
Teriakan Angel membuat Ray terbangun, saat nyawanya kembali dia melihat Angel menangis.
"Sudah Angel jangan menangis," kata Ray merasa bersalah karena telah mengambil mahkota Angel.
Angel tak menggubris Ray yang berbicara padanya.
"Angel, bisa nggak kamu nggak nangis!" nada Ray cukup tinggi sehingga membuat Angel marah pada Ray
"Kau lelaki brengsek Ray, bisa-bisa nya mengambil mahkota yang hanya untuk suamiku kelak," ucap Angel yang membuat Ray semakin merasa bersalah.
Ray menatap sendu wajah Angel yang penuh dengan air mata.
"Maaf kan aku, kamu sendiri yang menarik diriku sehingga jatuh dalam pelukanmu," bela Ray
Angel terdiam, dia sadar sekarang kalau kemarin malam dia mabuk.
"Sekarang maukah kamu bertanggung jawab Ray?' tanya Angel dengan suara lirih
Ray terdiam,
"Dengan diam mu, aku sudah tau jawabannya." ucap Angel
Dengan menahan sakit, Angel memakai pakaiannya kembali, lalu pergi dari kamar hotel.
Angel pulang dengan taxi karena semalam dia tidak membawa mobil. Sepanjang perjalanan pulang Angel terus saja menangis hingga membuat sopir taxi iba melihatnya.
"Ini tisu mba," kata supir sambil menyodorkan tisu
"Terima kasih," sahut Angel dengan menerima tisu dari supir taxi tersebut.
Angel melanjutkan tangisnya, hatinya sungguh sakit. Dia tak bisa membayangkan bagaimana semalam Ray menikmati ibunya.
Kini taxi sudah berhenti di depan rumah Angel, dengan pelan dia turun.
Saat turun betapa kagetnya Angel karena Ray sudah berdiri di hadapannya.
Angel bingung bagaimana bisa Ray lebih dahulu sampai di depan rumahnya.
Sebelum melemparkan pertanyaan Ray sudah memeluknya.
Mendapat pelukan yang dadakan dari Ray, membuat Angel terpaku.
"Maaf, aku akan bertanggung jawab atas semua yang telah aku lakukan," bisik Ray
Mendengar kalau Ray akan bertanggung jawab, Angel pun tersenyum.
"Kita menikah secepatnya, aku nggak mau aku hamil di luar nikah, bisa-bisa aku digorok oleh orang tuaku," sahut Angel
"Dengan senang hati," timpal Ray
Angel tinggal sendiri dalam rumahnya, papa mamanya tinggal di luar negeri. Hanya ada satu art itupun setiap malam ijin pulang.
Angel mengajak masuk Ray, merasa sakit pada bagian pangkal pahanya. Angel berjalan dengan pelan berbeda saat dia keluar dari hotel tadi.
"Tadi perasaan bisa normal berjalan sekarang kok tiba-tiba sakit sekali," batinnya dengan sesekali memegangi area sensitifnya
__ADS_1
Ray yang melihat Angel kesakitan pun berinisiatif menggendongnya.
"Kenapa nggak bilang kalau sakit," omel Ray
Angel hanya tersenyum, perlakuan Ray kini sedikit lembut pada dirinya.
"Tunjukkan kamar kamu," ucap Ray
"Lantai dua kamar paling pojok," sahut Angel
Saat masuk ke dalam kamar Angel, Ray takjub melihat isinya.
Banyak buku bisnis dan manajemen tertata rapi di sana, saat asik melihat koleksi buku Angel mata Ray tertuju pada sebuah novel yang berjudul "Pride and prejudice" karya Jane Austen.
"Kamu suka baca novel juga?' tanya Ray
"Yup, saat otakku stuck aku baca novel percintaan, bagus tu novel itu, novel yang mengisahkan gadis dari Inggris yang menikah dengan pria yang amat dia benci. Pria itu sombong dan pendiam tapi sayangnya pada Elizabet sungguh besar," jawab Angel dengan panjang
Ray tersenyum
"Aku tertarik dengan ceritanya bagaimana kalau kamu mendongengkan cerita ini padaku jadi aku nggak susah payah membaca buku setebal ini," ucap Ray yang membuat Angel menggelengkan kepala.
