
"Leoooo," teriak mama
Rara yang kaget mendorong tubuh Leo dengan kuat sehingga Leo terjebur ke dalam kolam, Rara yang panik berusaha membantu Leo untuk naik ke atas
Mama yang melihat anaknya terjebur kolam jadi tertawa
"Mangkanya, kalau orang tua ngomong itu didengerin. Jangan macem-macem kalian belum menikah ini malah gituan di tempat umum," omel mama sambil mendekati Leo dan Rara
"Lagian siapa sih ma yang macem-macem wong Leo cuma ciuman saja, apa mama nggak lihat ni masih terbungkus," gerutu Leo lalu dia pun naik ke atas dan mengambil handuk kimono yang sudah tersedia di lemari kaca dekat kolam.
Rara yang ketahuan berciuman dengan Leo menjadi malu dia menundukkan kepalanya.
"Maafkan Rara ma," kata Rara
"Lain kali kalau diajak Leo macem-macem di tempat umum jangan mau, meskipun kalian sudah menikah nggak pantes kalo dilihat orang." Mama mencoba menasehati calon mantunya tersebut
"Iya ma," sahut Rara
Mama berjalan masuk ke dalam sambil menggelengkan kepala, nggak habis pikir dengan muda mudi jaman sekarang.
Leo memakai handuk kimono nya lalu mengambil satu lagi untuk Rara
"Pakai handuknya sayang biar nggak masuk angin," kata Leo sambil menyodorkan handuk
"Makasih mas," kata Rara lalu menerima handuk dari Leo
Rara mengeringkan rambutnya lalu memakai handuk kimono nya.
"Mama bilang apa sayang?" tanya Leo penasaran
"Cuma bilang kita nggak boleh macem-macem di tempat umum, nggak enak kalau ada yang lihat," jawab Rara
"Ah mama seperti nggak pernah muda saja," gerutu Leo
Leo mengajak Rara untuk mandi dan ganti baju di kamarnya. Mereka mandi secara bergantian, Leo mandi terlebih dahulu kemudian Rara.
Rara keluar dengan dress-nya tanpa memakai dalaman karena basah.
"Mas kita ke apartemen yuk, aku nggak nyaman pakai baju tanpa daleman," kata Rara
"Baiklah sayang, bentar aku ambilkan jaket aku dulu," sahut Leo lalu berjalan ke arah lemari dan mengambil jaketnya untuk Rara
__ADS_1
Setelah siap mereka turun dan pamitan pada mama
"Ma, Leo ke apartemen dulu ya," pamit Leo
"Iya, hati-hati. Ingat kegiatan tadi jangan dilanjut lagi di apartemen. Eling dosa nak," pesan mama dengan menatap Leo dan Rara bergantian
"Iya ma, pasti kejadian tadi akan berlanjut di sana," ucap Leo sambil terkekeh
Mama dan Rara melemparkan tatapan mautnya sehingga membuat Leo menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Bercanda, jangan ditanggapin dengan serius dong," kata Leo
"Ya sudah hati-hati," sahut mama
Leo dan Rara keluar dari kamar mama lalu mereka pergi ke apartemen Leo.
********
Undangan sudah tersebar, semua karyawan Ilham dan juga kantor cabang di beberapa daerah mendapat undangan dari Leo. Banyak dari mereka kaget pasalnya boz mereka tiba-tiba menikah bahkan banyak juga yang patah hati karena bos idola mereka sudah dimiliki oleh Rara. Karyawan yang tau Rara jadi kaget pasalnya Rara adalah istri Ilham bagaimana bisa menikah dengan Leo.
Ilham yang melihat undangan di atas mejanya menatap foto Rara. Terlihat Rara sangat bahagia bersama Leo.
