Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Vera berulah


__ADS_3

"Bagaimana Leo nduk?" tanya ibu


"Mengaji bareng anak-anak Bu, tadi sempat dipanggil pak ustad oleh anak-anak," jawab Rara


"Dia sungguh mau mengaji dengan anak-anak, dia benar-benar cinta sama kamu nduk, semoga ini menjadi jodoh terakhir kamu ya" kata ibu


"Amin, semoga ya Bu. Selalu doakan Rara," sahut Rara


Setelah dua jam mengaji akhirnya Leo pulang, ayah tersenyum melihat Leo


"Gimana Le?" tanya ayah


"Alhamdulillah om, tadi belajar huruf Hijaiyah dengan mas Ustad" jawab Leo


"Huruf Hijaiyah saja?" tanya ayah lagi


"Sama surat-surat pendek om," jawab Leo


"Alhamdulillah, terus belajar ya Le. Besok kalau kesini lagi om akan ngetes kamu baca kitab suci" sahut ayah


"Siap om," timpal Leo


Seusai makan malam, aku dan mas Leo pamit untuk kembali ke Surabaya.


"Rara pamit ya ibu dan ayah," pamit Rara


"Iya nduk, hati-hati ya. Ibu titip Rara ya Le," kata Ibu


"Iya Bu, Leo akan selalu menjaga Rara dengan baik." Leo berjanji pada ibu


"Eling ya, selalu belajar pokoke," timpal ayah


Leo mengangguk dengan mantap


*******


Kini Rara dan Leo sudah sampai di apartemennya, karena sudah sangat capek Leo menginap di apartemennya lagi.


"Oh ya mas, tadi aku memakai kartu yang kamu kasih," kata Rara


"Iya nggak papa sayang, kan memang kartu itu buat kamu," sahut Leo


"Tapi aku buatnya untuk membelikan baju Vera mas," timpal Rara


Leo mengerutkan alisnya yang mengisyaratkan kalau dia bingung


"Kenapa kamu membelikan baju Vera?" tanya Leo


"Aku kesal padanya mas, dia bilang aku nggak punya uang dan menyuruh mas Ilham untuk memberikan tunjangan padaku selama mas Iddah," jawab Rara dengan menatap Leo


"Kelihatannya dia selalu cari gara-gara denganmu sayang," kata Leo


"Iya mas," sahut Rara


"Ya sabar, intinya jangan tersulit emosi dan jangan sampai Vera maupun Ilham menyakiti kamu lagi," imbuh Leo


Rara pun memeluk Leo yang duduk di sebelahnya.

__ADS_1


" I love you mas," ucap Rara


"I love you too sayang," sahut Leo


Mereka saling pandang dan lama-lama bibir mereka saling mendekat dan terjadilah pautan.


Puas berpaut meraka pun mengakhiri pautan mereka.


"kamu menginginkannya mas?" tanya Rara lirih.


"Pasti pengen tapi kan belum waktunya kita melakukan hal itu sekarang sayang," jawab Leo.


Setiap dekat dengan Rara, Leo selalu berhasrat untuk itu dia memiliki keinginan untuk balas dendam saat sudah menikah nanti.


"Semoga kita kuat sampai kita menikah ya mas," ucap Rara


"Iya sayang, sebisa mungkin akan aku tahan untuk tidak melakukan dosa itu meskipun saiton beserta anak-anaknya menggodaku," sahut Leo dengan terkekeh


Rara dan Leo pun tidur dengan saling peluk.


*****


Keesokan harinya lagi-lagi Ilham bangun terlebih dahulu. Setelah membersihkan diri Ilham membangunkan Vera yang masih memeluk guling nya.


"Vera bangun." Ilham menggoyang tubuh Vera supaya bangun


"Bentar lagi mas, aku masih ngantuk," sahut Vera dengan mata terpejam


"Kamu mau ingkar janji ya," kata Ilham


Mau nggak mau Vera melepas guling nya dan beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi.


Kini makanan sudah tersaji di meja makan, Ilham dan Vera sarapan bersama dengan mengobrol.


"Rumah sangat kotor, tolong sedikit-sedikit dibersihkan, cucian juga di cuci dan setrika." Ilham mengawali percakapan.


