
Leo tertawa lepas, Rara seakan tau apa yang dipikirkan olehnya sedangkan Rara sendiri melemas karena malam ini dia harus ronda malam untuk mendapatkan hukuman terindahnya.
"Kalian tu memang ya, kalau di kantor gayanya cool dan wibawa tapi di rumah super mesum," gerutu Rara
Leo dan Ray hanya tertawa,
"Seharusnya kalian para wanita bersyukur memiliki suami dengan kemesuman tingkat tinggi, soalnya kalian nggak akan mengalami yang namanya jablay," ucap Ray dengan tertawa
"Kakak dan adik sama saja, ni mas Leo jadi gini pasti juga ajaran kak Ray kan?" ungkap Rara dengan memajukan bibirnya
Leo yang melihat bibir Rara maju ke depan ingin sekali menyambarnya, kejantanannya kini mulai bangkit dan membuat sesak celananya.
Karena tak ingin menahan lebih lama lagi Leo mengajak Rara untuk ke kamar namun sebelumnya dia menyerahkan Liora pada baby sitter nya.
"Mandi bersama ya sayang," pinta Leo saat meraka berasa di kamar
"Pasti kamu mau minta kan mas?" terka Rara
Leo mengangguk dan menunjukkan bagian bawahnya yang sudah berdiri sempurna. Melihat Rara yang kebanyakan mikir, Leo langsung saja menggendong dan membawa Rara ke kamar mandi, apa yang terjadi berikutnya hanya Leo dan Rara yang tahu.
Angel dan Ray masih mengobrol di taman, Ray menginginkan untuk menginap di rumahnya namun Angel menolak dengan alasan nggak enak dengan mama.
"Kamu saja yang menginap di rumah aku mas, kan kalo malam nggak ada orang lagian aku takut jika sendirian di rumah." Angel memberi ide
Ray tersenyum mendengar ide calon istrinya
"Biasanya juga sendirian nggak takut kenapa tiba-tiba takut," ucap Ray
"Kan ini ada mahkluk lain yang harus dijaga mas," alasan Angel.
Ray pun mengangguk, dia juga nggak mau ambil resiko jikalau malam sampai terjadi apa-apa dengan Angel maupun buah hatinya.
Spontan Angel memeluk Ray, dia juga mengendus bau tubuh Ray yang menurutnya segar perpaduan keringat dan aroma parfumnya.
"Baunya enak sekali mas, rasanya ingin mengendus terus hingga sembilan bulan," kata Angel dengan wajah yang masih bersembunyi di dada Ray
Ray pun heran, kenapa tiba-tiba Angel berubah. Masa ada orang suka dengan bau keringat yang ada malah sebaliknya.
"Sayang tadi kamu dengan Rara nggak main kemana-mana kan?" tanya Ray
"Nggak mas, kenapa memangnya?" Angel melemparkan pertanyaan balik
"Kiranya kamu kesambet, kok tiba-tiba aneh gini ngendus bau keringatku," jawab Ray
Angel melepaskan diri dari pelukan Ray, lalu dia tersenyum
"Mungkin anak kita yang mau mas," sahutnya
Ray dan Angel bersiap-siap untuk pulang, sebelumnya dia pamitan mamanya.
__ADS_1
"Hati-hati ya Ray dan Angel," pesan mama
"Iya ma," sahut Ray dan Angel
*****
Di rumah Angel
"Art kamu sudah pulang sayang?" tanya Ray saat masuk ke dalam rumah Angel
"Mungkin mas," jawab Angel
Ray dan Angel berjalan menuju kamar Angel, Ray yang merasa lelah langsung merebahkan diri tanpa menunggu sang pemilik kamar.
"Mulai saat ini aku akan selalu menjagamu," ucap Ray yang membuat Angel meliriknya
"Gak usah gombal," sahut Angel lalu ikut merebahkan dirinya di tempat tidur
Kini Ray dan Angel saling pandang
"Sayang, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Ray
"Apa?" tanya balik Angel
"Apa kamu tidak pernah menjalin kasih dengan lelaki?" jawab dan tanya Ray jadi satu
Tiba-tiba kenangan tentang kekasih masa lalunya teringat kembali, kekasihnya harus meregang nyawa karena sakit kanker yang di deritanya.
