
Setelah puas meraba-raba Vera lelaki tersebut pun mengajak Vera untuk ke kamar untuk melakukan eksekusi pada Vera.
"Puaskan aku malam ini, aku akan membayar mu dua puluh juta," kata lelaki paruh baya tersebut
"Tiga puluh juta bagaimana?" tanya Vera mencoba melakukan penawaran
" Dua puluh lima juta." Pria tersebut mencoba bernegosiasi
"Baiklah," sahut Vera
Setelah mencapai kesepakatan mereka pun melakukan aksi panasnya di tempat tidur, Vera pun melonjak-lonjak mencoba memuaskan tamunya, kulit putihnya kini berubah menjadi merah-merah karena remasan tangan dari lelaki paruh baya yang dia puaskan.
Harga diri Vera benar-benar hilang malam ini,
"Hey ******, aku sudah membayar mu mahal. Kenapa berhenti," kata lelaki tersebut dengan kesal karena Vera berhenti melonjak-lonjak diatasnya.
"Sebentar tuan, aku lelah," sahut Vera
Karena tidak sabar lelaki tersebut pun membalik tubuh Vera hingga kini dia yang memimpin di atas.
Dia memaju mundurkan pinggangnya dengan sangat cepat, tangannya pun sibuk meremas dada Vera dengan kencang sehingga Vera pun memekik kesakitan. Dia pun tak segan-segan menampar Vera, Permainan lelaki tersebut sungguh kasar. Setelah mencapai pelepasannya dia pun melempar cek ke muka Vera.
"Itu bayaran kamu," kata Lelaki tersebut sambil memakai pakaiannya lalu keluar kamar.
Vera meringkuk kesakitan, tubuhnya panas-panas perih akibat perilaku kasar lelaki tersebut. Tak terasa air matanya pun meleleh, sedikit penyesalan muncul di hatinya. Tiba-tiba mami pemilik tempat itu pun masuk dalam kamar.
"Bersihkan dirimu setelah itu layani tamu lagi, hari ini adalah hari dimana para pebisnis-pebisnis mencari kesenangan, keruk uang sebanyak-banyaknya dan mintalah tarif yang tinggi," kata mami
"Bisakah saya istirahat sebentar, tubuh saya sakit semua." Vera pun meminta belas kasihan
"Istirahat setelah nanti setelah kita tutup, nggak ada istirahat selama jam kerja," sahut mami
Dua wanita yang bersama mami pun menarik Vera dari tempat tidur, mereka menyuruh Vera untuk segera membersihkan diri.
Setelah selesai dia bersolek lagi dan memakai pakaian yang menjijikan tersebut lalu keluar untuk melayani tamu lagi.
Perlakuan yang sama dia dapatkan lagi, kali ini ada seorang lelaki yang membayarnya mahal namun lagi-lagi dia menyiksa Vera bahkan lebih dari siksaan pelanggan pertamanya.
Dalam tangis dia pun protes," apa kamu tidak bisa lebih lembut?" tanya Vera
lelaki tersebut pun tertawa lepas
"Untuk apa lembut dengan para ****** seperti kalian, lagipula aku sudah membayar mahal jadi suka-suka aku," jawabnya lalu keluar kamar
Vera menangis sejadi-jadinya, dia sungguh menyesal telah datang ke tempat terkutuk seperti ini, dia sangat merindukan Ilham, lelaki yang pernah menjadi suaminya tersebut.
"Aku menyesal mas, seandainya waktu bisa aku ulang mungkin aku akan menjadi istri yang lebih baik lagi," gumam Vera
__ADS_1
Mau nggak mau inilah pilihan dirinya sendiri, tergiur dengan iming-iming uang dia pun rela masuk dalam dunia hitam yang kini menyiksanya.
Setelah bersolek lagi Vera kembali ke bar tempat dimana dia mencari pelanggan, dia duduk di sofa sambil minum. Lalu ada lelaki lagi yang mendekat ke arahnya.
"Boleh bergabung?" kata Lelaki muda tersebut
Vera menatap lelaki tersebut, nampak wajah yang tampan. Dia pun teringat Ilham lagi sehingga dia menjatuhkan bulir-bulir air matanya.
"Kenapa menangis?" tanya pria tersebut
"Melihatmu aku ingat mantan suamiku," jawab Vera
Lalu dia pun mengusap air matanya yang jatuh dan tersenyum, Vera tersenyum dalam tangis menahan gejolak hatinya.