"Aku akan selalu mendoakan kamu Ra, semoga kamu bahagia di sisi Leo. Maafkan aku karena tega melukaimu dan membuatmu menderita. Terima kasih untuk keikhlasan kamu menemani aku dari yang nggak punya apa-apa sampai aku memiliki kehidupan seperti saat ini," gumam Ilham
"Maaf pak Ilham saya mengganggu waktunya, saya hendak meminta laporan sekarang karena sudah diminta pak Leo," kata Bayu yang membuat Ilham kaget lalu mengusap air matanya lagi
"Eh maaf pak, laporannya saya benahi lagi dan ini sudah mau selesai. Nanti biar saya sendiri yang mengantar laporannya," sahut Ilham
Ilham melupakan Rara sejenak, matanya sudah tidak memproduksi air mata lagi. Kini matanya fokus pada benda segi empat di depannya, jari-jarinya menari dengan cepat supaya laporan segera terselesaikan.
Kurang dari dua puluh menit, Ilham sudah menyelesaikan laporannya.Dia mencetak laporannya kemudian dia membawanya ke ruangan Leo.
"Siang pak." Ilham mengucapkan salam pada Leo
"Siang pak Ilham silahkan duduk," sahut Leo lalu mempersilahkannya duduk
"Ini pak laporan yang bapak minta, sudah saya benahi." Ilham pun menyodorkan laporan pada Leo
"Good job pak Ilham," sahut Leo
Mata Leo berkelana membaca satu persatu tulisan di atas kertas tersebut, tersungging senyuman di bibir manis Leo.
__ADS_1
"Oh Ya, apa kamu sudah menerima undangan dari saya?" tanya Leo dengan menatap Ilham
"Sudah pak," jawab Ilham singkat
"Jangan lupa datang ya bersama Vera," pinta Leo
"Saya pasti datang pak, saya ingin melihat Rara dan memberi selamat padanya," sahut Ilham
Iya Ilham, Rara pasti senang kalian datang," timpal Leo
"Oh ya pak Leo, saya titip Rara ya jangan sampai bapak menyakitinya seperti saya," kata Ilham dengan wajah nanar
"Pasti Ilham, nggak kamu minta pun saya pasti menjaganya dengan segenap jiwa dan raga saya." Leo bangkit dari kursi kebesarannya lalu berjalan menatap kaca dengan view kota Surabaya
Ilham ikut beranjak dan mengekori Leo, dia ikut menatap View kota Surabaya yang panas karena teriknya sinar matahari
"Terima kasih pak, setidaknya saya lega karena Rara sekarang berada pada orang yang tepat," sahut Ilham dengan pandangan yang tidak berubah
Leo tersenyum, lalu dia berucap
"Terima kasih Ilham telah memberikan sebuah berlian pada saya, terima kasih kamu telah menyakitinya dan terima kasih selama ini kamu telah menjaga jodoh saya,"
Ilham tersenyum kecut mendengar kata-kata Leo, benar saja dia telah membuang berlian miliknya dan sangking berharganya sehingga Leo mau memungutnya.
"Iya pak, sama-sama. Karena tidak ada keperluan lagi saya pamit kembali karena ada yang harus saya kerjakan," pamit Ilham lalu membalikkan badan baru dua langkah Leo bersuara
"Saya turut berduka cita ya Ilham atas kembalinya anak kamu pada sang pencipta."
Ilham membalikan badannya dan menatap Leo yang masih tidak merubah pandangannya.
"Terima kasih pak," sahutnya
Tiba-tiba Ilham ingat akan uang yang ada di dalam rekeningnya.
"Apa bapak yang mentransfer uang pada saya?" tanya Ilham
Leo mengangguk tanpa bersuara.
"Terima kasih pak." Ilham berterima kasih walaupun sebenarnya dia malu karena selalu dibantu rivalnya
Ilham kemudian membalikkan badan dan keluar dari ruangan Leo.
__ADS_1
Begitu pula dengan Leo yang kembali lagi pada pekerjaannya.
Jam makan siang telah tiba, Leo yang masih fokus dengan pekerjaannya dikagetkan dengan kedatangan calon istrinya, Rara sengaja datang ke kantor Leo untuk membawakan makan siang untuk calon suaminya.