Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Menyusul


__ADS_3

Hampir malam Angel belum keluar, Ray sungguh cemas.


Dia mondar-mandir di depan kamar Angel, ingin mengetuk tapi takut kalau Angel marah.


Ceklek


Angel membuka pintu kamarnya, Ray segera mendekat dan meletakkan kedua tangannya di bahu Angel


"Akhirnya kamu keluar juga sayang," kata Ray penuh kelegaan


Angel hanya tersenyum,


Dia mengajak Ray untuk bicara dari hati ke hati,


Sambil menatap langit Angel mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan pada Ray.


"Mas, aku minta maaf soal tadi, aku sadar kalau sikapku terlalu posesif padamu, aku melakukan itu semua karena aku takut kehilanganmu," ungkap Angel


"Aku juga minta maaf sayang, seharusnya aku menjaga perasaanmu baik ada atau tidaknya dirimu," sahut Ray


Netra mereka saling bertemu, mereka diam sesaat


"Mas Pernikahan kita kan kurang dua bulan, alangkah baiknya jika jangan bertemu dulu. Kita saling memahami dulu mungkin dengan begitu kita akan saling paham artinya kebersamaan dan pentingnya menjaga perasaan baik dirimu dan diriku," jelas Angel


Mendengar penuturan Angel, Ray nampak terdiam


"Selama sebulan ke depan aku akan pergi ke luar negeri, setelah itu kita akan saling bertemu. Jika selama sebulan itu kamu berubah pikiran aku akan terima, aku anggap malam itu adalah sebuah kecelakaan," imbuh Angel


"Baiklah sayang," sahut Ray.


Keesokan harinya, Angel pergi ke luar negeri dengan diantar Ray.


"Aku pamit ya mas, jaga diri baik-baik, diperhatikan pandangan matanya," pesan Angel


Berat rasanya membiarkan Angel, Ray mengecup kening Angel tak puas di kening dia pun mencium bibir mungil Angel sehingga banyak mata yang melihat mereka.


Puas berpaut kini Angel masuk ke dalam sedangkan Ray kembali ke kantornya.


Sepanjang perjalanan ke kantornya, Ray memikirkan Angel bahkan rasa rindu sudah bersemayam di hatinya.


"Sial baru sebentar saja, dia meninggalkanku tapi rasa rindu sudah datang. Bagaimana kalau sebulan." Ray bermonolog dengan dirinya sendiri


Tak berselang lama mobil Ray masuk pelataran kantor, dia keluar mobil dan masuk kantor.


Tak ingin terus-terusan memikirkan Angel, dia kini menyibukkan diri dengan benda segi empat di depannya.


Hingga tak terasa datanglah jam makan siang, Ray melihat ponselnya tapi tidak ada pesan dari Angel.


Dia melihat sejenak foto bersama dengan calon istrinya tersebut.


*********


Begitulah hari-hari Ray, untuk mengusir kesendiriannya dia pulang lagi ke Surabaya, meskipun tidak ada Angel tapi ada keluarganya yang membuat harinya berwarna daripada di Jakarta dia sendirian.


"Lo kapan pulang kak Ray?" tanya Leo


"Kemarin malam," jawab Ray

__ADS_1


"Kangen pasti ma calon istri," terka Leo


"Dia di luar negeri sekarang," sahut Ray


"Jomblo dong," ejek Leo


Ray yang kesal dengan adiknya hanya melemparkan tatapan tajamnya,


"Dasar kau adik durhaka," umpat Ray


Angel benar-benar mengisolasi kan diri dari Ray,


Ponselnya sama sekali tidak bisa dihubungi Ray hal ini sungguh membuat Ray semakin gusar dan juga kangen.


Dalam kamarnya, Ray memandangi foto Angel dia merasakan rindu yang amat luar biasa pada calon istrinya.


"Aku tak sanggup lagi jika terus begini, baru seminggu saja berat begini apalagi satu bulan," guman Ray


Ray mencari informasi pada Leo dimana orang tau Angel tinggal.


