Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Aku bahagia


__ADS_3

Usia kehamilan Rara sudah menginjak empat bulan dimana kini Leo sudah tidak mengalami morning sickness lagi. Begitu pula dengan Rara yang di perbolehkan oleh Leo untuk sesekali pergi ke cafe untuk mengecek dan mengawasi perkembangan cafe nya.


Hari ini Rara dan Leo membawa mobil masing-masing sehingga Leo tidak menjemput Rara


"Kamu sudah pulang mas?" tanya Rara yang baru sampai di rumah


"Iya sayang, bagaimana baby twins aku?" tanya Leo lagi


"Baik mas, tadi di cafe kan aku hanya rebahan saja." Jawab Rara


Rara memang diperbolehkan untuk pergi ke cafe tapi Leo meletakkan single bed di sana supaya Rara bisa rebahan.


Rara melepas sepatunya dan duduk di samping Leo


"Sini kakinya." Leo menyuruh Rara untuk menyelonjorkan kakinya ke pahanya.


"Capek mas," kata Rara sambil memijat kakinya yang pegal


"Astagfirullah sayang, ini kaki kamu kenapa?" tanya Leo kaget saat melihat kaki Rara


"Sepatunya mulai kekecilan mas, mangkanya seperti itu


plak

__ADS_1


Tepukan kecil mendarat di dahi Rara yang membuat Rara protes dengan aksi Leo


"Kok di tepuk sih mas, sakit tau," gerutu Rara


"La jadi orang Lo kok pelit amat sama diri sendiri, tau sepatu sudah kekecilan kenapa nggak beli," sahut Leo sambil memijat kaki Rara yang memerah


"tunggu-tunggu memangnya kamu hanya punya satu sepatu?" imbuh Leo


"Ada sih tapi udah kekecilan semua," jawab Rara dengan terkekeh


"Kenapa nggak minta sih sayang," protes Leo


"Minta siapa mas?" tanya Rara yang membuat Leo mencubit pipi Rara yang mulai tembem


"Ya minta aku lah sayang, memangnya kamu mau minta sama siapa," jawab Leo


Mendengar kata-kata Leo membuat Rara terkekeh sambil menatap Leo


"Pokoknya aku nggak mau tau, besok beli sepatu bila perlu beli beberapa pasang supaya ada gantinya, memangnya tiap bulan uang yang aku kasih nggak cukup ya untuk membeli kebutuhan yang remeh seperti ini," ungkap Leo


"Cukup sih mas, masa jatah bulanan ratusan juta nggak cukup buat beli sepatu yang harganya cuma ratusan ribu," sahut Rara


Rara bukan tipe wanita yang suka menghambur-hamburkan uang suami, meskipun kaya tapi dia lebih memilih berpenampilan sederhana.

__ADS_1


Tiap bulan dia lebih memilih membagikan uangnya pada orang-orang yang nggak mampu daripada belanja kebutuhannya yang nggak begitu penting.


"Mas Minggu depan kita ke Sidoarjo ya, ibu dan ayah mau ngadain syukuran buat kita," kata Rara


"Kenapa nggak di sini saja sayang?" tanya Leo


"Beda dong mas, kalau mas Leo kita ngadain di sini ya nggak papa, kita bisa undang orang-orang kantor dan memanggil anak-anak yatim," jawab Rara


Leo sangat setuju dengan ide Rara, Leo sangat bahagia memiliki istri yang memiliki jiwa sosial cukup tinggi.


Karena sudah merasa risi dengan bau badan mereka masing-masing, mereka memutuskan untuk mandi dan kali ini Leo mengajak Rara mandi bersama.


Rara dan Leo mandi bersama dalam bathtub, tangan Leo mengelus perut Rara yang sudah buncit, betapa kagetnya Leo saat terjadi pergerakan di dalam sana


"Itu apa sayang?" tanya Leo


"Anak kita bergerak mas," jawab Rara


Nampak Leo yang sangat bahagia, dia pun mengelus terus perut Rara


"Sayang, papa sama Mama mandi bareng. Kalian pasti mau ikut ya?" tanya Leo


"Iya papa," sahut Rara seolah anak-anak mereka yang menjawab

__ADS_1


Leo tertawa, sungguh dia sangat bahagia bisa merasakan pergerakan baby twins nya.


__ADS_2