
"Apa?" kata Rara kaget
Dengan perasaan yang bercampur-campur Rara menyambar kontak mobilnya dan pergi ke Sidoarjo malam ini juga.
"Ya Rabb semoga tidak terjadi apa-apa dengan ayah," batin Rara
Dengan perasaan kalut, sedih, cemas menjadi satu Rara menerobos jalanan yang mulai sepi, tak sampai satu setengah jam Rara sudah sampai di rumah sakit tempat ayahnya dirawat.
Rara berjalan cepat menyusuri koridor rumah sakit yang nampak sepi
"Ayah," teriak Rara saat membuka pintu kamar perawatan ayahnya.
Di sana nampak banyak orang sakit juga,
Rara memutar bola matanya lalu mendekat ke bed dimana ayah nya berbaring lemah
"Ibu, ayah," panggil Rara dengan lirih
Mata ibu mencari sesuatu karena tidak menemukannya ibu pun bertanya
"Leo mana nduk? kamu kesini sendiri?" tanya Ibu
Rara bingung mencari alasan apa karena tidak mungkin jika dia mengatakan yang sesungguhnya
"Itu Bu mas Leo ke luar kota, iya ke luar kota," jawab Rara bingung
"Selamat," batin Rara
Ibu dan ayah sedikit curiga namun Meraka tidak begitu memperdulikannya.
Ruang perawatan ayah adalah kelas tiga jadi satu ruangan terdapat beberapa pasien.
"Apa sakit ayah kumat lagi Bu?" tanya Rara
"Iya nduk," jawab ibu
"Kenapa di taruh di kelas tiga sih Bu?" tanya Rara lagi
"Kemampuan ibu hanya di kelas tiga nduk," jawab ibu
"Kan ada Rara Bu," timpal Rara
Rara keluar menuju resepsionis, dia meminta suster jaga di sana untuk memindah ayahnya ke ruang perawatan VVIP
Ibu sempat komplain yang katanya nggak enak pada Leo namun Rara tidak menggubris kata-kata ibunya.
"Akhirnya, bisa rebahan," kata Rara saat ayahnya di pindahkan di ruang VVIP
Di sana ada bed tambahan untuk penjaga pasien dan juga sofa
__ADS_1
"Kamu istirahatlah nduk, pasti kamu capek apalagi perut kamu sudah membesar," kata Ibu
"Iya bu, ini dari tadi kenceng banget," sahut Rara
Karena keadaan ayah cukup baik Rara pun bisa tidur dengan tenang.
Pagi-pagi sekali Leo menyusul Rara di cafenya, namun Leo tidak melihat ada mobil Rara di sana.
Dia pun masuk ke dalam namun tidak mendapati istrinya dan kini pikirannya benar-benar gusar.
Leo bertanya pada OB di sana yang sedang bersih-bersih
"Apa ibu Rara tidak di sini?" tanya Leo
"Kemarin malam ibu Rara disini pak namun tadi subuh saya kesini saya sudah tidak melihat mobil ibu Rara," jawab OB
Leo melemas, "Kamu kemana sayang," gumam Leo
Dia pergi ke Sidoarjo siapa tau Rara di sana dan lagi-lagi Leo tidak mendapati mobil Rara yang artinya Rara tidak di sana.
"Kamu kemana sih sayang," gumam Leo lalu dia masuk mobilnya kembali
Di dalam mobil, Leo mencoba menghubungi Rara namun nomor Rara tidak aktif.
Leo sangat bingung, dia tak tau harus mencari Rara kemana lagi.
Leo akhirnya pulang dan berharap Rara di rumah namun lagi-lagi dia tidak mendapati mobil Rara yang artinya dia tidak di rumah.
Mama yang melihat Leo dengan raut wajah yang tidak karu-karuan pun mendekat.
