
"Anda biasa makan di restoran mana nona?" tanya. Ray
Angel memutar bola matanya menatap Ray lalu menenteng makanan yang dibawanya.
Ray tersenyum, "jadi kita cari tempat saja untuk memainkan makanan yang kamu bawa," ucap Ray dengan menatap Angel
"Ya seperti itulah pak Ray, daripada kita pergi ke restoran kan makanan ini jadi mubazir," sahut Angel
Ray menyetir dengan sesekali menatap ke samping, ada nilai plus sendiri untuk Angel karena Angel paham arti kata mubazir yang jarang orang kelas atas pikirkan.
Ray mengajak Angel di sebuah taman terdekat, dia mencair bangku untuk memakan makanan yang dibawa Angel.
"Di sini saja pak Ray, aku keburu lapar," ucap Angel lalu duduk tanpa menunggu Ray.
Ray menoleh lalu ikut duduk Angel,
"OMG, kita makan tapi nggak ada minumnya," kata Angel yang membuat Ray tersenyum
Bola mata Angel memutar, mencari apakah sekitar taman ada yang jual minuman.
"Tunggu sini, biar aku yang nyari minum." Ray melenggang pergi mencari minimarket untuk mencari minum.
Tak selang lama dia kembali dengan membawa beberapa botol minuman.
Ray meletakkan botol minuman di dekat Angel
"OMG tidak ada sendok nya, bagaimana kita makannya ini pak Ray," ucap Angel lagi
Ray menggelengkan kepala, "Mau makan saja dari tadi ribet sekali," batin Ray namun dia masih bisa tersenyum meski hatinya kesal dengan Angel
Dia membuka botol minuman lalu mencuci tangannya,
"Terpaksa dengan tangan, nona" sahut Ray lalu dia memakan makanan yang dibawa Angel
Angel memandangi Ray yang sedang makan, sesekali dia tersenyum "Cukup tampan dan apa adanya," batin Angel
Lalu Angel menggelengkan kepala "Ah bicara apa aku ini." Angel bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati.
Ray menoleh, Angel masih belum memakan makanannya.
"Kamu tidak makan?" tanya Ray
"Saya nggak bisa makan dengan tangan, lihatlah kuku saya panjang-panjang," jawab Angel sambil mengangkat tangannya.
Ray tertawa, bagaimana bisa dia memakan makanannya sendiri sedangkan temannya tidak makan.
Ray menyodorkan tangannya yang berisi makanan pada Angel, awalnya Angel menolah namun Ray memaksanya, dia bilang kalau nggak mau ambil resiko jika Angel pingsan karena tidak makan.
Ray menyuapi Angel gantian dengan menyuapi dirinya sendiri.
Dalam sekejap dua kotak nasi habis ludes.
"Sumpah pak Ray, makanan yang jadi enak sekali," kata Angel
Ray tertawa, ada-ada saja batinnya.
__ADS_1
Ditengah riang tawa Angel, Ray bertanya satu hal padanya
"Sebelumnya boleh aku tanya sesuatu?" tanya Ray
"Boleh, silahkan," jawab Angel
"Ku perhatikan kamu care sekali terhadap Leo, apa kamu menyukainya?" tanya Ray
Angel terdiam, wajah yang sumringah berubah menjadi mendung.
"Sebenarnya aku menyukai Leo dari dulu, tapi percayalah pak Ray, aku tidak ingin merusak rumah tangganya karena bagiku bertemu Leo dan tau keadaanya sudah cukup bagiku," jawab Angel
"Bodoh, come on rasional lah sedikit, untuk apa kamu mencintai orang yang sudah beristri daripada sia-sia mending sama aku saja,' sahut Ray
Angel terdiam, kata-kata Ray memang benar adanya. Cinta harus logis, untuk apa berharap jodoh orang.
Ray dan Angel mengobrol kesana kemari, hingga mereka lupa waktu.
Obrolan mereka berhenti ketika ada suara dering ponsel Ray.
Ray ijin sebentar mengangkat telepon, setelah selesai dia mengajak Angel untuk kembali.
"Aku kita balik," ajak Ray
"Ayok pak Ray, sahut Angel
Ray dan Angel kembali ke kantor Leo karena mobil Angel masih di sana.
