Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Malam pertama Leo dan malam seribu Ray


__ADS_3

Ray memesan kamar mewah untuk Vera, seringai senyum licik terukir di wajah Ray. Sebenarnya Ray tidak tau apa-apa tentang Vera dan dia nggak ingin tau tentangnya, yang dia tau malam ini dia butuh pelepasan selain lama tidak memanjakan barangnya dia juga berhasrat gara-gara memikirkan Leo yang sedari tadi gagal unboxing.


"Kamu istirahatlah dulu karena aku harus kembali ke acara, Leo pasti mencari ku," kata Ray saat hendak keluar


"Tidak bisakah kamu di sini saja Ray," pinta Vera


Vera membuka resleting bajunya sedikit dan menurunkan bahu bajunya sehingga bahunya yang putih terekspos.


Ray yang sejatinya adalah pria normal menelan Salivanya, tubuhnya sedikit memanas dan tanpa aba-aba Ray mendorong tubuh Vera sehingga Vera terjatuh di tempat tidur.


Ray membuka baju Vera lalu melemparnya sembarang, dalam bercinta Ray tidak suka berbasa basi mungkin akan berbeda lagi jika dia berhubungan dengan istrinya nanti.


"Terimalah akibatnya karena telah menggodaku dan membuat aku berhasrat," bisik Ray dengan senyuman liciknya


Dia langsung saja meremas dua benda kenyal Vera yang masih terbungkus b*r*a nya , puas meremasnya Ray melepas pakaian dalam Vera bagian bawah sehingga area sensitif Vera terlihat jelas oleh Ray.


Ray membuka resletingnya dan mengeluarkan isinya, nampak benda tumpul big size berdiri tegak.


Mata Vera membulat melihat benda dengan ukuran agak jumbo berbeda dengan kepunyaan Ilham


"Are you ready," tanya Ray


"Yes," jawab Vera dengan menggigit bagian bawah bibirnya karena tak sabar untuk menikmati rudal milik Ray


Aaahhhh erangan Vera menggema di seluruh ruangan tipe Suite yang dibooking Ray. Rasanya rongga senggamanya penuh dengan benda Ray


"Nikmatilah nona, mengerang dan men d*e*s*a*h lah," ucap Ray mulai memaju mundurkan pinggangnya.


"Boleh aku bermain sedikit kasar?" tanya Ray


Vera yang menikmati benda besar Ray hanya bisa mengangguk, dengan menggeliat dan menggelepar di bawah Ray.


Karena sikap murahan dari Vera akhirnya membuat Ray menganggapnya seorang j*a*l*a*n*g


Mendapat anggukan dari Vera, Ray menarik rambut Vera dengan sedikit kasar, puas dengan posisi men on top kini Ray membalikan tubuh Vera. Dengan posisi Vera yang nungging membuat Ray semakin mudah meremas dada Vera yang menggantung dan terayun akibat sodokan dari Ray.


Permainan Ray berbeda sekali dengan Ilham dan parahnya Vera malah menyukai permainan Ray.


Vera menegang yang tandanya dia mendapat pelepasannya. Ray terus saja memacu dengan cepat dengan berbisik


"Kamu puas?" tanya Ray


"Ahhhh i- ahhhh ya," saking nikmatnya Vera sampai terbata menjawab pertanyaan Ray


"Bagus," sahut Ray


Lama berpacu akhirnya Ray menegang lalu dia pun mencabut barang miliknya dan memuntahkan lahar nya diluar karena dia tidak memakai pengaman.


Vera masih menggeliat di kasur menikmati sisa-sisa kenikmatan yang masih tertinggal.

__ADS_1


Ray segera membersihkan dirinya lalu merapikan bajunya dan memakai kembali jas yang tadi dia lepas.


Setelah sadar dari kenikmatannya Vera mengambil tisu dan membersihkan lahar putih yang Ray keluarkan di luar.


"Terima kasih atas kesediaan dirimu melayaniku," kata Ray


"Sama-sama, oh ya kenapa kamu keluarkan di luar?" tanya Vera


"Supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari," jawab Ray


"Maksudnya," tanya Vera lagi


"Maksudnya aku nggak mau kalau sampai kamu hamil nona," jawab Ray


"Apa kamu nggak serius,?" tanya Vera lagi


Ray tertawa mendengar pertanyaan Vera


"Serius bagaimana maksud kamu?" tanya Ray balik


"Hubungan serius secara kamu kan sudah tidur denganku," jawab Vera


Ray mendekat ke arah Vera dan duduk lalu dia pun menepuk pipi Rara


"Dengar Nona, apa yang terjadi diantara kita adalah suka sama suka, aku nggak memaksamu dan kamu juga nggak memaksa aku, kita juga nggak ada hubungan sebelumnya jadi bagaimana bisa kamu menuntut hubungan yang serius, lagipula kamu juga nggak Virgin dan barang kamu nggak gigit sama sekali." Ray pun tersenyum licik


"Brengsek kamu Ray," umpat Vera


"Kalau kamu meminta bayaran karena sudah melepas hasrat ku, aku akan memberinya." Ray membuka dompetnya


Ray memberikan tiga puluh lembar uang warna merah pada Vera.