Angel membuat jendela kamarnya dan sedikit merapikan kamarnya. Dia mengganti pakaiannya dengan celana pendek dan kaos oblong membuat Ray sedikit tertarik.
Ini baru pertama kalinya Ray melihat penampilan Angel yang apa adanya karena setiap bertemu Ray pasti dia memakai pakaian formal
Dengan Rambut yang di tekuk membuat jenjang lehernya terlihat.
Tanpa aba-aba Ray memeluk Angel dari belakang
"Aku suka dirimu yang seperti ini," bisik Ray dengan menghirup aroma tubuh Angel
"Geli mas," ucap Angel
Ray mengerutkan alisnya, ini baru pertama kalinya Angel memanggilnya mas,
"Kenapa? nggak suka ya tak panggil mas," terka Angel
"Nggak kok sayang, aku suka malahan pake banget," sanggah Ray
Ini juga pertama kalinya Ray memanggilnya sayang, Angel sangat bahagia.
Ray pun mencium bibir Angel begitu pula Angel juga membalas ciuman Ray. Kini mereka berdua saling berpaut.
Ray yang sejatinya seorang Casanova menyusuri tubuh Angel dengan tangannya. Sehingga Angel mendesah
"Kita ulang lagi ya," bujuk Ray
Dengan segera Angel mendorong tubuh Ray kebelakang.
"Jangan, halalin dulu kalau mau minta," ucap Angel dengan terkekeh
entah kenapa penolakan Angel malah membuat Ray lega, setidaknya istrinya bukan wanita gampangan.
**********
__ADS_1
Seharian Ray menemani Angel hingga sore hari Ray baru pulang.
"Kamu baru pulang Ray?" tanya mama
"Iya ma," jawab Ray singkat
"Kak Ray kemana saja," tanya Leo
"Ada deh, mau tanya aja," jawab Ray dengan terkekeh
Ray ikut bergabung dengan mama beserta adiknya
Dia mengutarakan keinginannya untuk segera menikah.
"Ma aku akan segera menikah," kata Ray yang membuat mama, Leo dan Rara berteriak
"Apa?"
Ray yang kaget pun mengomel
"Biasa aja kali nggak usah ngegas," gerutu Ray
Leo dan Rara hanya terkekeh, "Lagian mendadak sekali, aku curiga nih pasti kak Ray menghamili anak orang ya," terka Leo yang benar, cuma perbedaanya kecebong miliknya jadi bocah apa tidak
"Sembarangan kalau ngomong," sanggah Ray kesal
"Kan siapa tau kak, kak Ray kan suka banget tu celup sana celup sini," sahut Leo
"Segera mungkin aku kenalkan dia pada kalian," timpal Ray lalu beranjak dari tempat duduknya
Waktu berjalan dengan cepat, pagi hari sudah datang dengan sinarnya.
"Minggu yang cerah," kata Rara sambil mendorong baby stroller kedua bayinya.
Rara sengaja tidak membangunkan Leo, dia membiarkan Leo bangun siang karena ini adalah hari liburnya.
Leora dan Liora tidur kembali karena Rara mengajaknya berkeliling taman rumah.
Setelah kembali dari berkeliling Rara memberikan Leora dan Liora pada baby sitter mereka.
Pagi ini Angel ingin membuat suprise pada Ray, dia membuatkan sarapan dan mengantarnya ke rumah Ray.
Rara yang sedang membaca majalah di teras dikagetkan dengan datangnya Angel. Melihat Angel berdiri di hadapannya membuatnya naik pitam karena Rara mengira kalau Angel datang untuk menemui Leo suaminya.
"Pagi Ra," sapa Angel
"Pagi," sahut Rara ketus
Angel hanya tersenyum mendengar jawaban Rara yang ketus padanya.
"Masih pada tidur ya Ra?" tanya Angel lagi
"Iya kenapa?" Rara melemparkan pertanyaan balik pada Angel
Angel yang capek duduk di samping Rara, dia meletakkan makanan yang dia bawa di meja.
__ADS_1
Rara memutar netra miliknya melihat kotak makan yang dibawa Angel
"Pasti ini mau diberikan pada mas Leo," gumam Rara