
Mama yang terkejut menyuruh Ray untuk melihat apa yang terjadi, Ray segera melangkahkan kaki ke atas. Dia melihat barang-barang Leo sudah berserakan di lantai begitu pula dengan laptopnya
Perlahan Ray masuk, dia melihat Leo yang duduk di kursi kebesarannya sambil memijat kepalanya.
Ray mendekat lalu meletakkan tangannya di pundak Leo.
Leo tersentak kaget akan pergerakan Ray, dia menoleh dengan wajah yang tertekuk sempurna.
"Ada apa?" tanya Ray yang membuat Leo bangkit lalu mendekat ke arah jendela yang tirai nya terbuka separuh
"Nggak ada apa-apa kak," sahut Leo dengan menatap ke luar jendela
Pikiran Leo sungguh kalut, dia sungguh bingung apa yang harus dilakukan sedangkan Rara tidak mengerti sama sekali.
"Aku kakakmu, jadi jangan pernah berbohong padaku," timpal Ray lalu ikut berdiri berhadapan dengan Leo
"Aku hanya bingung saja dengan sikap Rara, yang semakin kesini semakin berubah," ucap Leo memandang kakaknya.
"Sabar Le, awal-awal pertama jadi seorang ibu mungkin membuatnya stres." Ray mencoba menenangkan Leo walaupun dia sendiri merasakan ada perubahan pada Rara.
Leo mengangguk dan tersenyum, selepas kepergian Ray, Leo kembali ke kamar. Tiap malam Leora dan Liora tidur dengan mereka.
Saat masuk kamar terlihat Rara menyusui salah satu baby nya ntah Liora atau Leora.
Dia mendekati Rara,
"Capek kan, ngurusin Leora dan Liora sendiri. Coba nurut pakai jasa baby sitter pasti saat ini kita udah tidur nyenyak biarin baby sitter yang urus," kata Leo
Rara yang masih kesal hanya terdiam, setelah meletakkan baby-nya dia merebahkan dirinya membelakangi Leo.
Leo yang merasa diabaikan jadi marah.
"Teruslah seperti itu, aku benar-benar muak sekarang," ucapnya lalu mengambil kunci mobilnya dan keluar kamar.
Keesokan harinya Rara tidak melihat Leo, dia bertanya pada Ray dan mama kalau mereka juga tidak melihat Leo.
Ada rasa bersalah karena telah mengabaikan suaminya.
"Maafkan sikapku semalam mas," gumam Rara.
Rara tidak tenang, karena Leo tidak biasanya bersikap seperti ini, ada keinginan untuk mengantarkan makan siang untuk Leo dan meminta maaf.
Sebelum jam makan siang Rara sudah menyiapkan segala sesuatunya, dia menitipkan kedua bayinya pada mama mertuanya.
"Ma, Rara mau mengantar makan siang untuk mas Leo, Rara titip Leora dan Liora ya." Rara pamit pada mama mertuanya
"Iya Ra," sahut mama dengan tersenyum
__ADS_1
Rara mengendarai mobilnya, pikirnya dia akan makan siang dengan suaminya dan meminta maaf supaya hubungan yang renggang bisa utuh kembali.
Rara sudah menginjakkan kakinya di kantor Leo, saat hendak ke ruangan Leo, dia dipanggil salah satu karyawan Leo yang bertugas di meja resepsionis
"Bu Rara,"
Rara menghentikan langkah kakinya dan menoleh, karyawan tersebut mendekati Rara dan berucap
"Mohon maaf Bu Rara, pasti Bu Rara hendak ke ruangan pak Leo, tadi pak Leo keluar dengan Bu Angel rekan bisnisnya untuk makan siang,"
Rara mematung sejenak, matanya berkaca ketakutan kini merasuk ke dalam dirinya.
Dengan langkah gontai Rara keluar kantor Leo, dia pulang dengan perasaan yang was-was, Rara kini sungguh tak tenang.
"Kamu nggak macem-macem kan mas," gumam Rara lalu mengendarai mobilnya.
Pikirannya kembali ke masa dimana Ilham menghianati nya. Air matanya terus saja mengalir meski dia tidak ingin menangis.
