Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Peraturan aneh


__ADS_3

Pagi sekali Rara sudah bersiap dengan dress nya tak lupa jam tangan serta tasnya.


Leo yang baru keluar dari kamar mandi tiba-tiba menutup hidungnya.


"Parfum apa sih sayang yang kamu pakai?" tanya Leo dengan sedikit mundur menjauhi Rara


"Ya parfum biasanya mas," jawab Rara


"Baunya kok gini," protes Leo


"Hidung kamu tu mas yang nggak bener, parfum aku dari jaman dulu ya ini, baunya pun juga seperti ini," gerutu Rara yang tidak terima jika parfumnya di protes Leo


Perut Leo bergejolak, isi di dalamnya meronta untuk keluar, Leo yang sudah tak sanggup bertahan berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi dalam perutnya.


Rara berlari menyusul Leo yang sudah memuntahkan isi dalam perutnya.


Rara memijat tengkuk Leo supaya Leo merasa baikan.


"Kamu sakit ta mas?" tanya Rara dengan khawatir


"Nggak sayang ntah kenapa saat mencium bau parfum kamu aku merasa mual," jawab Leo


Rara yang tidak tega melihat Leo yang lemas pun memeluk suaminya


Lagi-lagi Leo yang mencium bau parfum Rara merasa mual namun sebisa mungkin dia tahan karena tidak ingin melepas pelukan istrinya.


"Sayang lepas dulu. Huek, huek," Leo kembali memuntahkan isi dalam perutnya karena sudah tidak kuat menahan lebih lama lagi


Setelah puas memuntahkan isi dalam perutnya, Leo sedikit menjauh dari Rara


"Sayang please lapas bajumu, gunakan baju tanpa parfum," pinta Leo dengan lemah


Rara menurut akan semua yang diperintahkan Leo,

__ADS_1


Sesudah rapi Rara dan Leo turun untuk sarapan.


Mama yang tau kalau Leo agak pucat bertanya


"Kamu kenapa Le?"


"Nggak kenapa-kenapa ma, Leo merasa mual saja saat mencium parfum Rara." Jawab Leo


Mama tersenyum, kini beliau yakin kalau Rara telah hamil namun beliau lebih memilih diam dengan melihat perkembangan berikutnya karena bisa saja perkiraannya salah.


Seperti biasa Leo mengantar Rara terlebih dahulu sebelum dia pergi ke kantornya.


Mobil mewah Leo telah memasuki kawasan perusahaannya, di parkiran dia berpapasan dengan Bayu sehingga mereka masuk ke dalam bersama.


Saat memasuki kantornya, banyak sekali bau parfum beraneka ragam menyatu yang membuat Leo mual, dengan menahan gejolak dalam perutnya Leo berlari menuju toilet lantai bawah.


Lagi-lagi Leo memuntahkan isi dalam perutnya, Bayu yang khawatir dengan keadaan Leo menyusul dan menunggu di luar toilet.


"Anda kenapa pak?" tanya Bayu dengan khawatir


"Mual Bay, saat aku masuk bau parfum para pegawai membuat isi dalam perutku meronta untuk keluar," jawab Leo dengan memijat pelipisnya karena kini dia merasakan pusing.


Bayu menyarankan Leo untuk periksa takutnya kalau terjadi apa-apa. Misal mag atau asam lambung yang membuat Leo mual dan muntah-muntah


Leo dan Bayu berjalan menuju ruangan masing-masing, saat berpapasan dengan salah satu pegawai, Leo mual kembali namun kali ini Leo dapat menahannya sehingga tidak sampai muntah.


"Oh ya Bay ikut ke ruanganku sekarang, ada tugas buat kamu," suruh Leo lalu mereka berjalan menyusuri koridor dengan Leo yang menutup hidungnya sehingga membuat para karyawan yang melihatnya bertanya-tanya.


"Akhirnya, terbebas juga dari bau parfum mereka," gumam Leo


"Sebenarnya aku ini kenapa ya Bay? nggak pernah aku mengalami hal seperti ini sebelumnya, apa jangan-jangan aku mempunyai sindrom atau alergi terhadap bau parfum?" imbuh Leo menerka penyakitnya


"Entah lah pak, saya juga tidak mengerti. Kita akan tau alasannya jika sudah periksa, jika pak Leo berkenan saya bisa memanggil dokter kesini," sahut Bayu

__ADS_1


Leo menolak untuk diperiksa dokter dengan alasan kini dia sudah baikan.


"Bay, tolong umumkan pada seluruh karyawan mulai besok dilarang memakai parfum saat datang ke kantor, jika ada yang melanggar akan dipecat," kata Leo


Mendengar peraturan baru Leo membuat Bayu ingin protes, bagaimana bisa dia membuat peraturan seperti itu,


"Baiklah pak," sahut Bayu dengan pasrah


"Oh ya untuk nanti tolong umumkan saat aku berjalan jangan ada yang mendekat," imbuh Leo


Bayu hanya geleng-geleng kepala, bingung sebenarnya ada apa dengan bos nya tersebut.


Karena tidak ada yang dibicarakan Bayu pamit undur diri untuk mengumumkan peraturan baru Leo


"Permisi, mohon perhatiannya sebentar. Ada peraturan baru dari pak Leo untuk kita semua, mulai hari ini kita dilarang memakai parfum saat datang ke kantor, apabila ada yang melanggar langsung dipecat karena bisa membuat pak Leo mual dan muntah, terima kasih," kata Bayu


Para pegawai berbisik-bisik, mereka ingin sekali protes namun apa daya


"Pak Bayu apa peraturan ini berlaku seterusnya atau hanya sementara?" tanya salah satu pegawai


"Bisa seterusnya bisa juga sementara," jawab Bayu bingung


"Kenapa secara tiba-tiba begini pak, padahal kemarin-kemarin pak Leo fine-fine saja," protes mereka


"Ntah lah, seperti yang kalian lihat tadi pak Leo muntah-muntah saat mencium parfum kalian," timpal Bayu


"Mungkin istri pak Leo hamil pak," sahut yang lainnya


Seketika mata Bayu membulat, mungkin juga itu yang sedang dialami Leo.


Bayu pamit untuk kembali ke ruangannya namun sebelumnya dia ke ruangan Leo untuk memberi tahu supaya periksa ke dokter kandungan.


Saat masuk nampak Leo melakukan panggilan jadi Bayu mengurungkan niatnya untuk mengatakan apa yang dikatakan anak buahnya tadi.

__ADS_1


__ADS_2