
Di kamar Rara termenung memikirkan kata-kata mama, hingga Leo yang menyuruhnya untuk mandi tidak digubris karena dia asik dalam lamunannya sendiri.
"Kamu kenapa lagi sih sayang?" tanya Leo sambil menepuk bahu Rara
"Nggak papa mas, oh ya mas bagaimana kalau kita program hamil." Rara menatap Leo dengan tersenyum
"Pasti mikirin omongan mama ya, sudahlah kita tunggu dulu lagian kan kamu juga masih PMS," kata Leo lalu dia mengambil pakaian ganti yang sudah di siapkan oleh Rara sebelumnya
"Baiklah," sahut Rara lalu dia masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sambil menunggu Rara, Leo bermain ponselnya dan ada pesan dari Bayu yang mengatakan kalau Angel memutus kerja sama mereka karena dia tiba-tiba kembali ke luar negeri.
Leo yang kaget segera menelpon Angel untuk meminta penjelasan kenapa memutuskan kerja sama yang sudah berjalan dengan baik bahkan saling menguntungkan.
Panggilan Leo berkali-kali tidak dijawab sehingga membuat Leo merasa kesal.
"Ya begini kalau cinta ikut-ikut dalam sebuah pekerjaan," gumamnya
Rara yang setelah selesai mandi menghampiri Leo dan bertanya
"Kamu kenapa mas?" tanya Rara
"Nggak ada apa-apa sayang, klien ku memutuskan kerja sama sepihak." Kata Leo dengan tersenyum
"la kok gitu, terus gimana?" tanya Rara
"Ya nggak gimana-gimana sayang," jawab Leo
Rara yang hanya memakai handuk kecil untuk menutup tubuhnya membuat Leo panas, dia memeluk istrinya dari belakang.
"Oh ya sayang, gimana perutnya? apa masih sakit?" tanya Leo
"mendingan sih mas, kenapa?" tanya Rara balik dengan curiga
"Aku pijit ya?" kata Leo dengan tersenyum licik
"Perut nggak boleh dipijat, bahaya banyak organ di dalamnya," sahut Rara
"Kan bisa bagian lainnya," kata Leo tak mau kalah
Meskipun tau kalau Leo berniat licik namun Rara tetap mau dibawa Leo ke tempat tidur.
Tangan Leo awalnya memijat tangan Rara lalu mengelus perutnya semakin lama tangan Leo merayap ke dada Rara, dia terus memijat dada Rara
"Ini bukan memijat tapi meremas," protes Rara
"Biar gede sayang," sahut Leo asal
"Jadi menurut kamu punyaku kurang gede mas?" tanya Rara
__ADS_1
"Udah sayang, tapi aku pijat lagi supaya tambah bagus maksudnya," jawab Leo dengan terkekeh
"Kalau mau meremas, ya remas saja nggak usah pakai alasan biar gede biar bagus. Dimana-mana nggak ada tu riset yang menjelaskan kalau meremas dada bisa membuatnya bagus," sahut Rara
Leo hanya terkekeh, mereka akhirnya melanjutkan kegiatan mereka di kamar mandi ntah apa yang mereka lakukan.
Tiap hari Leo bertanya pada Rara kapan selesai dan kapan selesai sehingga Rara kesal dan puyeng dibuatnya dan akhirnya datanglah dimana Rara selesai datang bulan.
"Gimana sudah apa belum?" tanya Leo
"Sudah, nanti mas Leo bisa ambil jatahnya," jawab Rara
Leo sangat senang karena malam ini bendanya tidak nganggur lagi.
Seusai makan malam Leo ingin segera melakukan kewajibannya untuk memberikan nafkah batinnya,
"Le, mama mau bicara sama kamu nak," pinta mama
"Gimana kalau bicaranya besok saja ma, Leo harus buru-buru ini," jawab Leo
"Memangnya kamu mau kemana Le?" tanya mama heran
"Mau buatkan mama cucu," jawab Leo
Mama hanya menggeleng-gelengkan kepala sedangkan Rara hanya bisa menunduk atas kelakuan suaminya yang semakin hari semakin ngeres.
