Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Kedatangan mertua


__ADS_3

Rara tertawa mendengar kata-kata Ilham, lalu dia menatap Ilham dengan lekat


"Perbaiki dari awal? kamu yakin?" tanya Rara


"Aku yakin Ra," jawab Ilham singkat


"Tinggalkan Vera," pinta Rara


Ilham menatap Rara, seolah memohon untuk tidak menginginkan hal itu.


"Bagiamana bisa Ra sedangkan Vera sedang mengandung anakku," sahut Ilham


Rara terdiam, jauh dalam lubuk hatinya dia juga tidak tega jika Ilham harus meninggalkan Vera karena bayi yang dalam kandungan Vera lebih membutuhkan Ilham daripada dirinya.


"Sudahlah mas, memang rumah tangga kita sudah ruwet, diperbaiki dari mana pun hasilnya akan tetap sama," timpal Rara


"Karena akar dari masalah kita adalah orang ketiga yang sengaja kamu bawa masuk dalam rumah tangga kita, seandainya kamu dulu nggak ngelakuin itu pasti rumah tangga kita adem ayem mas," imbuh Rara


Ilham hanya bisa terdiam, memang benar apa yang dikatakan Rara. Tapi nasi sudah menjadi bubur disesali seperti apapun tidak akan merubah keadaan.


Vera yang tak sengaja mendengar perbincangan Rara dan Ilham langsung saja masuk dan ikut menyahut.


"Aku nggak mau mas jika kamu meninggalkan aku, lihatlah dalam perut ini ada darah daging mu," kata Vera


"Tenang saja Vera, aku nggak akan meminta mas Ilham untuk meninggalkanmu. Biar saja aku yang mengalah karena cepat atau lambat aku pasti akan pergi meninggalkan mas Ilham," sahut Rara


Bola mata Ilham memutar menatap Rara, dia sungguh tak sanggup jika ditinggal Rara bahkan kini matanya mulai basah.


"Aku tak bisa Ra, jika kamu meninggalkan aku" kata Ilham dengan lirih.


"Tapi kita tidak bisa mas jika hidup seperti ini terus menerus, aku sakit mas," sahut Rara


Karena tidak ingin lama-lama dengan drama malam ini Vera mengajak Ilham untuk kembali ke kamar mereka dan Ilham langsung menurut saja tanpa ada penolakan.


"Baru saja bilang tidak bisa pisah dengan aku, tapi sikapmu yang menurut dengan Vera membuatku muak," gumam Rara


Pagi datang menyapa, Rara yang terbangun terlebih dahulu memasak di dapur. Entah mengapa dia ingin sekali memasak hari ini.


Dalam sekejap beberapa makanan tersaji di meja makan, saat asik bersih-bersih di halaman depan ada orang tua Ilham yang datang.


"Ra...." panggil mama Ilham


"Eh mama dan papa, kesini kok nggak bilang-bilang sih ma," sahut Rara lalu mendekat dan mencium punggung kedua orang tua Ilham.


Rara menyuruh orang tua Ilham untuk masuk, dia juga tak lupa membuatkan minuman untuk orang tua Ilham.


"Mana Ilham?" tanya mama dan papa


"Masih tidur ma, sebentar lagi dia bangun," jawab Rara

__ADS_1


"Kenapa nggak kamu bangunkan Ra?" tanya mama


"Nanti bangun sendiri ma," jawab Rara


"Nanti biar mama papa lihat sendiri anak mama keluar bersama istri mudanya," batin Rara


Tak berselang lama Ilham dan Vera keluar, Ilham sungguh kaget melihat orang tuanya ada di rumahnya.


"Ilham," teriak mama


"Mama," teriak Ilham juga


Papa dan mama Ilham pun bingung bagaimana bisa Ilham keluar dari kamar lain bersama seorang wanita.


"Dia siapa Ilham?" tanya mama


Dengan langkah pelan Ilham menghampiri orang tuanya.


"Dia istri ke dua Ilham ma," kata Ilham


Mama dan papa Ilham sangat kaget, bagaimana mungkin bisa Ilham menikah lagi tanpa bilang pada mereka


Plak...


"Keterlaluan kamu Ilham, bagaimana bisa kamu menikah lagi," kata Mama dengan tamparan yang mendarat sempurna di pipi Ilham.


"Hanya seorang bajingan yang tega melukai istrinya," sahut papa tak terima.


"Bagiamana kamu bisa tahan nak, hidup serumah dengan madu mu," kata mama iba dengan Rara.