"Maaf aku menghargai mu segitu karena kamu kurang bisa menyenangkan aku dengan pangkal paha mu, lakukan perawatan supaya bisa menggigit. Kalau sudah menggigit hubungi aku," kata Ray lalu dia pun keluar dari kamar


Vera yang merasa dirinya dianggap ja*la*Ng oleh Ray membuang sprei dan berteriak.


Dia menangis sekeras-kerasnya, keinginannya supaya mendapatkan lelaki kaya namun dia malah dianggap sangat rendah.


Dengan sisa tenaga yang tersisa, Vera melangkahkan kaki ke kamar mandi lalu dia segera pulang.


Di sisi lain Leo dan Rara nampak bahagia, banyak para undangan yang ingin selfi dengan mereka.


Dua jam pun berlalu akhirnya acara resepsi pun selesai juga.


Semua keluarga Rara dibooking kan kamar oleh Leo begitu pula dengan keluarganya.


"Kalau kalian capek, kalian bisa istirahat," kata Ray dengan terkekeh


"Kasian dari tadi yang ngebet ingin malam pertama," imbuh Ray yang membuat Leo menatapnya dengan tajam

__ADS_1


"Sudahlah Ray, kamu ini mengganggu adikmu saja," kata mama sambil menggeleng geleng kan kepala.


"Awas kalau ada yang mengganggu," ancam Leo dengan tatapan mautnya pada Ray


"Iya-iya nggak, tapi aku ikut tidur kalian ya," goda Ray lagi


"Jangan ngarep," sahut Leo lalu dia mengajak Rara ke kamarnya.


Ray sudah mempersiapkan semuanya, dia membooking kamar terbagus dari hotel JW Marriot untuk Leo dan Rara.


Leo yang capek menjatuhkan tubuhnya di kasur,


"Akhirnya bisa rebahan," kata Leo sambil menikmati empuknya tempat tidur


Rara tersenyum melihat Leo, karena merasa berat dia ingin melepas gaun pengantinnya.


Namun Rara sangat kesulitan menggapai resleting bajunya sehingga Leo yang melihatnya berinisiatif untuk membantunya.


"Ngomong dong sayang kalau kesulitan," bisik Leo


Setelah gaunnya jatuh, nampak tubuh yang hanya terbungkus ********** saja.


Leo memeluknya dari belakang, tangannya masuk menyusuri dua benda kenyal milik Rara sehingga pembuat pemiliknya memejamkan matanya menikmati kenikmatan yang Leo ciptakan untuknya.


Ah, d*e*s*a*h*a*n keluar begitu saja dari mulut Rara,


"Siap sekarang sayang?" tanya Leo


Kenikmatan yang menguasai dirinya membuat Rara tak sanggup berkata-kata hanya bahasa tubuh yang dia tunjukan pada Leo.


Leo menyambar bibir Rara dengan lembut, lalu dia menggendong Rara tanpa melepas pautan bibirnya.


Leo segera melepas penutup tubuhnya, nampak benda keras di bawah berdiri dengan tegak siap untuk menerobos hutan milik Rara yang hampir setahun tidak dijamah


Bibir Leo kini menyusuri leher Rara yang telah dilukis sebelumnya.


Kini bibir Leo memainkan benda kenyal Rara, Rara semakin menggeliat penuh kenikmatan.


"Cepat mas masukkan," kata Rara lirih dengan diselingi de*sa*han yang keluar dari mulutnya.


Melihat istrinya yang tidak tahan membuat Leo menenggelamkan bendanya di pangkal paha Rara,


tangan Rara mencengkeram sprei, giginya menggigit bibir bawahnya sedangkan matanya terpejam menikmati kenikmatan dunia yang lama tidak dia rasakan.


Leo yang baru pertama kali melakukannya mengerang dengan keras, terasa bendanya digigit oleh benda Rara


"Aahh sayang, menggigit sekali," lirih Leo


"Hayok mas." Rara menyuruh Leo untuk memacukan bendanya supaya lebih nikmat.

__ADS_1


Baru sebentar saja Leo dan Rara sama-sama mendapatkan pelepasannya.


"Istirahat sepuluh menit setelah itu kita ke ronde kedua," kata Leo sambil mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.


__ADS_2