Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Rival Ilham


__ADS_3

"Maksudmu apa mas," tanya Arini dengan heran karena dia tidak tau maksud dari perkataan Ilham


"Masak kamu nggak tau maksud aku Arini, sebenarnya kamu di luar sana memiliki pasangan kan?" jawab Ilham yang membuat Arini menatapnya


Ilham pun menatap Arini sehingga mereka berdua saling menatap.


"Aku kira kamu benar-benar mencintai aku tapi nyatanya enggak," kata Ilham lalu membuang wajahnya


"Sungguh mas aku tidak mengerti maksud kamu tu apa," sahut Arini


Ilham tertawa keras, lalu dia membuang tubuhnya di sofa.


"Aku ditinggal pernah, dikhianati pun juga sudah pernah kalau dirimu ingin bermain diluar sana, silahkan Arini, tinggal kita batalkan saja pernikahan ini," ungkap Ilham


Arini sudah kehilangan kesabarannya, dengan kesal dia menghampiri Ilham dan menamparnya


Plak


Terdengar bunyi tangan Arini yang menempel di pipi Ilham


"Aku nggak pernah menghianati kamu, jadi jaga bicaramu mas. Orang tua kita sudah mempersiapkan semua dengan matang, pernikahan hanya tinggal beberapa hari saja, dengan mudahnya kamu bilang ingin membatalkannya!" seru Arini


Ilham memegangi pipinya yang panas karena tamparan Arini,


"Kalau kamu tidak menghianati aku lantas siapa pria yang memelukmu kemarin!" Ilham tak kalah marah dengan Arini.


Arini memutar bola matanya, dia mengingat-ingat siapa yang memeluknya. Lama membuka memori akhirnya otaknya menemukan memori saat Pras mantannya meminta pelukan yang terakhir.


"Apa mas Ilham melihatnya?" batin Arini dengan ketir


"Arini Amanda Putri, jawab!" teriak Ilham yang membuat Arini tersentak dari lamunannya.


"Dia Pras mantan aku, sebelum orang tua kamu datang ke rumah untuk menjodohkan kita, aku sudah putus dengannya," jelas Arini


Ilham tertawa, kini dia bingung antara percaya dan tidak.


"Apa kamu bisa memastikan kalau mantanmu ini tidak menganggu hubungan kita. Kalau kamu mencintainya aku tak mundur alon-alon Arini," ungkap Ilham


Seketika mata indah Arini mengeluarkan airnya, dia sungguh merasa sakit saat Ilham bilang ~aku tak mundur alon-alon~ karena dia sekarang benar-benar mencintai Ilham.


(aku mundur pelan-pelan)


"Jangan lakukan itu mas, di hatiku cuma ada dirimu. Maafkan aku yang telah memeluk laki-laki lain, sungguh hal itu dia lakukan cuma hanya ingin saling melepas itu saja" jelas Arini.


Ilham nampak berfikir, dia dahulu juga begitu. Saat itu Rara juga calon istri Leo.


Dengan menghela nafas Ilham menatap Arini yang ada di sampingnya, dia mencoba mencari kebohongan dalam mata calon istrinya tersebut namun nihil yang ada hanya pancaran kejujuran dimata Arini.


"Ilham mendekatkan tubuhnya pada tubuh Arini, lalu dia memeluk Arini

__ADS_1


"Maafkan aku," kata Ilham dengan menyesal


"Baiklah namun ada syaratnya," kata Arini


"Apa, itu?" tanya Ilham


"Lain kali kalau ada apa-apa


jangan bersikap seperti ini lagi," jawab Arini


"Takutnya akan terjadi salah paham yang nantinya akan membuat kita susah sendiri," imbuh Arini


Ilham tersenyum lalu melepas pelukan Arini.


Dia berjanji tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi.


Di sisi lain Pras sangat kesal karena Arini akan menikah dengan Ilham. Pras sebenarnya berharap kalau Arini memaafkannya dan menjalin hubungan yang telah retak kembali.


"Kalau kamu tidak jadi milikku maka orang lain pun tidak ada yang boleh memilikimu," gumam Pras


Dengan wajah yang kesal Pras keluar untuk mengambil minuman dan betapa kagetnya dia melihat orang tuanya sudah ada di rumah


Karena bisnisnya orang tua Pras mau nggak mau menetap di Jakarta dan sesekali pulang ke Surabaya.