"Rara berusaha sabar namun kelihatannya Rara sudah menyerah. Rara belum bisa memberikan keturunan buat mas Ilham berbeda dengan Vera yang sudah hamil," sahut Rara


Mama shock, Rara mencoba membawa mama untuk duduk. Begitu pula dengan papa, dia juga tidak menyangka kalau Ilham akan berbuat seperti ini.


Vera hanya mematung melihat mama, papa, Ilham dan juga Rara. Air matanya jatuh dia sungguh bingung harus bagaimana.


"Mama, papa mau nggak mau suka nggak suka ini adalah keputusan mas Ilham, Vera sekarang sudah mengandung anak mas Ilham jadi Vera yang berhak atas mas Ilham bukan Rara," kata Rara dengan mata yang berkaca


"Tapi Ra, bagaimana pertanggung jawaban kami pada orang tuamu?" tanya Papa


"Nanti biar Rara sendiri yang menjelaskannya pa," jawab Rara


Tiba-tiba mama Ilham pingsan, semua kaget begitu pula dengan Vera.


Ilham membopong mamanya ke kamar, dia juga mengolesi mamanya dengan minyak aromaterapi supaya cepat bangun.


Tak berselang lama Mama Ilham bangun dan saat terbangun dia menangis


"Kebangetan kamu Ilham," katanya

__ADS_1


Rara duduk di sebelah mama mencoba untuk menenangkannya. Dia menggosok punggung mama mertuanya supaya tenang dan bisa menerima kenyataan.


"Sabar ma, jangan mikir mas Ilham. Yang terpenting mama sekarang akan memiliki cucu dari mas Ilham, bukankah mama mendambakan sekali kehadiran seorang cucu?" kata Rara


Mama memeluk Rara, karena hari semakin siang Rara pamit untuk bekerja begitu juga Ilham. Kini tinggal Vera dan orang tua Ilham di rumah


Rara datang ke cafe dengan perasaan yang tidak karu-karuan, matanya berkali-kali mengeluarkan air hingga supir taxi yang melihatnya pun Iba.


Saat sampai di cafenya dia melihat mobil Leo sudah terparkir rapi di parkiran, Rara berjalan dengan langkah cepat dan menuju ke ruangannya.


"Selamat pagi Mas," sapa Rara


"Selamat pagi sayang," sapa balik Leo


"Tumben kamu berangkat siang?" tanya Leo


"Tadi ada orang tua mas Ilham datang ke rumah mas," jawab Rara


"Lalu?" tanya Leo lagi


"Ya aku menjamu mereka dong mas lalu kesini," jawab Rara


Leo mengambil kotak kecil dari sakunya, dia menyodorkannya pada Rara.


"Apa mas ini?" tanya Rara


"Bukalah Ra," suruh Leo


Mata Rara membulat dia sungguh tak menyangka kalau Leo akan membelikannya cincin sebagus itu


"Mas ini apa nggak terlalu mewah, ini pasti harganya mahal banget kan," kata Rara


"Di dunia ini nggak ada yang lebih berharga selain kamu sayang, cincin ini tak ada artinya apa-apa di banding dirimu," sahut Leo


Leo memakaikan cincin di jari manis Rara dan ukuran jarinya pas dengan cincin yang dibelikan Leo.


Setelah memakaikan cincin di jari Rara, Leo memeluk Rara dengan erat. Dia sungguh bahagia karena memiliki Rara.


"Aku adalah lelaki paling beruntung sedunia sayang karena memilikimu," kata Leo


"Aku juga mas," sahut Rara


"Mulai saat ini aku akan meyakinkan hatiku dan selalu berafirmasi kalau kamulah jodohku," timpal Leo


Rara semakin memeluk Leo dengan erat, dia kini sudah tidak peduli lagi dengan Ilham, toh dia bersikap seperti ini juga karena Ilham.


Seandainya Ilham tidak menikah lagi tentu hal ini juga tidak akan terjadi.


"Besok gugat cerai saja Ilham, kita bisa sewa pengacara hebat. Selain Ilham menikah lagi tanpa bilang, kamu juga bisa menggugatnya atas nafkah batin yang tidak kamu terima selain itu kamu juga bisa menuntut dia atas KDRT yang pernah kamu alami. Aku yakin gugatan yang banyak darimu akan membuat hakim dengan cepat mengetuk palunya,"

__ADS_1


kata Leo


Rara mengangguk lalu tersenyum.


__ADS_2