
Leo pergi dengan Bayu untuk membahas bisnisnya yang berapa di luar kota, oleh sebab itu dia berangkat pagi.
Memang Leo tidak berbicara dulu dengan Rara mengenai bisnis yang baru dia geluti, karena menurut Leo, Rara sudah sibuk dengan Leora maupun Liora.
"Leo berangkat ma," kata Leo dengan mencium tangan mamanya
"Mau kemana Le?" tanya mama
"Ke luar kota ma," jawab Leo
Deg
Rara mengalami Dejavu, kenangan tentang Ilham kembali merasuk ke dalam pikirannya.
" Mas Leo nggak mungkin selingkuh," gumam Rara lalu berlari mengejar Leo namun terlambat mobil Leo sudah menghilang di balik pagar.
Rara menangis di teras sambil terus memanggil nama Leo,
"Ray yang melihatnya menjadi iba, dia tidak mengerti kenapa jadi Rara dan Leo tidak seperti biasanya.
"Ra," panggil Ray
Dengan segera Rara menghapus air matanya dan tersenyum,
"Leo tidak pamitan padamu?" terka Ray
Rara menggeleng, air matanya lolos kembali, dia begitu sesak memikirkan perubahan Leo yang 180 derajat.
"Mas Leo pasti punya wanita di sana kak," kata Rara yang membuat Ray kaget
"Jangan terburu-buru menyimpulkan Ra, aku tau Leo dia tipe lelaki yang setia," sahut Ray
"Semoga saja apa yang kak Ray bilang benar tapi kapan hari aku ke kantornya mas Leo pergi makan siang dengan Angel," timpal Rara
Ray nampak berfikir "Hanya makan siang, nggak lebih," dia mencoba menenangkan Rara
Rara terdiam, berharap semoga apa yang Ray bilang benar.
Mendengar kata-kata Ray, Rara nampak sedikit lega.
"Kak Ray, bisakah kak Ray membawakan baby sitter kemari?" tanya Rara
"Kamu berubah pikiran sekarang," jawab Ray
"Mungkin mas Leo benar, seharusnya aku menggunakan jasa baby sitter, supaya aku bisa membagi waktuku," ungkap Rara
Ray mengangguk, dengan sekali pencet, dua jam kemudian akan ada dua baby sitter yang datang.
"Misi selesai," ucap Ray lalu memasukkan kembali ponselnya di sakunya.
__ADS_1
Setelah baby sitter nya datang, Rara memberitahukan tugas yang harus dilakukan baby sitter nya.
"Aku titip mereka ya, jaga baik-baik anak-anakku," ucap Rara lalu dia masuk ke dalam kamarnya.
Rara memandangi dirinya di cermin, perubahan Leo membuat tubuh Rara sedikit kurus. Dia juga nggak merawat wajah serta tubuhnya.
"Jelek sekali pantas mas Leo berubah," gumam Rara
**********
Dengan cepat sore hari pun tiba, Rara membersihkan dirinya lalu berias tipis. Niatnya sore ini Rara akan pergi ke cafe supaya dia bisa melupakan sejenak masalahnya dengan Leo.
"Kamu mau kemana Ra?" tanya Ray
"Cafe kak, biar nggak kepikiran mas Leo, terus" jawab Rara
Tak lupa Rara meminta ijin pada mertuanya,
Dengan menyimpan kegundahan hatinya, Rara mulai melajukan mobilnya ke cafe.
Saat mobil Rara belok, Leo datang dari arah yang berlawan.
Dalam mobilnya Leo bertanya-tanya, hendak kemana istrinya.
Setelah memarkirkan mobilnya Leo masuk ke dalam rumah.
Leo membalikkan badannya lalu mencari sumber suara. Ray yang sedari tadi duduk di sofa sambil memantau perkembangan perusahaannya yang berada di Jakarta.
"Kemana?" tanya Leo
"Entahlah tadi menangis membawa koper," jawab Ray bohong
Nampak raut wajah Leo berubah, seketika dia berlari ke kamarnya mengecek baby Leora dan Liora.
Saat membuka pintu kamar anaknya Leo sedikit lega, dia juga kaget karena ada dua orang yang menunggui anak-anaknya.
