Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Rara terjatuh


__ADS_3

"Iya sayang," sahut Edward


"Mau melihat Vera?" tanya Renata


"Tadinya iya tapi sekarang urung," jawab Edward lalu menghampiri Renata.


Mereka berdua pun masuk kamar bersama.


********


Usia kandungan Rara sudah memasuki bulan ke lima, meski baru lima bulan namun perut Rara sudah kelihatan besar sekali.


"Mas tolong mas, ni punggung aku sakit sekali," keluh Rara sambil memegangi punggungnya


Leo meletakkan laptopnya dan mendekat ke arah Rara,


"Aku pijit ya sayang?" tanya Leo


"Iya mas," jawab Rara


Dengan telaten Leo memijat Rara, mungkin merasa keenakan Rara pun tertidur. Leo menghentikan aktivitasnya dan menatap lekat wajah istrinya.


"Kamu semakin cantik sayang," gumam Leo sambil menyingkap rambut Rara yang menutupi sebagian wajahnya


Leo tersenyum "I love you my beloved wife," ucap Leo lalu mengecup kening Rara.


"I love you too mas," sahut Rara dengan mata yang tertutup


Di dalam mimpi Rara mampu mendengar kata-kata Leo. Karena Rara sudah tertidur Leo melanjutkan pekerjaan yang sempat terjeda.


Dua jam berkutat dengan laptopnya kini Leo diserang rasa kantuk. Dia segera menyusul Rara ke tempat tidur lalu memeluknya.


Esoknya adalah jadwal Rara untuk memeriksakan kandungannya, Leo berencana ke rumah sakit dulu sebelum ke kantornya.


Saat di rumah sakit netra Rara menatap seorang wanita yang di temani seorang laki-laki menuju poli obgyn.


"Mas bukankah itu Vera?" tanya Rara


Leo mengikuti arah tangan Rara, dan kini netra nya lebih membulat daripada netra Rara, bukan kaget karena Vera namun karena lelaki yang bersama Vera


"Pak Edward," kata Leo


Rara yang penasaran pun bertanya


"Pak Edward siapa mas?" tanya Rara


"Teman kak Ray, tapi kenapa bersama Vera," jawab Leo dengan bingung


"Ya sudah kita kesana yuk mas," ajak Rara


Rara pun mendekat ke tempat Vera dan Edward menunggu. Vera pun kaget melihat Rara yang berbadan dua lebih tepatnya berbadan tiga


"Rara," panggil Vera


"Vera," sahut Rara


Hal sama pun terjadi antara Leo dan juga Edward

__ADS_1


"Leo," panggil Edward


"Pak Edward," sahut Leo


Vera menatap Rara dengan tatapan yang tidak biasa, dia menatap dari atas kebawah, bawah ke atas. Bibirnya melengkung "Kamu hamil Ra?" tanya Vera dengan mata berkaca


"Iya Vera," jawab Rara


Wanita yang dulu selalu dia jugde mandul kini telah hamil, Vera sungguh menyesal akan kata-katanya seperti si pahit lidah.


Tanpa aba-aba Vera memeluk Rara, tangisnya pun pecah.


"Ampuni aku Rara yang dulu telah menghina mu sampai menjudge kamu mandul," kata Vera dengan menyesal


Rara pun melepas pelukan Vera "Sudahlah Vera semua sudah berlalu yang penting itu sekarang," sahut Rara.


"Eh ngomong-ngomong kalian kenapa disini?" tanya Leo heran


"Kami sedang memeriksakan kandungan Vera Le," jawab Edward


Rara dan Leo sama-sama kaget


"Jadi Vera adalah istri kamu?" tanya Leo heran


"Iya Le," jawab Edward


Belum melangkah ke pertanyaan berikutnya nama Vera dipanggil sehingga Vera dan Edward harus segera masuk.


"Kami masuk dulu ya?" pamit Vera


Setelah diperiksa Vera dan Edward pun keluar dan kini gantian Rara dan Leo.


"Aku pamit ya Rara dan pak Leo," pamit Vera


" Iya Vera hati-hati ya," timpal Rara.


Rara dan Leo masuk ke dalam, dokter sudah menunggu.