"Ada apa Le?" tanya mama
"Rara menghilang ma," jawab Leo dengan lirih
Mama kaget "Kok bisa bukannya dia masih di rumah sakit?" tanya mama
"Leo meninggalkannya di rumah sakit sendiri ma, lalu dia juga pulang sendiri dan akhirnya kami bertengkar, Rara memutuskan pergi katanya supaya kami kita bisa saling merenung. Pagi tadi Leo menyusulnya ke cafe tapi Rara nggak di sana, Leo juga ke Sidoarjo tapi Rara juga nggak di sana, sekarang Leo bingung, harus cari dimana," jawab Leo dengan panjang
Mama hanya menghela nafas,
"Lain kali, jangan begitu Le. Meskipun marah tapi jangan ditinggal, kan kasian udah sakit sendirian di rumah sakit, mau apa-apa nggak ada yang bantuin, wajar saja dia marah. Sekarang sabar dan nunggu kabar dari Rara saja mungkin dia punya alasan sendiri kenapa pergi." Mama mencoba menghibur anaknya yang sedang bersedih
"Maafkan mama bukannya mama belain Rara," imbuh mama
Waktu menunjukan pukul sebelas siang, Rara baru saja menyalakan ponselnya yang mati karena kehabisan baterai ternyata ada banyak sekali panggilan telepon dari Leo,
Bibirnya melengkung ,dia lega sekarang karena Leo telah memaafkannya lalu dia pun mengirim pesan pada Leo dan bilang kalau dia sekarang ada di rumah sakit.
Mendapatkan pesan dari Rara membuat Leo semakin cemas.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sayang, nggak terjadi apa-apa kan." Leo mondar mandir bermonolog dengan dirinya sendiri sambil menunggu balasan dari Rara.
Karena Rara harus ikut ibu mengambil obat sehingga dia tidak membalas pesan dari Leo lagi.
Tak kunjung mendapat balasan dari Rara membuat Leo super cemas, lalu dia menghubungi Bayu untuk mencari lokasi Rara sekarang melalui nomor ponsel Rara.
Sebentar saja kalau Leo sudah mengantongi lokasi Rara terkini. Rara berada di rumah sakit Delta Surya Sidoarjo.
"Jadi benar kamu tadi pulang ke Sidoarjo, apa kamu sakit sehingga meminta ibu dan ayah untuk membawamu ke rumah sakit?" Leo bermonolog dengan dirinya sendiri, dia sangat-sangat cemas dengan keadaan Rara.
Tak butuh lama untuk sampai di Rumah sakit di kota Sidoarjo, Leo langsung tanya pada resepsionis kamar dan nomor berapa Rara dirawat.
"Mohon maaf pak, tapi kami tidak menemukan nama pasien yang bernama Rara," kata salah satu suster di sana.
"Coba cek lagi mba, siapa tau kelewatan," pinta Leo
Suster pun melakukan apa yang Leo perintahkan, namun nihil karena memang bukan Rara yang sakit.
Pikiran Leo sungguh kemana-mana, apa dia harus dor to dor setiap kamar untuk mencari Rara, apa informasi dari Bayu salah, entahlah pikirannya bercabang kemana-mana
Karena bingung Leo duduk sejenak sambil menghubungi Rara namun lagi-lagi tidak diangkat.
"Jangan permainkan aku sayang, cepat balas pesanku," gumam Leo dengan raut wajah tak karu-karuan
Rara yang hendak membeli makanan pun melihat Leo duduk di salah satu bangku,
"Apa saking rindunya ma mas Leo sehingga bayang-bayang mas Leo mengikuti aku," gumam Rara
Rara mengucek matanya, namun masih saja dia melihat Leo
"Kok masih ada atau jangan-jangan itu mas Leo." Dia bermonolog dengan dirinya sendiri
Rara mendekat "Mas," panggilnya
Leo pun menoleh, dan betapa senangnya dia istrinya kini berada dihadapannya.
"Sayang," panggil Leo balik
Tanpa aba-aba Leo memeluk Rara begitu pula dengan Rara memeluk suaminya dengan erat.
"Maafkan aku sayang," kata Leo lirih
"Maafkan aku juga mas," sahut Rara
Banyak mata yang melihat pasangan ini, ada yang ikut senang ada yang iri.
Puas melepas rindu akhirnya mereka melerai pelukannya.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi," ucap Leo
__ADS_1
Rara mengangguk lalu mereka berpelukan lagi.