
Ray membawa tubuh Angel dalam pelukannya seraya berkata
"Maafkan aku yang tidak peka, kamu kan tau sayang kalau aku adalah seorang pimpinan perusahaan pasti setiap hari bertemu banyak wanita baik rekan kerja ataupun bawahanku, jadi aku mohon mengertilah posisiku,"
Angel melepas pelukan Ray lalu menatap Ray dengan pandangan yang tak biasa
"Apa kamu juga lupa kalau aku juga seorang CEO, tapi aku masih bisa menjaga jarak dengan mereka, baik rekan kerja maupun bawahan ku," sahut Angel yang membuat Ray sedikit tersentak
"Jika kamu membawa masuk seorang wanita ke rumah kamu dan hanya berdua, gosip yang beredar kamu tu ada apa-apa dengannya, tapi entahlah mas aku bingung mendefinisikan cinta menurut kamu tu seperti apa," imbuh Angel pasrah
Bagi Ray selama tidak ada perasaan apa-apa sah-sah saja,
keluar, bercanda maupun ngobrol bersama bahkan peluk itu hal yang biasa. Dia tidak tau kalau Angel tidak terima akan hal itu.
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Ray
"Kamu lebih tau apa yang harus kamu lakukan, ingat kita itu hidup di Indonesia negara yang memiliki adat, norma dan kepercayaan bukan negara barat yang kebanyakan adalah penganut ateisme yang meraka hidup sesuka hati mereka tanpa menghawatirkan norma yang berlaku, dan dosa" jawab Angel panjang kali lebar
"Kalau setelah menikah kamu bersikap seperti itu ya bubrah mas, beda lagi kalau kamu menikah dengan bule," imbuh Angel
(bubrah: rusak/hancur)
Ray frustasi dengan mengusap rambutnya kasar,
"Baiklah beri aku kesempatan, aku akan memperbaiki segalanya," pinta Ray
Angel yang tidak punya pilihan lain hanya mengangguk,
"Terima kasih," ucap Ray
Ray pun memeluk calon istrinya.
Kali ini Angel percaya dan memberi kesempatan pada Ray
**********
Keesokan harinya, Ray berangkat ke kantor sedangkan Angel di rumah dengan memantau perusahaannya,
Art Ray sudah menyiapkan makanan tapi Angel ingin makan di laur,
"Apa aku ke kantor mas Ray ya, sekalian ngajak dia makan siang, tapi kalau aku ganggu bagaimana," Angel bermonolog dengan dirinya sendiri
Akhirnya Angel memutuskan untuk makan sendiri di sebuah restoran yang tak jauh dari rumah Ray. Pemandangan indah saat dia masuk restoran adalah melihat calon suaminya makan bersama wanita, meskipun duduk berseberangan tapi mereka bercanda bersama.
Angel menghela nafas, dia tidak tau lagi cara mengimbangi Ray yang seorang Casanova atau playboy kelas kakap.
Tiba-tiba Angel memiliki ide untuk menyadarkan Ray, tak jauh dari tempatnya ada pramusaji yang melayani pelanggan. Angel pun mendekati pelayan tersebut
"Kamu mau menolongku?" tanya Angel
"Apa nona?" pelayan tersebut mengajukan pertanyaan balik.
__ADS_1
"Makan bersamaku," jawab Angel
Pelayan tersebut bingung, dia merasa gagal paham akan kata-kata Angel
"Sudah aku pesan menu terbaik tempat ini antar di mejaku, pura-pura lah jadi temanku dan kita makan bersama, ok.
Oh ya namaku Angel kalau nama kamu?" Angel memberikan penjelasan
"Saya Erick," jawab pelayan tersebut
Pelayan tersebut masuk, dia menurut saja dengan Angel
Angel duduk di belakang Ray, dengan menutupi wajahnya dengan masker
Nampak Ray bercanda gurau dengan teman wanitanya. Sungguh hati Angel sangat sakit namun dia tidak mau mempermalukan dirinya atau Ray di tempat umum untuk itu dia bermain cantik supaya Ray sadar namun jika Ray tidak sadar juga Angel menyerah dan berniat pergi dari Ray bahkan dia akan ke luar negeri untuk memulai hidup baru.
