Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Makanan pedas membawa bencana


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu, Ray selalu berada di sisi Angel bahkan saat Angel kerja dia selalu ikut.


Mereka juga sudah melakukan beberapa hal seperti foto prewed, pesan gaun pengantin dan juga pesan undangan. Rencananya Ray dan Angel tidak akan mengadakan pesta besar cukup resepsi biasa saja.


Hari ini adalah hari dimana hari kepulangan mama dan papa Angel, mereka juga nantinya akan menyiapkan segala sesuatunya begitu pula dengan mama Ray.


"Jadi kamu tinggal bersama Ray?" tanya mama heran


"Iya ma, siapa yang jagain Angel. Takut kalau malam ada apa-apa," jawab Angel


Mama menggeleng "Kenapa kalian bertindak sesuka hati kalian sih Angel, Ray," sahut mama


Papa yang tadinya diam ikut bicara


"Sudahlah ma, jangan membesarkan masalah lagipula benar yang dikatakan Angel siapa yang menjaganya kalau bukan Ray,"


Mama hanya bisa memijat kepalanya, bagaimana bisa anak yang dibangga-banggakan kini menjadi seperti ini, sudah hamil di luar nikah sekarang hidup bersama sebelum menikah.


"Yowes lah pa, gimana baiknya saja," ucap mama pasrah


Seusai mengomel mama pergi ke kamarnya sedangkan Ray dan Angel pergi keluar untuk jalan-jalan. Daripada suntuk di rumah dan pasti kalau di rumah mama selalu mengomel.


"Kita mau kemana mas?," tanya Angel


"Taman yuk sayang," jawab Ray


"Ok" sahut Angel setuju dengan ide Ray.


Entah ada acara apa taman sangat ramai, bahkan ada juga yang berjualan aneka makanan. Melihat penjual aneka makanan Angel jadi lapar mata.


Dia membeli banyak makanan sehingga membuat Ray marah.


"Itu jajanan nggak sehat sayang, kenapa beli banyak sekali?" tanya Ray kesal karena Angel begitu banyak


"Nggak papa mas, anak kita pengen semua," jawab Angel santai


Angel menyodorkan bakso bakar yang dibelinya di mulut Ray, awalnya Ray menolak tapi karena desakan Angel Ray memakannya.


Mata Ray membulat lalu menoleh ke arah Angel dan bilang "Enak sayang,"


Angel tertawa melihat calon suaminya tersebut tadi marah-marah sekarang malah bilang enak.


Karena ketagihan Ray mengambil bakso bakar Angel dalam sekejam sepuluh tusuk ludes tak tersisa.


"Lo Lo kok dihabiskan, aku makan apa mas?" gerutu Angel kesal dengan Ray


Ray terkekeh lalu dia pun mendekati penjual bakso bakar dan memesan lima puluh tusuk.

__ADS_1


Angel membulatkan matanya, dia sungguh tak habis pikir Ray akan memesan sebanyak itu.


"Kamu pesannya kok banyak sekali sih mas, memangnya kamu menghabiskan semua ini?" tanya Angel


"Habis habis tenang saja," jawab Ray


Setelah mendapatkan makanannya Ray langsung memakan bakso bakarnya, dan dalam sekerja dua puluh tusuk amblas


"Eling mas, jangan rakus nanti perut kamu sakit lo," pesan Angel


Ray meletakkan bakso bakarnya karena perutnya sudah penuh sesak.


Angel membeli es, karena dia merasa haus.


"Es apa ini?" tanya Ray


"Es dawet mas, mau coba?" tanya Angel


Ray menyeruput es Angel dan langsung ludes.


"Kamu tu mas, tadi bilangnya nggak mau beli makanan dan minuman takut nggak sehat tapi ini semua malah kamu yang habiskan," gerutu Angel


"Enak bangat sayang," sahut Angel


Puas makan dan minum di taman, kini Ray dan Angel pulang ke rumah.


Ray duduk di sofa sambil mengelus perutnya yang agak sakit.


