Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Vera hamil


__ADS_3

"Ra aku mohon pengertian mu, Vera sekarang hamil bisakah dia tinggal bersama kita" kata Ilham dengan sendu


Lagi-lagi hati Rara dibuat remuk oleh Ilham air mata lolos sempurna sehingga membanjiri pipi Rara. Dia sungguh tak habis pikir dengan Ilham bagaimana bisa Ilham menyuruh Vera untuk tinggal dengannya.


"Kamu sudah gila ta mas?" tanya Rara dengan menatap Ilham


"Kamu memiliki banyak uang kenapa nggak kamu belikan saja wanita mu rumah" imbuh Rara


"Kalau kita tinggal bersama minimal aku akan selalu ada buat kalian Ra dan kamu juga bisa menjaga Vera karena hamil muda akan rentan gugur." kata Ilham


"Yang ada aku akan menjadi babu kalian" sahut Rara bersungut


"Mana mungkin aku setega itu Ra" timpal Ilham dengan lirih


Rara pun tertawa tanpa menatap Ilham,


"Bahkan kamu saja tega meninggalkanku di kota Malang mas, tega membiarkanku melewati malam sendirian pasti kamu juga tega menjadikanku babu untuk istrimu itu!" seru Rara


Ilham hanya terdiam menatap Rara dia ingin mengelak namun itulah kenyataannya, semenjak menikah dengan Vera dia membiarkan Rara dalam kesendirian.


"Please Ra" bujuk Ilham


"Nggak mas, kalau kamu memaksa untuk membawanya ke sini aku yang angkat kaki dari rumah ini" ancam Rara lalu pergi meninggalkan Ilham diruang tamu.


Ilham segera menyusul Rara lalu dia memeluk Rara, jujur saja Rara sangat merindukan pelukan serta belaian dari Ilham.


"Baiklah aku mengijinkan dia kesini namun aku akan bekerja" tawar Rara


"Apa nafkah dariku masih kurang Ra? sehingga kamu ingin mencari uang sendiri" tanya Ilham


"Nggak namun aku bosan di rumah, jika aku bekerja minimal aku ada kesibukan dan tidak akan mengganggu waktumu bersama Vera" jawab Rara dengan menatap Ilham lekat.


"Tapi Ra......." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Rara sudah memotongnya


"Semua kembali ke kamu sih mas" kata Rara lalu masuk ke kamar mandi.


Ilham kini serba bingung, di sisi lain dia ingin Rara dan Vera serumah dengannya, menurutnya dengan begitu dia bisa berlaku adil karena selama ini ketika dia bersama Vera dia melupakan Rara. Vera seolah membelenggunya, tak membiarkan dirinya untuk bersama Rara.


Aarrrgggg


Ilham nampak frustasi, dia membuang semua benda yang ada di meja maupun nakas.


Dirinya semakin jauh dengan ketenangan, Vera dan Rara dia semakin gila dengan kedua wanita yang ada di hatinya.


Ilham pergi begitu saja tanpa pamit pada Rara, dia rencananya menjemput Vera untuk diboyong ke Surabaya, Ilham juga menyuruhnya untuk resign.


Rara yang sangat kecewa dengan sikap Ilham memilih keluar, dia berencana untuk nongkrong sekalian untuk melepas stress nya.

__ADS_1


Rara memilih Starbuck untuk tempat nongkrongnya.


Tempat nongkrong representatif dekat area tempat tinggalnya.


Melihat pasangan muda di sekitar tempatnya duduk membuat Rara kembali ke masa lalunya saat dia sama Ilham masih awal-awal menikah dulu.


"Aku sangat merindukan kamu yang dulu mas, bukan kamu yang sekarang, kamu yang sekarang telah berubah. Dulu kamu yang memilih aku sekarang kamu juga yang sakiti aku mas, kamu membuat cerita seolah perselingkuhan mu benar adanya." gumam Rara dengan air mata yang lolos begitu saja.


Tiba-tiba sebuah tangan menyodorkan sapu tangan, "Hapus air matamu Ra" katanya


Rara yang terkejut sontak membalikan badan, dia melihat Leo sudah berdiri di belakangnya.


"Pak Leo" panggilnya


"Im here" balasnya lalu duduk tanpa ijin dari Rara.


"Aku sedikit banyak mendengar gumaman mu Ra, apa Ilham setega itu padamu?" tanya Leo


Rara tersenyum sambil menangis,


"Aku sakit pak, mas Ilham sungguh tega" kata Rara dalam Isak tangis.