"Nyonya Leo," kata Dokter


Lalu beliau menuju bed untuk melakukan USG,


"Lihatlah tuan dan Nyonya, bayi anda sehat. Alat kelaminnya sudah terlihat," kata Dokter menunjukkan Leo pada layar monitor.


Setelah melakukan pemeriksaan, dokter mengajak berbicara Leo dan Rara


"Semua sehat pak, namun tolong diperhatikan asupan gizinya, untuk tensi darah nyonya Leo lumayan tinggi jadi dikurangi ya makanan-makanan yang meningkatkan tekanan darah dan juga jangan makan makanan yang asin," pesan dokter panjang kali lebar.


"Baik dok," sahut Leo dan Rara


Seusai mendapatkan resepnya Leo dan Rara menebusnya lalu mereka ke kantor Leo


Karena ada meeting mendadak Leo menyuruh Rara menunggunya di ruangan.


"Sayang, jangan pergi kemana-mana. Stay di sini sampai aku kembali," pesan Leo penuh penekanan


"Ok mas," sahut Rara dengan tersenyum

__ADS_1


Satu jam berlalu Rara yang merasa bosan akhirnya mengindahkan nasehat Leo, dia tetap keluar untuk melihat-lihat kantor Leo


Rara sungguh takjub degan kemegahan kantor suaminya, sudah beberapa bulan menikah dengan Leo namun baru kali ini mendapat kesempatan untuk melihat-lihat isi kantor.


Rara sampai di loby, kebetulan ada OB yang sedang bersih-bersih. Dia sudah memasang tanda kalau lantai licin. Lagi-lagi Rara tidak mengindahkannya sehingga dia pun terjatuh.


"Aaaaaaaaaarrrrggggg," teriak Rara yang membuat pegawai yang bekerja di area loby berhamburan menolong Rara


Leo yang mendapat kabar kalau Rara terjatuh pun segera meninggalkan ruang meeting dan bergegas ke loby.


Melihat Rara yang kesakitan, Leo langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. Setibanya di rumah sakit Leo langsung menggendong Rara dan berlari menuju ruang ICU.


"Biar kami periksa dulu pak," kata dokter menyuruh Leo untuk menunggu di luar


Sesaat dokter keluar Leo langsung memberondongnya dengan banyak pertanyaan


"Bagaimana istri saya dok,"


"Bagaimana dengan anaknya?"


"Apa sekarang dia masih merasa kesakitan?"


Dokter tersenyum melihat kepanikan Leo, " istri Anda baik-baik saja, untung dengan segera anda membawanya kesini coba kalau terlambat bisa-bisa janin istri anda tidak tertolong," jelas dokter


Kini Rara dipindahkan ke ruang perawatan, setelah para perawat keluar Leo mendekati Rara. Karena merasa bersalah pada Leo, Rara hanya menunduk.


"Kenapa menunduk!" seru Leo


Mendengar kata Leo, Rara semakin ketakutan


"Jawab!" seru Leo lagi


"Maaf mas," sahut Rara menyesal


"Sebelum melakukan apa-apa pikir lah dulu, apa susahnya sih sayang menurut kata-kataku. Kurang apa sih aku padamu, hingga begitu berat dirimu menuruti kata-kataku. Asal kamu tau betapa paniknya aku saat mendengar kamu jatuh." Leo mengeluarkan unek- unek nya


"Bayangkan jika karena kejadian tadi kita kehilangan anak kita, apa kamu nggak menyesal?" imbuh Leo


Rara hanya diam seribu bahasa, dia sungguh takut melihat amarah Leo.


Mama yang mendengar kabar dari Leo segera menyusul ke rumah sakit, saat mama tiba nampak Leo dan Rara saling diam.


Mama mendekat ke arah Rara " Ra kok bisa jatuh nak?" tanya mama dengan khawatir


"Entah ma," sahut Leo dengan marah


Mama menghela nafas, netra nya memutar melihat Leo


"Istri sakit kok marah-marah di Leo?" tanya mama lagi


"Jangan terlalu dimanja ma, ya begini kalau dimanja," jawab Leo


Netra mama kembali ke Rara


"Jangan diambil hati, setelah dia puas marah nanti berhenti sendiri," kata mama


Rara mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2