
Dengan langkah gontai Vera ikut masuk kamar menyusul Ilham, dia mendekati Ilham yang meringkuk di tempat tidur dengan bantal yang menutupi sebagian wajahnya.
Dalam bantal itu Ilham menyembunyikan air matanya, dia sungguh salah langkah keputusan awal supaya dia memiliki momongan dan hidup bahagia bertiga hancur berantakan, Rara pergi meninggalkannya sekarang Vera mengkhianatinya.
"Mas maafkan aku mas," bujuk Vera lagi
Ilham tidak merespon perkataan Vera, dia membalikkan badannya dengan bantal yang setia menutupi telinganya sekarang.
"Tidak bisakah kita memulai dari awal lagi mas, kita menikah secara sah lalu memiliki anak lagi, aku sungguh menyesal mas. Aku janji akan setia dan mengabdikan diri padamu." Vera terus membujuk Ilham mencoba bernegosiasi
Ilham menurunkan bantalnya, lalu di berbalik dengan menatap Vera,
"Ribuan kali kamu memohon bahkan sampai kamu menangis darah sekalipun aku nggak akan berubah pikiran Vera, sudahlah terima saja takdir kita masing-masing," maki Ilham
"Ku harap besok kamu sudah pergi dari sini karena aku sudah muak denganmu," ucap Ilham lagi lalu dia pergi keluar kamar
Vera terus memandangi punggung Ilham yang hilang di balik pintu.
"Kalian para lelaki brengsek semua," kata Vera sambil menangis
Kini dia harus bingung mencari tempat tinggal dan pekerjaan karena Vera tidak memiliki orang tua. Sejak kecil Vera hidup di panti asuhan, hingga dia lulus sekolah dan bekerja di kantor Leo. Perusahaan Leo menerimanya pun karena ada campur tangan orang dalam.
Vera mengemasi baju-bajunya, malam ini juga dia pergi dari rumah Ilham. Tanpa pamit dia pergi begitu saja, awalnya dia ingin meminta harta Gono gini, tapi diurungkan karena pasti Ilham tak memberinya.
Sepanjang jalan Vera melamun sehingga dia terserempet mobil. Kaki Vera terkilir dan dia memekik kesakitan. Sang pemilik mobil turun mencoba melihat keadaan Vera.
"Kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya
__ADS_1
"Lihatlah kakiku ini, bisa-bisanya bilang tidak apa-apa," jawab Vera dengan menggerutu
"Ya sudah ayo kita ke rumah sakit setelah itu aku antar pulang," kata pemuda yang menyerempet Vera.
Vera yang kesakitan meminta bantuan pemuda itu untuk masuk mobil.
Selang beberapa waktu mereka sudah sampai di rumah sakit, dokter segera memeriksa Vera lalu memberinya obat.
"Nona hanya terkilir kompres dengan es batu pasti akan cepat sembuh," kata dokter
Setelah membayar semua administrasi Vera dan pemuda itu keluar rumah sakit lalu masuk ke dalam mobil
"Jadi aku harus mengantar kamu kemana?" tanya pemuda tersebut
"Aku nggak punya tempat tinggal, aku baru saja diusir suamiku," jawab Vera
"Aku Vera," balas Vera
"Kamu butuh tempat tinggal dan pekerjaan?" tanya Reza
"Iya kalau ada," jawab Vera
Reza menawari pekerjaan pada Vera, awalnya Vera enggan menerima pekerjaan tersebut namun karena dia juga butuh tempat tinggal dan uang jadi dia menerimanya.
********
Di sisi lain Rara dan Leo telah sampai di kota Amsterdam Belanda, hari pertama mereka mengunjungi negara Belanda. Inilah pertama kalinya Rara menginjakkan kaki di negara kincir angin berbeda dengan Leo yang sudah beberapa kali datang ke Belanda.
__ADS_1
Selama di Amsterdam, Leo dan Rara menginap di hotel Waldorf Astoria Amsterdam, dengan biaya room nya mulai sebelas juta permalam, Leo dan Rara membooking kamar Suite Van Loon tentu harganya lebih dari sebelas juta permalam.
"Mas, kota Amsterdam sungguh bagus ya," kata Rara dengan menatap indahnya kota Amsterdam dari jendela kamar hotelnya.
"Iya sayang, besok kita jalan-jalannya ya. Karena hari ini jadwal kita istirahat dan pergi makan saja dan kita lanjutkan lagi aksi membuat baby," sahut Leo sambil memeluk Rara dari belakang
"Ternyata kamu maniak juga ya mas," timpal Rara
"Bukan maniak sayang, kan ini pengalaman pertama sayang jadi merasa kurang terus," sahut Leo
Rara membalikan badannya dan menatap Leo
"Aku siap melayani 24 jam nonstop," kata Rara dengan tertawa
"Yakin? jangan capek ya?" tantang Leo
"Yakin lah," sahut Rara lalu mencium bibir Leo
Ini adalah ciuman pertama saat di Amsterdam, karena ciuman dari Rara membuat Leo berhasrat dan segera membawa istrinya ke tempat tidur.
"Sekarang ya sayang?" tanya Leo
Rara mengangguk yakin, dia juga melepas kaos yang di pakai Leo, sedangkan Leo melepas dress yang di pakainya.
Aksi panas lagi-lagi terjadi belum puas di tempat tidur, mereka pun pindah di bathtub. Rara duduk di atas Leo lalu menaikturunkan tubuhnya sehingga Leo yang dibawahnya mengerang penuh kenikmatan. Karena kelelahan Rara menurunkan kecepatannya, Leo yang tau kalau istrinya kelelahan, dia menaruh tangannya di pinggang Rara guna membantunya memacu lebih cepat.
Setalah selesai dengan kegiatan panas mereka, mereka mandi dan keluar hotel untuk makan malam.
__ADS_1