Leo memberanikan dirinya untuk memeluk Rara, awalnya Rara tak menerima atau menolak pelukan dari Leo namun lama-lama dia menerimanya. Memang saat ini Rara membutuhkan sandaran untuk mensupport dirinya


"Menangis lah Ra, tumpahkan semua sakit hatimu setelah ini ayo kita muter-muter, jangan biarkan Ilham membuatku lemah, kamu harus kuat tunjukan padanya kalau kamu bukan wanita lemah" support Leo


Rara tersenyum melihat Leo, dia tak menyangka Leo perhatian sekali padanya.


Malam ini saat Rara sampai di rumah dia melihat Ilham bersama Vera duduk di ruang tamu.


"Kamu dari mana Ra, kenapa baru pulang?" tanya Ilham dengan menatap Rara.


"Nongkrong mas, suntuk di rumah terus" jawab Rara enteng.


"Nongkrongnya kenapa malam Ra?" tanyanya lagi


"Karena tiap malam aku selalu sendiri mas, suamiku sibuk dengan yang lainnya" jawabnya asal


"Jaga kata-katamu Ra" ucap Ilham


"Baiklah, lalu kenapa Vera ada disini? tanya Rara dengan mata menatap Vera


"Mulai sekarang Vera akan tinggal dengan kita Ra, supaya tiap malam kamu nggak kesepian lagi" jawab Ilham.


Walaupun sebelumnya mereka telah bersepakat namun Rara tetap saja sakit hati jika harus seatap dengan madunya


Lagi-lagi air matanya lolos begitu saja, dia menatap Ilham dan Vera bergantian dengan tatapan benci.

__ADS_1


"Aku benci kalian" gumam Rara lalu berlari ke kamarnya.


Setelah di kamar Rara membuang semua benda-benda yang ada di atas meja rias. Walaupun setelah ini tetap dia yang membereskan.


Seandainya ruangan nya ini bisa berbicara pasti mereka akan menertawakan Rara, berkali-kali terluka masih juga dia bertahan.


Puas menangis Rara pun tertidur.


*******


Keesokan harinya Rara masak di dapur dengan mendengarkan music kesukaannya


Saat akan mengganti lagu ada pesan dari Leo, dia memintanya untuk bertemu dan Rara menyanggupinya.


Tak butuh waktu lama untuk memasak, setelah semua siap Rara pun menatanya di meja makan.


Ilham dan Vera pun keluar dengan rambut basah mereka.


"Enak ya, jam segini baru keluar dan tinggal makan. Mulai besok kamu yang masak Vera urusin tu suami kamu." katanya lalu meninggalkan mereka begitu saja.


Ilham memanggil namun diabaikan oleh Rara,


kini dia bersiap untuk bertemu mas Leo, dia memakai dress warna coklat dengan sepatu serta tas yang senada, sedikit curly pada rambut membuatnya semakin cantik.


"Cantiknya" pujinya pada diri sendiri.


Setelah siap Rara berjalan hendak keluar namun Ilham memanggilnya


"Ra, kamu mau kemana dengan penampilan seperti ini?" tanyanya penasaran.


"Aku ada janji mas, lagian di rumah juga suntuk" jawab Rara


"Sekarang hari libur Ra, mending di rumah bersama aku dan Vera. Mulai sekarang aku akan adil terhadap kalian." Kata Ilham yang membuat Rara tertawa.


"Mas-mas, kalau ngomong tu dipikir dulu. Sikapmu sama aku tu seperti apa dan sama Vera seperti apa, semenjak kamu bersama Vera pernah nggak kamu ngasih nafkah batin aku, pernah gak kamu perhatian sama aku. Itu yang kamu bilang adil??


Cih.... Aku muak mas" kata Rara lalu keluar begitu saja.


Ilham terdiam, melihat Ilham yang terdiam membuat Vera memprovokasinya


"Awas saja mas kalau kamu tidur sama Rara, aku akan bawa pergi anak ini" ancam Vera


"Tapi Rara juga istriku Vera!" seru Ilham kesal dengan Vera


"Tapi kan kamu sudah janji ma aku mas" sahut Vera


Ilham semakin frustasi, dia sungguh bingung di sisi lain dia tidak tega dengan Rara di sisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Vera maupun bayinya.

__ADS_1


Arrrggggg


Teriaknya frustasi sambil mengusap rambutnya dengan kasar.


__ADS_2