Pelayan sudah datang membawa makanan,
"Lo bukannya kamu Erick?" tanya Angel dengan mengeraskan suaranya supaya Ray mendengarnya
"Iya, kamu Angel kan?" tanya pelayan tersebut.
"Iya, lama nggak ketemu ya," sahut Erick
Ray yang mendengar suara Angel menoleh dia sungguh terkejut Angel makan siang lelaki.
Angel nampak tertawa dengan riang, entah mengapa Ray nampak sakit dengan pemandangan yang dilihatnya.
Angel sesekali melirik ke arah Ray, terlihat Ray sangat kesal. Karena tidak bisa menahan kesalnya Ray menarik kerah baju pelayan tersebut
"Siapa tau kalau dia calon istrimu," sahut pelayan yang bernama Erick tersebut
"Jangan banyak alasan," timpal Ray dengan marah
Pelayan tersebut melepas tangan Ray lalu pamit untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
Rahang Ray mengeras, dia menatap Angel. Angel beranjak dan mendekati wanita yang tadi bercanda dengan Ray
"Hey nona siapa yang menyuruhmu mendekati calon suamiku," kata Angel mengikuti kata Ray tadi
"Siapa tau kalau dia calon suami kamu," sahut wanita yang bersama Ray
"Jangan banyak alasan," timpal Angel
Ray merasa Angel sengaja melakukan itu semua,
Dengan menahan rasa sakit Angel mendekati Ray,
"Kesal kan kalau milik kita berdekatan dengan lawan jenis?" tanya Angel
Ray terdiam, dia seperti dihantam batu besar bahkan untuk bicara pun dia tak sanggup. Hanya netra nya yang menatap Angel dengan sendu.
__ADS_1
"Kalau ingin menjelaskan aku tunggu di rumah tapi kalau tidak, mulai detik ini aku akan pergi dari hidupmu," kata Angel lalu pergi
Ray mengusap rambutnya kasar, dia kini menyesal karena menyakiti wanitanya.
Angel mendatangi pelayan tersebut dan memberi beberapa uang warna merah padanya.
Angel sangat berterima kasih karena telah menolongnya.
Ray segera menyusul Angel,
"Angel kita pulang bersama," ajak Ray
"Aku bawa mobil sendiri," sahut Angel
"Nanti biar orang ku yang membawa mobilmu," ucap Ray
"Nggak perlu." Angel menolak
"Kalau begitu aku yang ikut denganmu," timpal Ray
Angel tak menjawab , dia membuka mobilnya dan masuk begitu pula dengan Ray yang ikut masuk.
"Sayang maafkan aku," kata Ray
"Jika maaf perlu untuk apa ada polisi," sahut Angel
"Aku harus bagaimana?" tanya Ray frustasi
"Diam, dan jangan ganggu konsentrasi ku," jawab Angel
Akhirnya Ray terdiam , Angel juga memfokuskan tatapannya ke depan.
Setelah sampai di rumah, Angel masuk dulu tanpa menunggu Ray. Dia duduk di sofa, sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
Ray masuk dengan langkah pelan, lalu dia duduk samping Angel yang terlihat marah padanya.
"Sayang aku tau aku salah aku minta maaf padamu," kata Ray dengan menyesal
"Sekarang minta maaf, besok berulah lagi," sahut Angel tanpa menatap Ray
"Aku sadar kini sayang, tak seharusnya aku dekat-dekat wanita lain," ungkap Ray
Ray pun duduk di bawah Angel, dia meletakkan kepalanya di paha Angel,
"Maafkan aku sayang, please jangan pergi," bujuk Ray
Angel menghela nafas, dia bingung antara terus atau pergi dari sisi Ray yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Angel yang bingung pergi dari hadapan Ray
"Beri aku waktu berfikir mas," pinta Angel lalu berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Aaarrrggg
"Kenapa jadi begini, sumpah sayang di hatiku hanya ada dirimu kini, aku paham dan sadar kini jika kamu marah saat aku dekat dengan wanita lain," gumam Ray