Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Menjelang pernikahan


__ADS_3

(Dua episode terakhir)


Hari terus berlalu hingga pernikahan Ray dan Angel semakin dekat.


Semua ikut menyiapkan pernikahan Ray dan Angel termasuk Leo dan Rara.


"Kita ngasih kado apa mas?" tanya Rara


"Nanti kita belikan seperangkat baju untuk malam pertama dan juga perlengkapan mandi, pasti mereka butuh tu," jawab Leo sambil terkekeh


Rara hanya menggelengkan kepala, orang serius jawabnya bercanda.


Karena tiga hari lagi adalah acara pernikahannya kini Angel dan Ray dipingit oleh kedua orang tua mereka.


Leo yang baru pulang melihat Ray termenung sendiri di taman,


"Kenapa tu mantan Casanova," batin Leo lalu berjalan menghampiri Ray.


Dor


"Eh copot copot" ucap Ray kaget


Leo tertawa terbahak-bahak melihat kakaknya kaget sampai latah.


"Brengsek kamu Le, ganggu orang melamun saja," umpat Ray kesal dengan Leo.


"Lagian malam-malam kok semedi di sini, kalau digondol Wewe gimana," kata Leo lalu ikut duduk samping kakaknya


Ray melemparkan tatapan elangnya ke arah Leo, "Bagus dong nanti tinggal aku paku kepalanya dan aku jadikan istri kedua biar aku semakin kaya," sahut Ray


Leo tertawa terbahak-bahak, "Kalau kamu jadikan istri kedua wewe nya pikir-pikir kak," timpal Leo


Ray dan Leo tertawa keras, hingga Rara yang tak sengaja turun kebawah sayup-sayup mendengar candaan mereka.


Rara berjalan ke depan, melihat Ray dan Leo di taman dia ikut menyusul.


"Kak Ray, mas Leo," panggil Rara


Leo dan Ray menoleh dan tersenyum


"Iya Ra," sahut Ray


"Iya sayang," sahut Leo


"Ngapain disini?" tanya Rara


"Ini sayang nemenin kak Ray melamun," jawab Leo


Karena capek Leo pamit untuk masuk ke kamar begitu pula Ray juga akhirnya memutuskan untuk masuk rumah.


Setelah di kamarnya Leo pergi membersihkan diri, sedangkan Rara menyiapkan keperluan Leo.


Leo keluar hanya dengan handuk kecil yang melilit di pinggangnya. Melihat Leo yang seperti itu membuat mata Rara tak lepas dari Leo.


Leo yang tau kalau Rara menatapnya malah melepas handuknya sehingga terlihat sesuatu yang menggantung di sana.

__ADS_1


"Mas Leo," teriak Rara dengan menutup matanya.


Leo terkekeh


"Kamu tu seperti tidak pernah melihatnya saja," kata Leo.


Rara yang malu menundukkan kepala laku naik ke tempat tidur, dia menarik selimutnya dan memejamkan mata.


Leo segera memakai bajunya dan ikut tidur.


Di sisi lain Ray melakukan panggilan dengan Angel,


dia sungguh kangen dengan wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Lama mengobrol hingga mereka mengakhiri panggilan masing-masing karena ngantuk sudah melanda.


Keesokan harinya, mama sudah menyiapkan serah-serahan yang akan diberikan pada Angel.


Acara Ray tidak lengkap seperti Leo mengingat Angel telah berbadan dua, takut kalau Angel kecapekan dan berakibat beruk pada janin yang dia kandung.


Malam ini rencananya rombongan Ray akan ke rumah Angel untuk mengantar serah-serahan dan juga menanyakan kepastian Angel apa bersedia menikah dengan Ray apa tidak.


Seperti Leo dulu, Angel memberikan jawaban di balik pintu kamarnya.


Setelah acara serah-serahan nya selesai, rombongan Ray pulang.


"Siapkan dirimu Ray, semua sudah siap kan?"tanya mama


"Sudah ma," jawab Ray


Leo dan Rara rencananya hari ini akan ke mall untuk membeli kado untuk Ray.