Leo kembali lagi ke tempat dimana Ray berada, Ray sedikit menahan tawa melihat adiknya yang kalang kabut akibat cerita hoax nya.
"Rara tidak bilang akan kemana gitu kak," tanya Leo dengan panik meskipun dia mencoba menyembunyikannya pada Ray
"Masih peduli dengan Rara?" Ray melemparkan pertanyaan balik yang sedikit membuat Leo frustasi
"Sudahlah kak, dia mau kemana?" tanya Leo gak sabar menanti jawaban Ray
Ray tertawa dalam hati, dia sungguh senang sekali dapat mengerjai adiknya.
"Tidak bilang, cuma tadi dia pamitan sama mama dan aku kalau akan pergi jauh dari hidup kamu, menurutnya perubahan sikap kamu karena kamu memiliki wanita lain di luar sana, sikapmu mengingatkannya pada Ilham. Dia juga titip Leora dan Liora pada kami,"
Leo pun ambruk, duduk terkulai di lantai.
__ADS_1
"Aku sibuk ngurusi proyek baruku kak, bukan karena wanita lain," gumam Leo dengan mata basah
"Mungkin aku keterlaluan tapi semua karena aku juga kesal dengan Rara," imbuhnya.
Mama yang melihat Leo duduk di lantai pun mendekat dan bertanya
"Kamu kenapa Le?" tanya mama
"Rara kan ninggalin Leo ma," jawab Leo dengan Lirih
Ray dari tempatnya duduk mengkode mama supaya diam dan mengikuti cerita hoax yang dia ciptakan.
"Sudah sana cari Rara dan perbaiki hubungan kalian, baru saja punya anak sudah marah-marahan. Dalam rumah tangga wajar kalau marah-marahan itu bumbu-bumbu pernikahan yang membuat semakin sayang setelahnya namun kalau berlarut tidak baik juga karena rawan pisah. Mama dan Kak Ray tau kalau kalian ada problem namun kami memilih diam karena bukan ranah kami untuk ikut campur," jelas mama panjang kali lebar yang membuat Leo sadar
Ray tersenyum sambil mengacungkan jempolnya pada mama,
"Sudah cari sana, memangnya kalau kamu menyesal disini Rara bisa ketemu," ucap Ray yang seketika membuat Leo menatapnya
"Cari kemana Kak?" tanya Leo
"Ke cafenya atau ke mana kek tempat yang biasa Rara kunjungi," jawab Ray kesal pada Leo yang Lola
Tanpa pikir panjang Leo keluar untuk mencari Rara, setelah kepergian Leo, Ray dan mama bertos ria karena berhasil mengerjai Leo.
Rara yang sampai di cafenya langsung ke ruangannya, dia melihat sekilas tumpukan laporan di mejanya.
Rara mengambil satu yang paling atas lalu mengeceknya, karena tidak fokus Rara kembali meletakkan laporan yang dipegangnya. Dia yang masih memikirkan Leo lebih memilih merebahkan diri di bed ukuran sedang yang dulu Leo beli saat dia hamil.
Rara meletakkan tangannya di antara mata dan keningnya, hingga matanya tertutup oleh tangan Rara
"Mas, maafkan aku," gumam Rara
Karena otaknya bermain dengan asumsi-asumsi negatifnya membuat Rara kembali menjatuhkan air matanya.
"Sudahlah Ra, kamu bukan wanita lemah seperti yang tertulis dalam kisah mu jadi hapus air matamu sekarang," batinnya lalu menghapus air mata yang jatuh.
Kini Rara pun tertidur.
Leo yang sudah sampai di parkiran cafe Rara lega sekali karena melihat mobil Rara terparkir di rapi di parkiran.
"Alhamdulillah," gumamnya lalu segera masuk kedalam.
Pemandangan pertama yang dia lihat adalah istrinya tidur dengan tangan yang menutupi matanya.
Dengan langkah pelan, Leo mendekati Rara yang memejamkan matanya.
Dilihatnya istrinya dengan lekat,
"Maafkan aku," gumam Leo
__ADS_1