
Tak selang lama dokter datang, dia langsung memeriksa Angel yang berbaring di tempat tidur.
"Nona Angel terlalu banyak pikiran, dan lagi kelihatannya anda akan memiliki cucu nyonya," kata Dokter
Mama dan Papa Angel saling pandang, sedangkan dokter menulis resep.
"Untuk lebih jelasnya periksakan istri anda ke dokter kandungan ya tuan," pesan dokter
Ray mengangguk, dia sungguh senang sekarang karena dengan begitu Angel tidak akan meninggalkannya.
Selepas kepergian dokter mama yang dari tadi sudah menahan marah langsung menghampiri Ray.
"Kamu apakan Angel Ray? kenapa bisa hamil," tanya mama
"Maaf ma, Ray sungguh tidak bisa menahan godaan," jawab Ray dengan sedikit tidak enak
"Dasar kamu ya, Jabatan Presdir namun kelakuan bejad," umpat mama
"Jangan menyangkut pautkan jabatan dengan ini semua ma, ini sudah takdirnya," sahut Ray
Mama sangat kesal sekali dengan Ray yang telah menghamili anak semata wayangnya.
"Rayyyyyy!" seru mama
Papa mencoba menenangkan mama, "sudahlah ma, namanya juga anak muda lagian kan sebentar lagi mereka akan menikah," ucap Papa
"Belum jadi menantu saja sudah membuatku pusing apalagi jadi menantuku, bisa-bisa darah tinggi ku kumat terus," gerutu mama lalu keluar dari kamar Angel
Ray menunggui Angel dengan sabar berkali-lali dia mencium tangan Angel hingga Angel terbangun.
Saat membuka matanya Angel melihat Ray yang tersenyum padanya.
"Bagaimana keadaan kamu sayang, mana yang sakit?" tanya Ray dengan cemas
"Kepalaku pusing mas," jawab Angel
"Ya sudah istirahat saja," suruh Ray
"Dokter bilang apa?" tanya Angel lagi
"Kamu hamil sayang," jawab Ray yang membuat Angel menatapnya lekat.
Air mata Angel mengumpul di pelupuk matanya, Angel kini diantara bahagia dan tidak, bagaimana mungkin dia bisa hamil secepat ini,
"Bagaimana mungkin aku hamil mas, kenapa ampuh sekali kecebong kamu," ucap Angel yang belum mengubah pandangannya
"Sudahlah sayang, kita syukuri saja apa yang Tuhan berikan untuk kita. Aku janji akan menjadi ayah dan suami yang terbaik untuk kamu dan juga anak kita.
Angel terdiam, jauh di lubuk hatinya dia meragukan calon suaminya.
Ray seolah tau kalau Angel masih ragu padanya Ray mencoba meyakinkan Angel kalau dia telah berubah.
"Aku tau kamu masih ragu kepadaku, biarlah waktu yang membuktikannya sayang," ucap Ray
"Iya mas, maafkan aku," sahut Angel
__ADS_1
"Kita akan percepat pernikahan kita sebelum perut kamu besar. Besok aku akan pulang untuk mengurus semuanya," timpal Ray
Mama Angel masih tidak percaya kalau Angel bisa berbuat seperti itu, dia sungguh menyayangkan sikap Ray.
"Ma besok kami akan pulang ke Indonesia, kami akan mengurus secepatnya persiapan pernikahan kami," ucap Angel
"Tapi usia kehamilan kamu masih sangat rawan gugur Angel, orang hamil tidak dianjurkan naik pesawat," sahut mama
"Nggak papa ma, bukankah satu Minggu yang lalu Angel juga naik pesawat," timpal Angel
Mama tidak bisa berbuat apa-apa, beliau hanya berpesan pada Ray untuk selalu menjaga Angel.
Seminggu lagi mama dan Papa Angel baru akan menyusul ke Indonesia.
Keesokan harinya, Angel dan Ray pulang ke Indonesia tepat pukul dua siang mereka sampai di bandara Juanda Surabaya dan langsung pulang ke rumah Ray.