Dari sinilah kedekatan Ray dan Angel di mulai.
Saat di sana Ray yang sejatinya adalah seorang playboy tentu dikerumuni banyak wanita. Hal ini membuat Angel sedikit kesal pasalnya Ray mengabaikannya dan sibuk dengan para wanita.
"Apa-apaan dia, mengajak aku kesini dan sekarang mengabaikan aku," umpat Angel lalu pergi mengambil minum.
Kesal dengan Ray membuatnya minum banyak sehingga membuatnya mabuk.
Di sisi lain Ray yang baru sadar langsung mencari keberadaan Angel. Bola matanya terus mencari keberadaan Angel hingga pandangannya jatuh di sebuah meja yang menyajikan minuman beralkohol.
Ray mendekat lalu dia menarik Angel,
"Kamu minum?" tanya Ray
"Kalau iya kenapa? masalah? memangnya siapa dirimu sehingga mengabaikan aku dengan wanita-wanita gatal itu," jawab Angel dengan melempar pertanyaan pada Ray
Ray tidak menggubris perkataan Angel, dia menyeret Angel keluar
"Lepaskan aku Ray, apa hak mu membawaku pergi dari sana!" teriak Angel
Karena tidak di gubris oleh Ray, Angel menggigit tangan Ray
Auwwww
"Apa-apaan kamu Angel!" maki Ray
"Mangkanya jangan menarik aku," sahut Angel
__ADS_1
Tiba-tiba saja Angel muntah dan mengenai Ray
Huek huek
Ray membulatkan matanya, dia sungguh kesal dengan Angel yang mengotori blazer yang ia kenakan dengan muntahnya.
Seketika Ray membuang blazer nya.
"Brengsek kau Angel!" seru Ray
Karena tidak tau rumah Angel, Ray pun membawa Angel ke hotel supaya dia bisa istirahat.
Ray membopong Angel masuk ke kamar, saat menidurkan Angel tangan Ray malah ditarik
"Jangan pergi Ray," ucap Angel lirih dengan mata terpejam
Ray melengkungkan senyuman
Saat sedang menatap wajah wanita di depannya , tiba-tiba tangannya ditarik hingga kini tubuhnya di atas tubuh Angel.
Ray yang sudah tidak bisa menahan nafsunya langsung saja mencium bibir Angel, Ray menyusuri leher Angel hingga Angel mendesah.
Ray yang sudah terbawa ***** tidak bisa mengerem hasratnya.
Dia yang dalam kungkungan setan, melucuti bajunya dan juga baju Angel.
Matanya membola melihat tubuh seksi Angel, apalagi saat tangannya menyentuh buah dada Angel, Ray pun bergumam "Padat sekali,"
Sentuhan serta permainan Ray membuat Angel yang di bawah minuman keras mengerang dengan keras.
Ray mulai masuk dalam goa Angel namun dia mengalami hambatan karena sudah sekali berbeda saat berhubungan dengan para wanita sebelumnya yang masuk tanpa ada hambatan, saat dia sudah menerobos masuk, Angel menjerit kesakitan.
"Sakit," kata Angel lirih
Ray menatap wajah Angel yang kesakitan,
"Maafkan aku, ternyata kamu masih virgin Angel," gumam Ray
Ray melanjutkan aksinya, lagipula udah masuk tanggung kalau di cabut.
Ray dan Angel sama-sama menikmati olahraga panas mereka, meskipun Angel tidak sadar kalau dia telah dikerjai Ray.
Ray yang terlalu nikmat dengan goa Angel hingga lupa kalau dia tidak memakai pengaman dan melepaskan laharnya dalam pangkal paha Angel.
"Sial aku lupa, kenapa aku mengeluarkannya di dalam," kata Ray
Karena lelah dia ikut tidur di samping Angel yang sudah terlelap terlebih dahulu.
Saat tidur bersama tanpa sengaja Angel memeluk Ray yang tidur di sebelahnya.
Keesokan harinya saat Angel bagun dia melihat tubuh polosnya dan tubuh polos Ray
"Tidaaaaaakkkkk"
Teriak Angel dengan menangis,
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Ray?" tanya nya dalam tangis