Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Aku lebay?


__ADS_3

Leo menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil memijat keningnya. Dia sungguh kecewa dengan istrinya dia merasa Rara tak menganggapnya sebagai seorang suami.


Rara memutar bola matanya menatap Leo yang duduk di sofa,


"Mas, kamu masih marah?" tanya Rara dengan lirih


"Nggak," jawab Leo singkat


Rara menghela nafas, dia tau kalau Leo masih marah padanya.


"Maafkan aku mas," kata Rara


"Sudahlah, lagipula semua sudah terjadi. Kamu memang selalu bertindak sesuka hatimu tanpa mikir dampaknya. Dan kamu juga nggak pernah menganggap aku," kata Leo


"Kamu kok bilang begitu mas," protes Rara


"Memang kenyataannya begitu," sahut Leo


Leo pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruang perawatan Rara.


Air mata Rara meleleh "Maafkan aku mas," katanya dalam tangis.


Leo melajukan mobilnya ke kantor sebelumnya dia sudah menyuruh para suster untuk memantau kondisi Rara.


Hingga malam hari, Leo tidak memunculkan batang hidungnya sehingga membuat Rara cemas. Rara berkali-kali mengubungi Leo namun tidak dijawab.


Rara meletakkan ponselnya lalu dia tersenyum,


"Ya sudah,"


Rara mencoba memejamkan mata, pikirannya sungguh kalut. Hingga pagi hari Rara tidak bisa tidur meski matanya terpejam namun pikirannya berjalan kemana-mana,, dia masih bisa mendengar suara detak jam, dia masih mendengar sayup-sayup suara dari luar.


Pintu ruangannya pun terbuka, ada beberapa suster dan dokter yang hendak mengecek kondisi Rara.


"Pagi ini anda sudah bisa pulang, keadaan anda sudah stabil," kata Dokter


Mereka melepas infus Rara, begitu pula dengan Rara yang bersiap untuk pulang.


"Bahkan sampai aku pulang kamu nggak kesini mas," batin Rara


Meski sakit dan kecewa Rara mencoba untuk tersenyum dia tidak menyangka kalau kecewa Leo sampai seperti ini.


Pagi ini dia sengaja tidak menghubungi Leo maupun maupun mamanya, dia pulang dengan menggunakan jasa taxi online.


Jam sepuluh pagi Rara sudah sampai di rumahnya nampak mobil Leo sudah tidak ada yang menandakan kalau dia sudah berangkat bekerja.


Rara melangkahkan kakinya ke kamar setelah di kamarnya Rara ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Seusai mandi Rara bersantai di balkon kamarnya.


Karena semalaman dia tidak tidur kini rasa kantuknya datang menyerang.


"Lebih baik aku tidur," gumam Rara lalu menuju tempat tidur.


Rara tidur sangat lama hingga Leo yang pulang untuk mengambil berkas dia tak tau.

__ADS_1


"Kok sudah pulang," batin Leo


Karena dia masih kesal dengan Rara, Leo hanya melihatnya sekilas lalu kembali ke kantornya.


Waktu berlalu dengan cepat waktu sudah menunjukkan pukul empat, Leo yang sudah menyelesaikan pekerjaannya segera pulang. Sesampainya di rumah Leo langsung masuk kamar


dan terlihat Rara masih tidur sama seperti tadi siang.


"Masih tidur?" gumam Leo lalu melihat Rara sekilas


Merasa lelah dan gerah Leo berniat untuk mandi, dia pun melangkahkan kaki masuk kamar mandi.


Rara yang puas dengan tidurnya pun terbangun,


"Astagfirullah jam berapa ini," gumamnya


Dan betapa kagetnya Rara kalau waktu menunjukkan jam empat sore. Dengan sisa kesadaran yang ada Rara masuk menerobos kamar mandi dan betapa kagetnya dia melihat Leo ada di dalamnya.


"Maaf mas," katanya lalu keluar


Leo masih dalam mode diamnya sehingga Rara sedih dibuatnya.


"Kamu mau sampai kapan marah padaku? kamu tega mas membiarkan aku sendirian di rumah sakit dan pulang sendiri," kata Rara dengan menatap Leo yang duduk di sofa sedangkan dirinya duduk di ujung ranjangnya.