"Mama, papa, kapan pulang?' tanya Pras sambil bersandar pada dinding.


kakak mu memiliki anak," jawab Mama


Pras tak percaya kalau kakaknya memiliki anak, karena Pras sendiri tidak pernah tau Renata hamil. namun dia segera menepis pikiran negatif tersebut.


"Bagaimana Pras kapan kamu akan mencarikan mama menantu, tapi kalau cari jodoh jangan seperti kakakmu yang menikahi wanita yang tidak selevel dengan kita," pesan mama


Bagi Pras selevel atau tidak itu tidak jadi masalah karena yang penting adalah cinta kasih keduanya, harta dan kedudukan memang penting namun tidak segalanya hanya diukur berdasarkan harta dan kedudukan.


"Pras mau nikahnya hanya dengan Arini saja," kata Pras yang membuat mamanya marah.


"Kamu itu keras kepala sekali Pras, dia itu tidak selevel dengan kita, mau ditaruh di mana muka mama ini," sahut mamanya


Papa Pras tidak begitu menanggapi obrolan istri dan anaknya karena sibuk dengan ponselnya.


"Dulu kakak juga sama kan ma, dia juga menikah dengan wanita yang tidak selevel dengan kita," kata Pras dengan nada agak tinggi.


Karana tidak ingin berdebat dengan mamanya, Pras langsung saja pergi dan masuk kamarnya.


"Lihatlah pa, kelakuan Pras yang tidak ada sopan-sopan nya membuat mama jadi stres" kata Mama dengan suara yang agak tinggi


Papa tidak menggubris kata-kata istrinya sehingga semakin mama Pras kesal sendiri


Di kamarnya Pras membuang semua barang, dia tidak rela jika Arini menikah dengan pria lain. Untuk itu dia berniat mencari informasi terkait calon suami Arini.

__ADS_1


Keesokan harinya, Arini seperti biasa bersiap untuk bekerja, saat hendak berangkat ada Pras yang menjemputnya


"Pagi Arini," sapa Pras


Melihat Pras, seketika Arini langsung menyeretnya untuk masuk mobil kembali begitu pula dengan dirinya yang sesegera mungkin ikut masuk ke dalam mobil. Dia takut kalau sampai orang tuanya melihat Pras yang datang menjemput


"Mas hubungan kita kan sudah berakhir kenapa kamu malah datang kesini?" tanya Arini cemas


"Apa salahnya kalau aku menjemput, wajar kan jika seorang teman menjemput temannya," jawab Pras


"Please mas, jangan melakukan hal-hal yang membuat ibu dan ayah serta diriku marah," pinta Arini.


"Aku ini calon istri orang mas, mengertilah" pinta Arini dengan wajah memelas


Tatapan Pras kosong ke depan setelah mengantar Arini, Pras pergi ke kantornya.


"Pak pagi ini kita ada meeting," kata asisten mengingatkan kalau ada meeting.


"Iya, kamu kesana dulu dan siapkan berkas-berkasnya saya segera menyusul


Dalam ruang meeting Pras hanya melamun, otaknya berkelana ke mana-mana


"Pak bagaimana?" tanya asisten Pras


Pras terus saja melamun hingga panggilan asistennya yang ke empat baru membuat dia sadar dari lamunannya.


"Iya bagaimana Arini," kata Pras yang membuat para peserta rapat menahan tawa.


Pras yang malu hanya bisa menundukkan kepala,


"Mohon maaf lebih baik kalian lanjut tanpa saya, Karana otak saya sedang bertugas di tempat lain," pamit Pras dengan memberesi barang-barangnya


Dengan langkah pelan dia kembali ke ruangannya,


"Ada apa denganku," gumam Pras dengan mengusap rambutnya dengan kasar


Setalah rapatnya selesai, Asisten Pras datang guna melaporkan hasil rapatnya setelah itu Pras meminta asistennya mencari informasi terkait calon suami Arini mantan kekasihnya.


"Jangan harap kamu bisa lepas dariku Arini," gumam Pras dengan tersenyum licik


Disisi lain saat jam makan siang, Ilham melakukan panggilan dengan Arini.


Karena kesalahpahaman kemarin membuat Ilham semakin sayang pada calon istrinya tersebut.


"Jadi kapan kamu resign Arini?" tanya Ilham


"Rencananya besok mas," jawab Arini dalam sambungan teleponnya


Mereka mengobrol sangat lama sehingga tak sadar kalau jam makan siang akan segera habis.

__ADS_1


__ADS_2