"Sudah berapa lama bekerja di tempat ini?" tanya laki-laki tersebut
"Baru tadi aku masuk ke tempat ini," jawab Vera
"Kalau kamu menginginkanku ayo kita ke kamar," imbuh Vera
"Tenang, jangan terburu-buru," sahut lelaki tersebut.
Mereka pun mengobrol, kedatangan lelaki tersebut membuat Vera melupakan sejenak sakit yang dia rasakan.
Di negara Belanda Rara dan Leo bersenang-senang dengan mengunjungi banyak tempat wisata, kini saatnya mereka berpindah negara, selanjutnya adalah negara Prancis. Rara sangat ingin pergi ke menara Eiffel.
"Wah bagus sekali mas," kata Rara saat sampai di menara Eiffel
"Kamu kan orang kaya mas, jadi ya dengan mudah berpergian ke luar negeri beda dengan aku jangankan keluar negeri keluar pulau saja nggak pernah," timpal Rara
"Mulai sekarang kamu dengan mudah bisa keluar negeri sayang, aku akan memberikan apapun yang kamu mau," kata Leo dengan memeluk istrinya dari belakang
"Jangan mas, nanti aku bisa menjadi istri yang tidak tau diri, kamu perlakukan aku sewajarnya saja." sahut Rara semakin mengeratkan pelukan Leo
"Aku beruntung sekali sayang mendapat istri seperti kamu," ucap Leo
Mereka berdua menikmati keindahan menara Eiffel lalu setelahnya makan di sebuah restoran dekat menara Eiffel.
Pelayan memberikan menu makanan pada Rara dan Leo
Karena bingung Rara bertanya
"Mas, Iki panganan opo, halal opo ora?" tanya Rara dengan sedikit berbisik
(Mas,ini makanan apa, halal apa Ndak?)
Leo tertawa mendengar pertanyaan Rara
__ADS_1
"Panganan khas Prancis sayang, aku pilih no ae Yo" jawab Leo
(Makanan khas Prancis sayang, aku pilihkan saja ya)
Rara mengangguk kemudian meyerahkan menu makanan pada Leo.
"nous avons commandé deux coq au vin et deux thé au citron" kata Leo
Rara hanya melongo melihat suaminya berbicara bahasa Prancis,
"Apa mas itu artinya?"
"Aku pesan dua Coq Au Vin dan juga lemon tea" jawab Leo
"Oo begitu, eh mas aku perlu nggak belajar bahasa asing supaya bisa mengimbangi kamu," kata Rara
"Nggak perlu kamu cukup belajar bagaimana cara memanjakan suami di ranjang saja," sahut Leo sambil terkekeh
Rara yang kesal memajukan bibirnya, kesal sekali dengan Leo, tanpa aba-aba Leo menyambar bibir Rara yang maju ke depan.
Merasa di tempat umum Rara meronta minta di lepaskan namun bukannya dilepaskan Leo malah semakin dalam mencium Rara.
Ciuman mereka berhenti setelah pelayan mengantarkan makanannya.
Rara mengusap sisa saliva yang menempel di bibirnya dengan menggerutu
"Kamu apa-apaan sih mas, malu dilihat orang,"
"Nggak usah malu sayang, kita berada di Eropa ciuman seperti tadi itu normal," kata Leo dengan tersenyum
Rara hanya menggeleng-gelengkan kan kepalanya, karena sangat lapar dia segera memakan makanan yang ada di hadapannya. Dalam sekejam makanannya habis
"Mas makanannya uenak pol, aku boleh pesan lagi?" tanya Rara
"Boleh sayang, mau pesan berapa piring?" tanya Leo dengan tertawa
Rara mencibirkan bibir, "Memangnya aku rakus sekali hingga bertanya pesan berapa piring," protes Rara
Leo hanya tertawa dia suka sekali menggoda istrinya.
"Ya sudah aku pesan dua piring lagi ya mas," kata Rara, "Eh mas makanannya kenapa sedikit sekali dan tempat makanannya besar sekali?" tanya Rara kemudian.
"Memang seperti itu sayang," jawab Leo
"Memangnya berapa harga satu porsi makanan ini mas?" tanya Rara
Leo pun berbisik pada Rara dan Rara langsung terkejut dengan harga makanan yang dia makan barusan.
__ADS_1
"Apa mas? kalau begitu aku nggak jadi pesan lagi mas, tiba-tiba aku sudah kenyang," kata Rara berbohong
Namun Leo tak menggubris kata-kata Rara, dia tau kalau istrinya masih lapar lalu dia memesan dua porsi lagi dan dua porsi makanan penutup.