Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Malam pertama part 2


__ADS_3

Ahh aah aaahhh


Waktu sudah menunjukan pukul satu dini namun masih saja ada aktivitas di dalam kamar hotel mewah presiden suite.


Suara erangan dan de*sa*han Rara dan Leo menggema memenuhi seisi kamar. Aroma percintaan menguar sangat pekat, sehingga membuat dua manusia yang dimabuk asmara ini mengeluarkan tetesan-tetesan keringat meskipun suhu dalam ruangan tersebut hanya beberapa derajat saja.


Di atas bed ukuran king, Leo menaikturunkan pinggangnya dengan teratur sehingga membuat Rara yang di bawahnya menggelepar menikmati kenikmatan yang Leo berikan.


"Ahhhh ma s ahhh Le o"


"Ada apa sayang, apa ingin berganti posisi?" tanya Leo masih dengan memacu pinggangnya dengan cepat


"A ahhh ku, ma u sam pai aahhhh,"


Saking nikmatnya hingga Rara kesulitan bicara, sementara orang yang memacunya terus tersenyum puas karena dia telah membuat wanita yang di tindihnya mencapai kepuasaan beberapa kali.


Leo memacu lebih cepat menggoyangkan pinggangnya, dia ingin segera mendapat pelepasannya juga.


Rara lalu meletakkan tangannya di pinggang Leo membantunya untuk mempercepat pacuannya.


Permainan mereka semakin mengganas rintihan, desa han, erangan serta lenguhan dari keduanya semakin keras terdengar diselingi decakan dari bagian tubuh mereka yang menyatu, untung ruangan mereka kedap suara coba kalau nggak pasti seluruh penghuni hotel akan terbangun.


Leo sesekali mencium bibir Rara, namun kali ini bukan ciuman lembut namun ciuman liar dan Rara juga membalas ciuman Leo dengan liar pula.


Beberapa saat kemudian tubuh Rara menegang dan melengkung indah sementara Leo semakin membenamkan miliknya sedalam mungkin dan kini mereka berdua terkapar dengan Leo yang masih menancapkan miliknya di goa milik Rara.


"Kita lanjut besok lagi ya sayang, aku sudah menyerah untuk malam ini," kata Leo dengan nafas yang tersengal

__ADS_1


"Aku juga mas, tak ku sangka kamu sungguh perkasa sekali," sahut Rara


Dengan tubuh yang sama-sama polos, Leo membawa Rara masuk dalam pelukannya.


"Rasanya sungguh nikmat sekali ya sayang, mangkanya banyak yang menginginkannya sebelum menikah," timpal Leo


Karena tidak mendapatkan jawaban dari Rara, Leo melihat wajah Rara dan ternyata Rara sudah tertidur. Bibir Leo melengkung dengan indah lalu dia mengecup pucuk kepala Rara beberapa kali.


"Terima kasih dan selamat malam sayang," bisik Leo lalu ikut memejamkan matanya.


Pagi datang menyapa, tak terasa sudah jam tujuh pagi, Rara dan Leo masih belum bangun karena mereka kelelahan akibat pertempuran panas mereka.


Keluarga Rara pamit untuk kembali ke Sidoarjo tanpa menunggu Rara.


"Saya pamit dulu ya Bu, saya titip Rara." Ibu Rara pamit pada mama Leo


"Nggak menunggu Rara?" tanya mama


Rombongan keluarga Rara pulang, akhirnya mama Leo juga ikut pulang.


"Bagaimana dengan Leo ma?" tanya Ray


"Biarkan saja Ray, adikmu pasti capek nanti pasti mereka pulang sendiri," jawab mama


Mama dan Ray pun check out, lalu pulang ke rumah mereka.


********

__ADS_1


Disisi lain Vera yang baru bangun keluar untuk mencari Ilham ternyata Ilham sudah rapi dan sarapan di meja makan.


"Sarapan Vera." Ilham mengajak Vera untuk sarapan


Kini mereka sudah memiliki art jadi sudah ada yang menyiapkan sarapan setiap hari.


Dengan langkah malas Vera mendekati Ilham lalu manarik kursi.


"Kamu semalam pulang jam berapa?" tanya Ilham


"Ntah mas, acara belum selesai aku sudah pulang," jawab Vera


"Maaf ya aku kemarin tiba-tiba nggak enak badan jadi pulang terlebih dahulu," sahut Ilham menyesal


"Nggak papa kok mas," ucap Vera dengan tersenyum


Setelah sarapan Ilham berangkat ke kantor tak lupa dia mengecup kening Vera.


"Hati-hati di rumah ya," pesan Ilham


"Aku nanti mau keluar mas, mau belanja," pamit Vera


Ilham mengangguk lalu berangkat. Setelah sarapan Vera membersihkan dirinya, bau Ray masih menempel di tubuhnya untung tadi Ilham tidak mencium bau Ray.


"Laki-laki brengsek kamu Ray, lihat saja aku pastikan kamu akan mencari ku," gumam Vera dengan PD


Sehabis bersolek Vera pergi ke mall untuk belanja, dia menggunakan uang dari Ray kemarin.

__ADS_1


Saat sedang makan camilan di salah satu resto dalam mall Vera melihat Ray yang duduk menikmati kopinya.


Mengingat kata-kata Ray semalam membuat Vera pergi dari resto itu karena dia tidak ingin melihat wajah Ray.


__ADS_2