" Ya udah sana buatkan mama cucu yang banyak biar rumah ini nggak sepi lagi," kata mama
Leo menggendong Rara menuju kamar mereka, tanpa basa-basi terjadilah pertempuran panas, baik Rara maupun Leo sama-sama mengeluarkan suara-suara merdu mereka hingga dua insan ini terkulai lemah tanpa tenaga.
"Semoga benih kali ini segera jadi anak ya mas," harap Rara sambil memiringkan tubuhnya menghadap Leo
"Amin, semoga ya sayang, untuk itu kita harus selalu berusaha supaya cepat jadinya," sahut Leo
"Dan juga berdoa," timpal Rara
Meraka kini saling peluk dan baru saja sudah terlelap.
"Jangan mas jangan." Rara mengigau dalam tidurnya, Leo yang mendengarnya segera membangunkan istrinya
"Sayang, sayang bangun." Leo berusaha membangunkan Rara
Dengan nafas tersengal Rara terbangun dan langsung memeluk Leo.
"Aku takut mas," ucap Rara dengan lirih
"Jangan takut sayang, aku selalu di dekatmu," hibur Leo lalu mengajak istrinya untuk tidur lagi.
Karena kepikiran dengan mimpi buruknya Rara bangun dan beranjak ke kamar mandi. Dia mandi lalu menghadapkan diri pada penciptanya.
__ADS_1
Rara berdoa supaya dia dapat segera dititipi momongan.
Waktu sudah menunjukan pukul setengah empat pagi, Rara turun ke dapur untuk memasak. Pagi ini dia ingin memasak makanan kesukaan Leo dan juga mertuanya.
Saat subuh datang para art yang baru bangun kaget karena Rara sudah sibuk di dapur.
Mereka yang merasa tidak enak meminta Rara untuk istirahat namun Rara menolaknya, dia meminta para art untuk melakukan pekerjaan lainnya.
Setelah menyajikan masakannya di meja makan Rara pergi ke halaman belakang untuk berolahraga,
Leo yang sudah bangun mencari keberadaan istrinya,
"Sayang," panggil Leo dengan mengecek kamar mandi karena tidak menemukan Rara, Leo keluar kamar untuk mencarinya.
Bibir Leo tersenyum saat melihat masakan yang sudah tersaji di meja, dia sudah tau mana masakan Rara dan mana masakan art.
Kaki Leo melangkah ke halaman belakang nampak istrinya sedang berolah raga di sana.
"Sayang," panggil Leo
"Sudah bangun mas?" tanya Rara
"Belum, masih tidur," jawab Leo dengan terkekeh
"Ya sudah kembali sana," gerutu Rara kesal dengan jawaban Leo
"Lagian sudah tau kalau sudah bangun masih saja bertanya," sahut Leo
"Ya sudah aku nggak akan bertanya lagi," timpal Rara yang membuat Leo semakin gemas.
Dia mendekat ke arah istrinya, nampak keringat mengucur membasahi wajah cantik Rara.
Leo berinisiatif mengambil handuk kecil Rara yang tergeletak di kursi, dengan pelan dia mengusap keringat di wajah Rara.
"Istriku rek, rajine pol. Jam segini udah masak udah olahraga," puji Leo menggoda Rara
"Gombal nya lo," sahut Rara dengan tertawa
Leo yang gemas membawa Rara dalam pelukannya, dia juga mencium bibir Rara dengan lembut.
Mama yang hendak ke halaman belakang kaget dengan pemandangan indah dari anak dan menantunya tersebut.
"Duh pagi-pagi lihat orang berciuman," gerutu mama lalu kembali masuk ke dalam rumah.
Mama juga berpesan kepada para art supaya tidak ke halaman belakang karena ada adegan dewasa di sana.
Puas saling paut Leo dan Rara menyudahi aksi mereka,
"I love you sayang," kata Leo
__ADS_1
"I love you too mas," sahut Rara