"Maafkan aku mas, kamu juga berhak tau masa laluku supaya tidak terjadi salah paham diantara kita," imbuh Angel
"Iya gak papa, lalu bagaimana dengan Leo?" tanya Ray lagi
"Aku menyukai Leo dari dulu, tapi aku harus memendam perasaanku karena Leo lebih menyukai Rara daripada aku," jawab Angel
"Lalu bagaimana dengan kamu mas?" kini gantian Angel yang bertanya
Ray tersenyum ketir, masa lalunya sungguh kelam dia sering bergonta-ganti pasangan dan setiap menjalin kasih selalu berakhir di ranjang.
Begitulah ciri khas Ray
"Kamu pasti tau masa laluku, aku selalu bergonta-ganti pasangan, pernah juga aku mengencani kekasih Leo dan parahnya Leo melihat kami melakukan hubungan bejad itu," jawab Ray dengan sendu
Semenjak itu hubungannya dengan Leo menjadi buruk, Leo sangat membencinya meskipun berkali-kali dia menjelaskannya pada Leo jika dia tidak tau kalau dia adalah kekasih Leo.
"Oalah mas, tapi sekarang kamu benar-benar berubah kan mas, nggak ngulangin kesalahan masa lalu kamu lagi?" tanya Angel
"Nggak sayang, aku sudah memiliki kamu dan anak kita, kebejatanku cukup di masa lalu untuk masa sekarang dan mas depan aku ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi," jawab Ray
Mendengar kata-kata Ray, Angel pun tersenyum lega, dia sungguh bahagia karena memiliki dan dimiliki oleh Ray, karena baginya meskipun dulu adalah seorang Casanova yang penting sekarang dia sudah berubah.
__ADS_1
Ray dan Angel saling berpelukan, Meraka sungguh bahagia sekali
"Semoga hubungan kita langgeng sampai maut memisahkan ya mas," ucap Angel
Ray mengangguk lalu mengecup kening Angel.
Karena sudah lapar mereka memutuskan untuk mencari makan,
"Kita cari makan dimana mas" tanya Angel
"Percuma kita nggak kan nemu," jawab Ray
Angel memutar netra nya ke arah Ray, dia bingung dengan kata-kata Ray yang ambigu menurutnya
"Maksudnya?" tanya Angel
"Ya kita nggak akan nemu makanan sayang ,karena setauku kita harus beli nggak cari," jawab Ray sambil terkekeh
Mas Rayyyyyyy
Teriak Angel melengking seperi suara terompet sangkakala
"Iya-iya sayang, bercanda. Lagian kenceng banget dulu jangan-jangan saat mama hamil kamu, beliau nyidam speaker" sahut Ray dengan menutup telinganya.
"Bagus dong biar kalau presentasi kau gak butuh mic," timpal Angel
Ray mengangkat tangannya mengaku kalah,
"Ya sudah ayo kita beli makan," ajak Ray
Mereka berdua naik mobil untuk pergi membeli makanan.
Disisi lain Leo dan Rara yang seusai melakukan kewajibannya duduk-duduk manis di balkon kamarnya.
"Sayang ingat ya, kamu masih punya hutang Lo," kata Leo mengingatkan
"Astagfirullah, iya-iya mas, takut amat kalau nggak dibayar," gerutu Rara
"Mengingatkan sayang, karena yang namanya hutang itu wajib dibayar," kekeh Leo
"Iya iya, ronde sepanjang malam kan? gampang aku tinggal di bawah kamu yang bekerja," sahut Rara
"Ya gantian dong sayang, masa aku yang bekerja terus," gerutu Leo tak terima
Rara tertawa, Leo yang gemas pun memeluk istrinya dari belakang.
"Sejatinya pria yang bekerja mas bukan wanita," kata Rara dengan terkekeh
"Yowes wes gimana baiknya saja aku," sahut Leo
__ADS_1