"Kamu yakin mas, ingin membelikan kak Ray kado beginian," tanya Rara


"Yakinlah sayang, lagian mau dibelikan apa coba. Uang kak Ray jauh lebih banyak daripada aku, dia sudah memiliki semuanya untuk itu aku mau beri dia sesuatu yang berkesan," jawan Leo panjang


Rara yang mendengat kata-kata Leo hanya manggut-manggut, memang benar apa yang dikatakan Leo, Ray bisa membeli segalanya sendiri.


Kini Leo dan Rara telah sampai di butik khusus pakaian dalam.


Saat masuk pelayan sudah menyapa mereka,


"Ada yang bisa dibantu bapak dan ibu?" tanya pelayan dengan sopan


"Kami mencari lingerie yang terbaik di butik ini," jawab Rara


Pelayan membawa Rara untuk memperlihatkan berbagai jenis lingerie model terbaru dari merk ternama.


Tanpa bertanya harga Rara dan Leo membungkus Sepuluh lingerie, dan mereka memilih warna secara random.


Melihat baju kurang bahan seperti ini membuat Rara geli dan membayangkan kalau dirinya yang memakai gaun tidur tersebut.


Leo yang melihat Rara senyum-senyum sendiri menjadi heran.


"Apa yang kamu pikirkan sayang," tanya Leo

__ADS_1


"Aku memikirkan kalau aku yang memakai pakaian ini mas, sudah dipastikan kalau kamu manjat gak akan turun," jawab Rara


Leo hanya tertawa mendengar kata-kata Rara, istinya sungguh menggelikan menurutnya.


Seusai membeli lingerie Leo dan Rara turun ke lantai dua untuk membeli perlengkapan mandi Ray dan Angel.


Meraka membeli shampo, conditioner, handuk kimono dan sabun aroma terapi.


"Aku baru tau ini mengasih kado seperti ini," kata Rara


"Gak papa sayang, benar nominalnya kecil tapi kesannya itu lo, pasti kak Ray marah-marah saat membuka kado dari kita," sahut Leo


Seusai mendapatkan barang-barangnya Leo dan Rara berhenti sejenak dan makan di salah satu resto dalam mall.


"Aku pesan jus alpukat ya mas," kata Rara


"Makannya apa?" tanya Leo


"Nasi goreng saja, oh ya minum aku tambah es teh," jawab Rara


Setelah memesan makanan untuknya dan Rara Leo kembali ke tempat duduknya.


Mencium bau makanan yang digoreng membuat Rara sedikit mual, dia pamit ke toilet


"Mas aku kok agak mual ya, sebentar ya mas, aku ke toilet dulu," pamit Rara


Leo nampak cemas kenapa tiba-tiba Rara mual


"Aku antar ya sayang?" tanya Leo


"Nggak usah mas," jawab Rara lalu ke toilet


Leo nampak berfikir apa yang terjadi dengan Rara, kenapa tiba-tiba Rara mual.


Leo membulatkan matanya


"Apa jangan-jangan Rara hamil?" gumam Leo


Leo terlihat nampak senang, jikalau Rara hamil lagi sehingga rumahnya akan ramai dengan suara tangis bayi apalagi kalau ada anak Ray.


Asik melamun dengan asumsi-asumsinya Leo tidak sadar jika makanan yang dia pesan sudah datang


Pelayan meletakkan makanan yang dia pesan di meja, dan betapa kagetnya Leo kalau ternyata temannya sendiri yang jadi pelayan.


"Leo?" panggil pelayan tersebut


Lo kamu, sekarang kerja disini?" tanya Leo


"Iya Le, sebenarnya ini adalah usaha aku, untuk menghemat pengeluaran aku sendiri yang mengurusnya, aku hanya mempekerjakan satu pelayan dan satu koki dan aku sendiri ikut terjun langsung," jawan pelayan yang tak lain adalah teman Leo


"Bagus dong, yang semangat ya," ucap Leo dengan tersenyum


"Makasih Le," sahut temannya


Rara yang tak kunjung kembali membuat Leo cemas, hingga dia menyusul Rara.

__ADS_1


Leo masuk saja ke toilet wanita di sana nampak Rara yang bersandar di dinding dengan pucat.


__ADS_2