"Perutku sakit sayang," jawab Ray


Leo dan Rara yang melihat kakaknya datang ikut bergabung,


"Kak Ray kenapa?" tanya Leo


"Sakit perut, la tadi rakus makan bakso bakar habis tiga puluh tusuk," jawab Angel


Leo dan Rara membulatkan mata, mereka tertawa tak menyangka kakaknya se rakus itu,


mama yang mendengar suara anak-anaknya juga ikut bergabung.


"Itu kenapa si Ray," tanya mama


"Sakit perut ma karena makan bakso bakar tiga puluh tusuk," jawab Leo


"Kamu tu Ray, ada-ada saja. Siapa yang suruh rakus," sahut mama sambil menggelengkan kepala.


Karena tak kunjung sembuh, Angel pun mulai panik

__ADS_1


"Ini gimana Le, kakak kamu kok nggak sembuh-sembuh," ucap Angel dengan cemas


Leo, mama dan Rara juga ikut cemas, lalu mereka membawa Ray ke rumah sakit. Dokter menganjurkan Ray untuk rawat inap untuk memantau perkembangan Ray.


"Sakit asam lambungnya kumat, mungkin dikarenakan terlalu banyak makan makanan pedas," kata dokter.


Ray sudah dipindahkan ke ruang perawatan,


"Besok lagi, jangan makan makanan yang pedas lagian rakus sekali makan bakso bakar sampai tiga puluh tusuk," omel mama


"Ray ini sakit ma, kenapa dimarahi?" protes Ray


"Salah sendiri, tau kalau nggak boleh makan pedas la ini malah makan pedas banyak lagi jumlahnya, kalau sudah sakit begini bagaimana, kalau nggak sembuh batal nikah Lo kamu," sahut mama kesal


Ray pun melemas sedangkan Angel ketakutan Karana dialah yang menyebabkan Ray makan makanan pedas tersebut.


"Angel ma yang buat mas Ray makan makanan pedas itu," kata Angel takut


Mama menghela nafas, meskipun Angel yang membuat Ray makan makanan itu tapi kalau Ray sadar dan paham pantangannya tentu dia tidak akan memakan bakso bakar hingga tiga puluh tusuk


"Ya sudah sekarang tau kan kalau calon suami kamu nggak boleh makan pedas, gak boleh makan asam, nggak boleh telat makan. Diingat ya Angel." Mama menjelaskan semua pada Angel


Angel mengangguk, "Iya ma, akan Angel ingat-ingat," sahut Angel


Leo mendekati kakaknya yang berbaring lemas


"Bagaimana kak, gagal nikah Lo kalo nggak sembuh-sembuh." Leo menggoda kakaknya


"Brengsek kamu Le, aku hanya sakit biasa bukannya sakit keras jadi nggak harus gagal nikah," omel Ray


Leo hanya terkekeh, Rara mendekati suaminya lalu mencubit perutnya


"Kok dicubit sih sayang," protes Leo


"Lagian Kakak sakit bukannya disemangati malah dia takut-takuti," sahut Rara


Leo tertawa, "Sekali-sekali sayang, lagian kadang kan kak Ray usil banget sama aku," timpal Leo


Kini mama, Leo dan Rara pamit pulang dulu nanti rencananya Leo akan menemani Ray dan Angel di rumah sakit.


Selepas kepulangan keluarga Ray, Angel mendekat lalu memeluk Ray.


"Maafkan aku mas, seandainya aku nggak goda kamu untuk makan bakso itu pasti kamu nggak gini," ucap Angel sambil menangis


Ray mengangkat kepala Angel dan menenangkannya


"Kamu nggak salah, aku memang yang rakus sayang jadi jangan menyalahkan diri kamu," kata Ray lalu mengecup kening calon istrinya.

__ADS_1


Ray menghapus air mata Angel, dia tidak senang melihat Angel menangis apalagi dirinya adalah penyebab wanitanya menangis.


"Please jangan ada air mata saat bersamaku, aku nggak mau menjadi penyebab air mata kamu keluar kalau pun boleh adalah air mata bahagia bukan air mata kesedihan," ujar Ray dengan tersenyum dan Angel pun mengangguk


__ADS_2