
Leo yang seharian nggak bertemu Rara meminta Bayu untuk membawanya ke apartemen. Rasa rindunya sungguh menggebu-gebu, dia sudah tidak sabar untuk bertemu calon istrinya.
"Apa nggak sebaiknya kita pulang ke rumah dulu pak, ganti baju lalu ke kantor karena dua jam lagi kita harus bertemu klien," kata Bayu yang membuat Leo mengusap rambutnya dengan kasar
Aarrrgggg
"Tapi aku sangat merindukannya Bay," sahut Leo
"Iya pak namun kita harus menemui klien. Karena jika pak Leo bertemu nona Rara dulu yang ada bertemu klien ditunda kalau nggak begitu dibatalkan," timpal Bayu dengan tersenyum
"Baiklah, baiklah kita pulang lalu ke kantor biar nanti siang aku ke cafenya," ucap Leo pasrah
Bayu melajukan mobilnya ke kediaman Leo, Dia dan Leo segera mandi dan ganti baju.
Terkadang memang Bayu ikut pulang ke rumah, Leo juga meminta Bayu untuk meletakkan baju gantinya di rumah Leo.
"Sarapan dulu Bay," suruh Leo
"Baik pak," sahut Bayu
Mereka sarapan bersama begitu pula dengan mama Leo
"Pulang jam berapa Le, kok pagi baru nyampe?" tanya mama
"Jam tiga dari sana ma," jawab Leo
"Ini langsung berangkat lagi?" tanya mama
"Iya ma, la gimana lagi. Demi sesuap nasi untuk mama dan Rara nanti," jawab Leo sambil terkekeh
Mama dan Bayu tertawa mendengar kata-kata Leo
"Lihatlah Bay, atasan kamu pinter sekali berkata-kata," kata Mama
" Iya nyonya, pak Leo sekarang sedikit berubah," sahut Bayu
Mereka tertawa bersama,setelah sarapan Leo dan Bayu pergi ke kantor.
Karena terburu-buru Leo meninggalkan ponselnya di rumah.
"Lo Bay, ponselku ketinggalan," kata Leo saat dia hendak menuju ruangannya
"Apa perlu diambil pak?" tanya Bayu
"Nggak usah Bay, nanti siang saja aku ambil sekalian ke cafe Rara," jawab Leo
Leo dan Bayu bersiap untuk bertemu klien, namun tiba-tiba sekertaris klien Leo bilang kalau mereka mundur satu jam dari waktu yang di tentukan.
"Bagaimana kalau biar mereka kesini saja pak," saran Bayu
__ADS_1
"Ya sudah malah kebetulan jadi kita nggak usah keluar," sahut Leo
Bayu dan Leo kembali ke ruangan masing-masing, satu jam kemudian klien mereka pun sampai.
Betapa kagetnya Leo ternyata kliennya adalah temannya dulu.
"Angel?" panggil Leo kaget
"Leo," sahut Angel
Sebenarnya Angel sudah tau kalau kliennya adalah Leo namun berbeda dengan Leo yang belum tau.
Leo dan Angel yang sudah saling mengenal langsung ke inti pembicaraan mereka. Dua jam berlalu pembahasan mengenai pekerjaan pun selesai.
Di sisi lain Rara cemas dengan Leo, pasalnya tak biasanya Leo seperti ini, semenjak semalam Leo tidak menghubunginya.
Bahkan pagi ini dia tidak konfirmasi dan juga tidak menjemputnya.
"Kamu kemana mas? apakah baik-baik saja." batin Rara
Karena tidak ingin terbelenggu dengan rasa cemasnya, Rara pun pergi ke kantor Leo tak lupa dia membawakan makan siang untuk calon suaminya itu.
Saat membuka pintu ruangan Leo, Rara melihat Leo mengobrol dengan wanita yang tak lain adalah Kliennya. Rara melihat kedekatan diantara mereka. Terlihat Leo tertawa lepas berbicara dengan Angel.
Rara pun tersenyum lalu menutup pintu ruangan Leo pelan-pelan.
Ntah mengapa air mata Rara jatuh, kenangan buruknya bersama Ilham teringat kembali. Dia pasrah jika Leo seperti Ilham yang menghianati nya.
