
Angel tak menyangka kalau Ray bisa berkata so sweet seperti itu.
"Mas ini kamu kan? roh kamu nggak tertukar dengan Leo kan?" tanya Angel
"Dasar, suami romantis malah dikira rohnya tertukar, baiklah kalau begitu nggak akan romantis lagi aku," jawab Ray dengan cemberut
Angel tertawa melihat suaminya merajuk
"Cie-cie merajuk," goda Angel
Ray tersenyum sambil memegangi tangan Angel,
Dekat, dekat dan semakin dekat, ciuman tak lagi terelakkan.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dan betapa kagetnya dokter dan suster melihat pasiennya malah berpaut.
Ehem ehem
Dokter berdeham, seketika Angel mendorong Ray supaya melepas pautannya.
"Maaf ibu dan bapak jika kegiatannya terganggu, saya hanya ingin memeriksa keadaan pak Ray," kata Dokter lalu mendekat ke bed Ray
Angel sangat malu, berbeda dengan Ray yang santai.
"Dokter seharusnya kalau kesini mengasih kabar , kalau tiba-tiba gini kan mengganggu tanggung sekali," ucap Ray yang membuat dokter tersenyum
"Maafkan saya pak Ray, lain kali saya akan menghubungi anda jika masuk kamar anda," sahut dokter lalu menyuntik Ray
Seusai memeriksa keadaan Ray dokter pamit untuk keluar,
"Bentar lagi makan malam untuk pak Ray datang, tolong diberikan ya Bu, jangan mengasih makan pak Ray dengan makanan yang kasar-kasar dulu," pesan dokter
Angel mendekat, "Aku malu banget mas tadi, ketahuan ma dokter," ucap Angel
"Biasa saja sayang," sahut Ray
*********
"Sayang nggak papa kan aku tinggal ke rumah sakit, kasian kak Ray dan Angel," kata Leo
"Nggak papa mas, aku yang seharusnya minta maaf nggak bisa nemenin kamu ke rumah sakit," sahut Rara.
Leo memeluk Rara dari belakang, "Kamu memang wanita yang sangat pengertian sayang, jadi makin cinta deh sama kamu," bisik Leo
Rara tersenyum menanggapi kata-kata gombal maut suaminya.
"Ya udah sana berangkat hati-hati ya," kata Rara lalu mengecup pipi Leo
Leo menunjuk dahinya supaya Rara juga mengecupnya, setelah dahi di juga menunjuk hidungnya, bibir dan lehernya.
Rara menjadi kesal dengan Leo, "kamu mau merampok ciumanku mas," kata Rara dengan ketus
Leo hanya tertawa, puas sekali menggoda istrinya.
Puas menggoda Rara kini Leo pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Edward yang ingin bertanya tentang perkembangan proyeknya pun ingin mengajak Ray untuk bertemu, karena Ray sakit akhirnya Edward memutuskan untuk menjenguknya di rumah sakit.
Edward datang bersama Ilham begitu pula dengan Leo.
"Lo ngumpul semua," kata Leo saat masuk dalam ruangan kakaknya
"Iya Le," sahut Edward
Mereka semua akhirnya bercanda bersama, ini seperti acara reuni daripada menjenguk orang sakit.
"Heh tertawanya jangan keras-keras bisa mengganggu pasien lainnya," omel Angel
"Iya sayang tertawanya nanti di silent," sahut Ray
Edward menyuruh Ilham untuk membeli minuman dan juga camilan.
"Aku gak nyangka, kamu secepat ini akan menikah Ray," ucap Edward
"Sudah kebelet," sahut Ray asal
"Kebelet apaan la kebiasaannya saja celup sana celup sini," timpal Leo
"Dasar adik durhaka," gerutu Ray
Mereka tertawa, Ilham kembali lagi dengan membawa banyak makanan dan minuman.
Dalam sekejap makanan dan minuman habis, dan ruangan seperti kandang ayam dengan banyak sampah.
Karena kenyang mereka semua tidur dan tidak kembali ke rumah mereka masing-masing.