Tak terasa mobil Rara sudah sampai di depan rumahnya. Dengan segera dia menghapus air matanya lalu turun.
Mama menunggu kepulangan Rara beliau bilang kalau Leora dan Liora sudah tidur dan mama menidurkan mereka di kamar.
"Makasih ya ma," ucap Rara lalu segera ke kamarnya.
Sore hari pun tiba, Rara sudah tidak sabar menunggu kepulangan Leo namun hingga isya tiba Leo masih belum pulang.
Pikirannya sungguh bercabang kemana-mana, mencoba menghubungi Leo namun ponsel Leo selalu di luar jangkauan.
"Please mas." Hati Rara sungguh tidak tenang, dia mondar mandir sendiri.
Leora dan Liora seolah tau kalau mama mereka sedang galau oleh sebab itu mereka tidak menangis dan bermain sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan namun Leo masih belum pulang.
Rara mencoba tenang dan dengan sabar menunggu Leo.
Karena lelah menunggu, Rara akhirnya menyerah lalu merebahkan dirinya dan baru sebentar saja dia sudah terlelap.
Tepat pukul satu Leo pulang,
Ceklek
Leo berusaha membuka pintu kamar dengan pelan supaya baby twins nya tidak terganggu begitu pula dengan Rara.
Saat hendak merebahkan dirinya, Leora menangis dia seolah tahu kalau papanya pulang.
Mendengar tangisan Leora, Rara terbangun. Dia segera bangun lalu menyusui Leora dan menidurkannya kembali setelah Leora tidur.
__ADS_1
Leo yang capek merebahkan dirinya di kasur, Rara mendekati Leo dan bertanya
"Mas," panggilnya
"Iya," sahut Leo
"Kamu pulangnya kok larut?" tanya Rara
"Untuk apa pulang cepat, di rumah juga nggak diperhatikan," jawab Leo tanpa mengubah posisinya
Rara terdiam, dia merasa bersalah atas sikapnya selama ini yang mengabaikan Leo dan tidak mengerti keadaan Leo.
"Tapi kamu kenapa tadi keluar sama Angel, kan kamu tau mas kalau aku nggak suka jika kamu dekat-dekat dengan Angel," ucap Rara sambil menarik kaos Leo.
Arrggggg
Leo mengusap rambutnya kasar.
"Aku tu lelah, capek, kesel ngerti opo ora seh awakmu?"sahut Leo kesal dengan melemparkan tatapan mautnya pada Rara
"Aku ngerti mas, tapi aku nggak suka kalau kamu dekat-dekat dengan Angel, ingat mas awiting tresno iku soko kulino," ucap Rara
(ingat mas asal muasal suka itu dari kebiasaan)
"Udah stop, aku malas ribut dan nggak mau ribut. Aku capek, aku lelah dan aku nggak mau bahas Angel atau wanita lain," timpal Leo
"Kalau begini terus aku mending tidak pulang," imbuh Leo lalu turun ranjang dan keluar kamar.
Rara menangis tanpa isakan,
"Kenapa jadi begini mas, kita seharusnya bahagia dengan adanya Leora dan Liora bukannya malah seperti ini hubungan kita," gumam Rara dalam tangisnya.
Hal ini berlangsung cukup lama, hingga hubungan mereka bukannya membaik malah semakin memburuk.
Leo selalu pulang larut bahkan terkadang dia tidak pulang.
Mama dan Ray merasa ada yang aneh namun ketika Meraka bertanya baik Leo maupun Rara tidak pernah mengaku.
Pagi ini Leo bangun pagi sekali, dia hendak pergi ke luar, Rara yang sudah bangun jadi heran kenapa Leo berpakaian rapi di hari Minggu.
"Kamu mau pergi kemana mas kok berpakaian rapi?" tanya Rara
"Ada urusan" jawab Leo singkat
"Kemana?" tanya Rara
"Sudahlah kamu nggak perlu tau, tugas kamu hanya di rumah merawat anak-anak nggak usah kepo dengan urusanku," jawab Leo lalu dia mengambil blazer waran putihnya dan keluar.
__ADS_1
"Aku rindu sama kamu mas," gumam Rara dengan air mata yang jatuh.