"Jangan lebay yang penting sekarang kamu sudah ada di rumah kan?" sahut Leo


Sebenarnya Leo tak sengaja mengucapkan kata-kata seperti itu, namun kata itu seolah keluar sendiri dari mulutnya.


"Aaa begitu mas, jadi aku terlalu lebay ya," timpal Rara dengan menahan sakit karena perkataan Leo.


Dia mengambil kunci mobilnya dan hendak keluar,


"Mau kemana?" tanya Leo


Rara tidak menggubris perkataan Leo, dia mengambil tas serta cardigan miliknya.


"Aku bertanya padamu, mau kemana?" tanya Leo sekali lagi namun lagi-lagi Rara hanya diam


Leo sedikit mencengkeram lengan Rara namun Rara hanya diam sambil menikmati sedikit sakit di lengannya.


"Jangan buat aku marah," kata Leo


"Aku nggak membuat kamu marah mas, tapi kamu sendiri yang keterlaluan, aku akui aku salah namun kamu bersikap semau mu sendiri tanpa memikirkan aku," sahut Rara.


"Di rumah sakit aku sendirian, aku menghubungi berkali-kali tidak diangkat, bahkan pulang dari ruang sakit aku pun sendiri ketika aku komplain kamu bilang jangan lebay? dimana letak lebay nya?" imbuh Rara


Air mata Rara kini mulai menjebol pertahanan kelopak matanya,


Leo melepas cengkeramannya lalu mengusap rambutnya dengan kasar.


"Daripada aku di sini malah membuat kamu semakin kesal lebih baik aku pergi, jadi kita sama-sama merenung," ucap Rara


Lalu dia melangkahkan kaki keluar, air matanya terus saja keluar, dia benar-benar tak menyangka akan seperti ini.

__ADS_1


Rara berniat untuk ke cafe namun sebelumnya dia datang ke pantai favoritnya untuk menghibur diri.


"Lama aku tidak kesini," gumam Rara


Dia membawa sepatu flat yang dia kenakan lalu berjalan menyusuri bibir pantai.


Matanya terus memandang ombak yang datang dan pergi.


Puas menghibur dirinya Rara memutuskan untuk menyudahinya dan pergi ke cafe.


Setibanya di cafe Rara langsung merebahkan dirinya di sofa.


Sayup-sayup terdengar suara ribut di luar sehingga mengganggu pikiran Rara.


Dengan malas Rara melangkahkan kakinya keluar ruangannya


"Ada apa ini?" tanya Rara


"Ini Bu, pelanggan ini minta makanannya kami ganti karena katanya terlalu pedas," jawab salah satu pegawainya


"Kenapa tidak diganti?" tanya Rara


"Tadi sudah di ganti tapi dia masih komplain," jawab Pegawainya


Rara pun menghela nafas, dia menarik kursi dan duduk di depan lelaki yang memesan makanan.


"Mohon maaf mas, ini adalah makanan pedas, jadi meskipun anda meminta berkali-kali untuk di ganti akan tetap pedas, ada makanan lain yang masih bisa anda pesan." Rara menjelaskan pada pelanggannya


"Jadi buatkan aku yang tidak pedas," pinta lelaki tersebut


Rara menghela nafas ingin rasanya dia memukul pria yang berada di depannya.


"Maaf lebih baik anda mencari kafe lain, dan untuk makanan yang sebelumnya di pesan kami gratiskan," kata Rara lalu pergi masuk ke ruangannya


"Masalah dengan mas Leo sudah membuatku pusing ditambah lagi masalah pelanggan," gerutu Rara


Di kamar


Leo hanya membolak balikkan badannya di kasur ingin sekali dia menyusul istrinya.


"Maafkan aku sayang, rasa kesal ku telah membuatku mengabaikan mu yang sedang sakit. Aku memang keterlaluan," gumam Leo


Begitu pula dengan Rara dia juga membolak balikkan badannya karena memikirkan Leo ingin sekali pulang dan tidur dengan suaminya.


"Maafkan aku mas jika membuatmu kesal, maafkan sifat keras kepalaku yang selalu mengindahkan nasehatmu," gumam Rara


Lamunan Rara harus berhenti karena suara ponselnya, dia mengira kalau Leo yang menghubungi namun ternyata ibunya


"Ibu?" batinnya


Rara mengangkat ponselnya


"Apa?"

__ADS_1


................


__ADS_2