Lagi-lagi dokter kaget melihat kondisi ruangan Ray yang seperti kapal pecah,
"Dok, ini kamar orang sakit apa kandang ayam?" protes suster
"Hus, orang kaya kan bebas, melakukan apapun semau mereka," jawab Dokter
Karena semua masih tidur dokter dan susternya keluar dan menutup pintu dengan pelan supaya tidak mengganggu mereka yang masih tidur.
Karena tak kunjung pulang, Rara berinisiatif untuk menghubungi Leo, akibat nada dering Leo semua pun terbangun.
"Astagfirullah sayang, maaf aku ketiduran," kata Leo kaget
Rara memutuskan panggilan telponnya sepihak.
Edward, Ilham, Ray dan juga Angel juga kaget apalagi melihat kondisi kamar mereka yang seperti kapal pecah.
"Hey mau kemana kalian, sebelum pada pulang bersihkan dulu," kata Angel
Mau nggak mau mereka membersihkan sampah mereka,
"Ngapain aku ikut membersihkan sampah, kan ada Ilham," ucap Edward
Edward menunggu Leo dan Ilham membersihkan sampah bersama, setalah bersih mereka segera pulang takut kalau para istri di rumah marah-marah.
Setelah sampai di rumah Leo segera masuk kamar untuk membersihkan diri lalu bersiap ke kantor.
"Kamu ngapain aja sih mas, kok jam segini baru pulang, memangnya nggak ke kantor?" tanya Rara
__ADS_1
"Maaf sayang, kemarin ada Edward dan juga Ilham jadi kami mengobrol dan larut baru tidur," jawab Leo
Rara membantu Leo menyiapkan keperluannya,
"Kamu nggak sarapan mas?" tanya Rara
"Nggak sayang, aku lupa kalau satu jam lagi ada rapat, sarapannya ngikut makan siang sekalian," jawab Leo
Leo mengecup kening Rara lalu melihat kedua bayinya yang semakin lucu.
"Halo sayangnya papa, maaf ya papa nggak bisa lama-lama karena papa harus berangkat," kata Leo lalu mengecup kening kedua baby nya.
Leora dan Liora seolah tau, mereka menangis setelah Leo berangkat. Rara menenangkan keduanya
"Cup ya sayang, papanya adik cari uang supaya bisa beli susu," hibur Rara
Bukannya berhenti kedua bayi ini malah menangis kenceng, sehingga membuat Rara kewalahan.
Akhirnya baby sitter mengambil kedua bocah ini dari Rara untuk mendiamkan mereka.
*********
Tiga hari sudah berlalu, Ray yang sembuh diperbolehkan pulang oleh dokter.
"Ingat pak, jangan makan makanan yang memicu asam lambung anda naik," pesan dokter
"Iya dok, saya mengerti," sahut Ray
Ray dan Angel pulang dengan dijemput oleh supir keluarga Ray, setelah sampai Angel membawa Ray istirahat di kamarnya.
"Ayo minum obatnya dulu mas," kata Angel dengan membawa kantong obat
"Minum obatnya nanti saja, aku bosan minum obat terus," gerutu Ray yang nggak mau minum obat.
"Kalau kamu nggak minum obat kambuh lagi Lo sakitnya," bujuk Angel
"Nggak akan kambuh jika aku bersama kamu sayang," gombal Ray
Angel tersenyum sambil geleng-geleng kepala,
"Yang aku butuhkan itu obat cintamu bukan obat dari dokter." Ray semakin gencar meluncurkan serangan gombalnya pada Angel
Angel nggak perduli dengan kata-kata Ray, dia membawa air di gelas dan menyodorkan obat pada Ray.
"Minum atau kalau nggak aku akan pulang dan nggak mau merawat kamu lagi," ancam Angel
Ray menghela nafas panjang,
"OMG kalau diancam begini aku ya takut," gumam Ray
Ray meminum obatnya, setelah itu Angel menyuruhnya untuk istirahat namun lagi-lagi Ray menolak.
"Istirahatlah sayang, aku mau ke kantor," suruh Angel
"Nggak, aku mau ikut kamu ke kantor," sahut Ray
Angel menatap tatapan tajamnya pada Ray sedangkan Ray hanya terkekeh.
__ADS_1