"Ma," panggil Ray lalu mencium punggung tangan mamanya
"Ray, Angel," sapa mama balik
Ray agak takut ingin mengatakan kalau Angel hamil, karena dia tahu kalau mamanya pasti akan kecewa padanya dan Angel
"Ma, ada yang ingin Ray bicarakan, tapi sebelumya Ray minta maaf ya," kata Ray yang membuat mama bingung
"Ada apa Ray?" tanya mama
"Angel hamil ma, untuk itu Ray dan Angel akan memajukan jadwal pernikahan kami," jawab Ray
Mama kaget sekali saat tau kalau Ray telah menghamili Angel,
"Kenapa nggak bisa tahan sih Ray, budaya luar sudah mengubah kamu seperti ini nak," kata mama dengan lirih
"Maafkan Angel ma," sahut Angel
Mama menghela nafas,
"Baiklah kapan kalian menikah?" tanya mama
"Secepatnya ma," jawab Angel
Setelah memberi tahu mama, Ray mengajak Angel untuk istirahat di kamarnya.
Angel yang merasa punggungnya sangat pegal langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.
Sedangkan Ray yang mendapatkan panggilan telpon secara mendadak pergi keluar sebentar.
Saat Angel membuka matanya dia tidak menemukan Ray, untuk itu dia pergi keluar kamar untuk mencari Ray, bukannya menemukan Ray Angel malah bertemu dengan Rara yang menggendong Liora
"Angel kapan datangnya?" tanya Rara
"Tadi siang Ra," jawab Angel
Melihat Liora Angel berkeinginan untuk menggendongnya, dengan senang hati Rara memberikan Liora pada Angel
"Anak kamu cantik Ra, perpaduan kamu dan Leo," kata Angel
__ADS_1
"Iya," sahut Angel
Angel dan Rara pergi ke taman, Angel meminta maaf pada Rara karena sebelumnya dia telah mendekati Leo.
"Maafkan aku Ra, karena dulu pernah mencoba mendekati Leo," Angel membuka obrolan
"Nggak pa Angel, yang penting sekarang kamu sadar akan kesalahan yang telah kamu perbuat," sahut Rara
"Aku sadar kini, kenapa dulu kamu begitu ingin menjauhkan Leo dariku, sungguh sakit rasanya melihat orang yang kita cinta dekat dengan perempuan lain," timpal Angel
"Memang begitulah Angel, dan kamu harus sabar karena kak Ray kan seorang play boy cap kabel," ucap Rara yang mendapat kekehan dari Angel
Saking asiknya mengobrol hingga mereka tidak tau kalau Ray sudah pulang.
"Ceritakan padaku bagaimana kamu bisa memutusakan menikah dengan kak Ray?" tanya Rara
"Malam harinya aku mabuk dan saat aku sadar di pagi hari, aku sudah polos dengan rasa sakit di pangkal pahaku," jawab Angel
"Ih kak Ray, ingin rasanya aku bejek-bejek lelaki model begituan, kamu pasti diam saja diperlakukan Kak Ray seperti itu." sahut Rara
Ray yang mendengar obrolan Angel dan Rara pun tersenyum licik
"Sepertinya ada yang ingin bejek-bejek diriku memangnya berani?" tanya Ray yang membuat Rara meringis malu
Dia pun menoleh dan berucap "Mati aku Angel,"
"Oh jangan bilang begitu adik ipar mana mungkin aku tega membunuhmu," sahut Ray
Tak selang lama Leo pun datang, dia mendekat
ke arah Rara, Angel dan Ray berada
"Wah ngumpul semua," ujar Leo
"Mas Leo pasti gerah karena seharian bekerja ayo kita mandi mas," kata Rara mengajak Leo mandi
Ray menghalangi jalan Rara
"Urusan kita belum selesai Rara," cegah Ray dengan senyuman liciknya
Leo yang baru pulang pun bertanya-tanya
"Ada apa kak Ray?" tanya Leo
"Istrimu ini mau bejek-bejek diriku, berani sekali dia sama Kakak ipar," jawab Ray
Rara dan Angel membatu, mereka terlihat ketakutan.
"Mas maafkan Rara, aku tadi yang bercerita padanya." Angel mencoba berdiskusi dengan Ray
"Baiklah tapi kamu akan mendapat hukuman dariku," nego Ray
"Baiklah mas," sahut Angel pasrah
"Lain kali ajari istrimu bila perlu hukumlah dia," ucap Ray
__ADS_1
Leo tersenyum licik, dia pun tau hukuman apa untuk sang istri.
"Di lihat dari senyuman yang terpencar dari bibir kamu, kamu nggak akan menghukum ku dengan hukuman ranjang sepanjang malam kan mas?"