat titik kecil di layar yang menunjukkan kalau Vera memang hamil,


"Lihatlah ada titik kecil, itu yang nantinya akan berkembang menjadi janin. Usianya sekitar delapan minggu," kata dokter lalu mengakhiri aktivitasnya.


Renata pun memeluk Edward, kita akan mempunyai anak," kata Renata dengan girang


Sedangkan Vera nampak senang pula meski tak sebahagia Renata dan Edward.


Dokter sempat bingung , yang hamil adalah wanita satunya kenapa yang satunya girang sekali.


"Suami nyonya mana?" tanya dokter pada Vera


Edward menyahut "Saya suaminya,"


Dokter semakin bingung,


"Apa jangan-jangan mereka ini istri-istrinya," batin dokter.

__ADS_1


Seusai memberikan resep, mereka bertiga pamit keluar dari ruangan.


__ADS_2