"Aku nggak mau menangis, aku nggak mau menangisi laki-laki lagi," batin Rara dengan tersenyum
Di loby Rara berpapasan dengan Bayu
"Halo nona Rara mencari pak Leo?" tanya Bayu
"Tadinya iya, karena aku sangat mencemaskan nya namun sekarang aku lega karena dia baik-baik saja. Oh ya mas Bayu, ini makan siang untuknya tolong kasihkan ya," jawab Rara dengan menyodorkan makanan pada Bayu
Rara tidak kembali ke cafe nya, dia pun meminta supir taxi membawanya ke tempat favoritnya.
Karena harus kembali ke kantornya, Angel pun pamit. Setelah Angel keluar dari ruangannya Bayu masuk dengan mengantar makanan yang diberikan oleh Rara tadi.
"Pak tadi ada nona Rara, dia meminta saya untuk memberikan makanan ini pada pak Leo," kata Bayu dengan menyodorkan makanan.
Leo membuatkan matanya dia cemas kalau Rara salah paham, "Dia mana Bay?" tanya Leo
"Sudah pergi pak, kira-kira dua puluh menitan yang lalu," jawab Bayu
"Gawat, fix dia salah paham karena melihat Angel," kata Leo lalu menyambar kunci mobilnya
Dia pulang untuk mengambil ponselnya, yang benar saja banyak pesan dan panggilan dari Rara.
__ADS_1
"Maaf sayang," gumam Leo yang langsung saja pergi lagi
Leo ke cafe Rara dan mencarinya kesana namun Rara tidak berada di cafenya bahkan ponsel Rara berada di luar jangkauan.
"Kamu dimana sayang?" gumam Leo lalu keluar dari ruangan Rara.
Dia bingung harus mencari Rara dimana lalu Leo pergi ke apartemen, lagi-lagi Leo tidak menemukan Rara.
"Sayang, please?" gumam Leo dengan frustasi
Di sisi lain Rara berada di sebuah pantai tempatnya ketika dia sedang keadaan tak baik. Disini tempat dia bertemu dengan Ray dulu.
Karena panas Rara berlindung di bawah pohon, pandangannya jauh menerawang ke laut luas.
Bibirnya tersenyum mengingat kejadian tadi, Leo sangat bahagia saat bercanda dengan teman wanitanya.
"Apa kamu juga seperti mas Ilham? mempunyai wanita lain tanpa sepengetahuanku mas?" gumam Rara.
Kejadian menyakitkan bersama Ilham teringat kembali, sekuat-kuatnya Rara menahan air matanya namun dia tak sanggup.
"Kamu ciptakan luka baru dan kamu membuka luka lama yang belum sembuh," batin Rara
Dia menghela nafas lalu mengusap air matanya.
Leo yang tidak menemukan Rara jadi frustasi, dia memarkirkan mobilnya di tepi jalan.
"Sayang, jangan siksa aku seperti ini," gumam Leo lalu melabuhkan kepalanya di setir mobil
Pikirannya sungguh tak tenang, dia bingung harus bagaimana.
Rara yang sudah cukup tenang kembali ke cafenya, dia melihat ponselnya namun ternyata mati. Segera Rara mencharge ponselnya lalu kembali menyibukkan dirinya.
Rara masuk ke dapur untuk membuat resep barunya yang dari kemarin dia siapkan.
Tak selang lama resep barunya pun jadi, dia menyuruh kokinya untuk mencicipi resep baru Rara.
"Bagaimana rasanya?," tanya Rara
"Sangat enak Bu," jawab Koki
"Besok tambahkan ya, dalam menu kita." Rara puas dengan resep barunya
"Siap Bu," sahut koki
Rara kembali lagi ke ruangannya, dan ternyata Leo sudah ada di dalam. Tadi dia menghubungi cafe Rara dan pramusaji bilang kalau Rara sudah kembali.
"Sayang," panggi Leo lalu menghampiri Rara dan memeluknya.
Rara yang masih sakit dengan kejadian tadi pun tidak menerima maupun menolak pelukan dari Leo.
__ADS_1