"Kak Ray ingin menyusulnya?" tanya Leo


"Iya Le, aku sangat merindukannya," jawab Ray


Leo pun tertawa, dia tak bisa menduga Casanova seperti kakak nya bisa juga di serang penyakit rindu.


"Ku kira sakit rindu hanya menyerang orang alim seperti aku tak di sangka dia juga menyerang iblis seperti Kak Ray," ucap Leo yang membuat Ray kesal lalu menganiaya adiknya


"Ampun kak Ray, mama.......," teriak Leo


Mereka berdua sungguh seperti anak kecil meskipun sudah besar namun masih saja berantem.


Puas menganiaya adiknya Ray bergabung bersama mama di meja makan sedangkan Leo ke kamarnya untuk mengajak Rara turun.


"Kamu ini Ray seperti anak kecil saja, adikmu mok plokoto i ae," ucap mama


"Biarin ma, salah sendiri Ray di bilang Iblis, kalau Ray iblis berati dia juga adik iblis," gerutu Ray


Mama hanya bisa memijat kepalanya yang pusing melihat kelakuan anak-anak nya.


Keesokan harinya Ray pergi menyusul Angel, saat sudah sampai Ray langsung saja ke rumah orang tua Angel.


Saat sampai di sana terlihat Angel yang duduk di teras, nampak Angel melamun.


Ray mendekati calon istrinya


"Halo my wife, apa yang kamu lamun kan?" tanya Ray


Angel menatap Ray sekilas dengan ekspresi datar.


"Aku mungkin sudah gila karena memikirkan mas Ray," gumam Angel


"Aku juga sudah gila karena terus memikirkan kamu," sahut Ray


Angel membulatkan matanya, dia tidak percaya kalau Ray di depannya.


Tangan Angel menyusuri wajah Ray, dan berhenti di hidung. Untuk memastikan dia mencubit hidung Ray dengan keras.

__ADS_1


Auwwwww


pekik Ray


"Kok dicubit?" protes Ray


Angel spontan memeluk Ray dengan erat.


"I Miss you so much," ucapnya


"Me too baby," sahut Ray


Mereka berdua saling melepas rindu


Angel mengajak Ray ke kamarnya karena nggak enak kalau ada yang melihat.


Dalam kamar, mereka saling peluk dan saling paut hingga kini Angel berada dalam kungkungan Ray.


"Aku menginginkannya sayang," ucap Ray


"Sabar mas, kita belum menikah," sahut Ray


Ray seolah tak peduli dengan kata-kata Angel, meremas dan memainkan buah dada Angel sehingga membuat Angel mendesah dengan suara yang keras.


Orang tua Angel pulang cepat, mereka mencari keberadaan anaknya di kamar.


Betapa kagetnya mereka saat membuka pintu kamar Angel terlihat Ray sedang mengungkung Angel dan entah apa yang dilakukannya.


Ray, Angel kalian ngapain?" teriak mama


Seketika Angel mendorong Ray, lalu Angel merapikan bajunya, untung meraka belum sempat enak-enakan.


Mama Angel langsung saja menjewer anak semata wayangnya tersebut,


Ray yang mendekat juga kena amukan mama Angel


"Begitu ya, rumah sepi melancarkan aksi," omel mama


"Wajar ma, kan lama nggak ketemu," sahut Ray


"Kalau ingin manjat itu ada pohon mangga, jangan manjat Angel," kata mama


Papa yang dengar keributan pun datang, mama menceritakan semua pada suaminya.


"Biarin lah ma, lagian mereka lama nggak ketemu seperti kita nggak pernah muda saja." Papa malah membela menantunya


"Ya ini yang membuat moral bangsa bobrok, haduh," ucap mama dengan memegang kepalanya.


Saat mamanya asik mengomel, Angel memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing.


Buggghh


Angel terjatuh, dan semua pun panik dan berteriak


"Angeel,"


Teriak mama, papa dan Ray barengan,

__ADS_1


Ray langsung menggendong calon istrinya ke tempat tidur sedangkan mama memanggil dokter


"Kamu kenapa sayang," gumam Ray sambil memegangi tangan Angel


__ADS_2