"Kamu pikir aku pembantu mas, sehingga kamu suruh ini dan itu," sahut Vera kesal


"Bukankah itu memang tugas kamu Vera?" tanya Ilham


"Tapi kan aku lagi hamil mas, apa nggak kamu lihat perut aku sudah kelihatan besar," jawab Vera protes


"Carilah pembantu kalau begitu," sahut Ilham kesal


"Tapi uangnya bagaimana? kalau kamu suruh aku membayar pembantu dengan uang aku, aku nggak mau," timpal Vera


"Lalu?" tanya Ilham


"Ya pakai uang kamu lah mas," jawab Vera ketus


"Makin kesini kamu semakin menjengkelkan sekali Vera, aku sudah memberikan semua uangku padamu. Bahkan untuk sekedar makan di luar saja aku harus mikir sekarang." sahut Ilham


"Mangkanya kamu cari pekerjaan lain kek, to apa," suruh Vera


"Kamu sungguh keterlaluan Vera, gaji kepotong juga karena membelikan mu mobil. Kamu sungguh berbeda dengan Rara, hidup kami dulu makmur dan nggak pernah kekurangan bahkan kami bisa menabung sehingga bisa membeli mobil berbeda dengan kamu yang selalu saja merasa kurang." Ilham mulai marah dengan Vera


"Kamu selalu saja bandingkan aku dengan Rara, males aku sama kamu," kata Vera kesal

__ADS_1


"Supaya kamu bisa belajar dari Rara," sahut Ilham kesal.


Lalu diapun mengambil kunci mobil Vera,


"Aku sita mobilmu kalau kamu masih nggak mau berubah, akan aku jual ni mobil sehingga aku bisa mengembalikan hutangku dan hidup tanpa beban seperti dulu," kata Ilham lalu pergi ke kantor


"Brengsek kamu mas," umpat Vera


Ilham tidak menggubris Vera, dia pergi ke kantor begitu saja meninggalkan Vera yang masih marah di ruang makan


Vera yang kesal pergi ke cage Rara, dia ingin memarahi Rara atas sikap Ilham.


Saat di cafe Rara, Vera langsung masuk saja tanpa permisi.


"Ra, aku ingin ngomong sama kamu," kata Vera


"Ada apa?" tanya Rara kaget pasalnya Vera tiba-tiba muncul tanpa permisi


"Mas Ilham sekarang berbeda dengan yang dulu, ini semua gara-gara kamu." Jawab Vera dengan nada tinggi


Rara tersenyum sinis, "kenapa lagi-lagi kamu nyalahin aku, seharusnya yang marah tu aku bukan kamu, karena kamu sudah merusak rumah tanggaku." Rara pun mengomel


"Salah sendiri kamu mandul Ra," hina Vera


Plak


Rara menampar Vera


"Aku nggak mandul Vera, Ilham saja yang nggak mau bersabar," sahut Rara kesal


Vera yang merasa kesakitan menampar Rara balik,


Rara memegangi pipinya yang di tampar oleh Vera.


"Lima tahun nggak punya anak, apa itu namanya" timpal Vera


Rara yang tidak bisa menjawab hanya diam, hatinya sungguh teriris dengan perkataan Vera.


"Katakan apa mau mu sebenarnya?" tanya Rara


"Aku tidak suka kalau mas Ilham membanding-bandingkan diriku dengan dirimu," jawab Vera


"Kamu ini gila ya Vera, seharusnya kamu marahnya pada Ilham bukan aku." sahut Rara


Leo yang kebetulan kembali lagi kaget melihat Vera di ruangan Rara.


"Ada apa ini?" tanya Leo lalu menghampiri Rara


Vera maupun Rara sama-sama terdiam, mereka tidak ada yang menjawab pertanyaan Leo.


Vera segera keluar dari ruangan Rara sebelum Leo memarahinya. Leo memeluk Rara, saat dalam dekapan Leo, tangis Rara pecah.


"Dia pasti menyakitimu kan?" tanya Leo


"Mas, lebih baik kamu menikah dengan wanita lain yang tidak mandul seperti aku," jawab Rara yang membuat Leo kaget.


Tangan Leo pun mengepal, "apa Vera yang bilang kalau kamu mandul?" tanya Leo

__ADS_1


............


__ADS_2