Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Bertemu Ilham


__ADS_3

Sesuai permintaan aku kasih visual pemainnya ya,


maaf kalau nggak sesuai imajinasi kakak kakak semua



Visual Rara





3 visual Leo😊



Visual Ilham



Visual Vera



Visul Arini


v



Visual Edward



Visual Renata



Visual Ray


Setelah mengeluarkan mobilnya Ilham keluar untuk berpamitan dengan Edward. Karena Edward di dalam Ilham menunggu di teras.


Awalnya dia tidak sadar kalau wanita yang memakai hijab adalah Vera, begitu pula dengan Vera yang tidak menyadari kalau ada Ilham di sekitarnya karena asik membaca.


Ilham ingin menyapa wanita yang duduk di teras yang tak lain adalah Vera namun dia takut mengganggu.


Edward keluar kembali untuk menemui Ilham,


"Pak, saya pamit dulu," kata Ilham


Deg


Vera menoleh karena tidak asing dengan suara yang barusan dia dengar, betapa kagetnya Vera saat tau yang berdiri di depannya adalah Ilham.


"Mas Ilham," gumam Vera dengan mata yang berkaca


Ilham yang mendengar gumaman Vera menoleh dan betapa terkejutnya dia ternyata Vera di depannya. Dia agak pangling karena Vera memakai hijab dan terlihat anggun sekarang.


"Vera," gumam Ilham


Edward yang tau kalau Vera dan Ilham saling menyapa pun heran. Bagaimana bisa meraka saling kenal.


"Kalian saling kenal?" tanya Edward


"Iya pak, dulu Vera anak buah saya di kantor pak Leo," jawab Ilham


Kenangan Vera sungguh begitu pahit buat Ilham sehingga dia tidak ingin mengingat kalau Vera adalah mantan istrinya.


"Oh jadi dulu Vera juga bekerja di kantor Leo," sahut Edward

__ADS_1


"Saya pamit dulu ya pak Edward." Ilham pun masuk mobil dan berlalu


"Aku masuk dulu ya Vera," pamit Edward


"Iya mas," sahut Vera


Vera masih tidak percaya kalau dia baru saja bertemu Ilham, matanya basah kembali mengingat perlakuannya dulu terhadap Ilham


"Maafkan aku mas," gumam Vera dengan air mata yang meleleh


Lama Vera melamun di teras, hingga lamunannya harus berakhir setelah Edward memanggilnya


"Vera," panggil Edward


"Iya mas," sahut Vera


"Ayo masuk, kita makan dulu yuk," ajak Edward.


Vera beranjak dari tempat duduknya lalu mengekori Edward yang masuk terlebih dahulu.


Ilham merasa terusik karena pertemuannya dengan Vera tadi, sakit hati karena pengkhianatan Vera teringat kembali


"Kenapa aku harus bertemu denganmu Vera, kenangan yang ingin aku lupakan," gumam Ilham


Tak ingin larut dengan Vera, Ilham kini memfokuskan pandangannya ke depan.


*********


Ray yang ada bisnis di Surabaya membuatnya harus sering-sering datang ke Surabaya. Malam ini Edward mengajak Leo dan Ray untuk makan malam di rumahnya, Leo dan Ray adalah partner bisnis Ilham. Mereka bertiga akan membangun Mega proyek di Surabaya.


Vera yang ingin keluar untuk minum harus mengurungkan niatnya karena melihat Leo dan Ray dari atas.


"Kenapa mereka semua kumpul di sini, padahal aku ingin pergi dari hidup mereka," gumam Vera lalu kembali ke kamar


Renata yang melihatnya pun heran kenapa Vera bersedih melihat suami dan teman-temannya.


Edward kini mengajak teman sekaligus rekan bisnisnya pindah ke ruang kerjanya yang kebetulan ruang kerja Edward tak jauh dari kamar Vera.


Setalah mengambil minum Vera kemabli ke kamarnya namun saat hendak naik ada Ray yang hendak turun hingga netra Ray maupun Vera bertemu.


Vera merasa canggung begitu pula dengan Ray, dengan langkah pelan dia naik ke atas sedangkan Ray diam di atas


"Vera," panggil Ray


"Iya," sahut Vera tanpa memandang lawan bicaranya


"Belum tidur," tanya Ray


"Belum," jawab Vera singkat.


Vera pun pamit untuk kembali ke kamarnya, sedangkan Ray turun karena ingin mengambil sesuatu di mobil.


"Aku merasa masa laluku mengikuti ku, ya Rabb mengapa semua berkumpul di sini," batin Vera


*********


Sekitar pukul sebelas Leo dan Ray baru sampai di rumahnya, Leo langsung masuk ke kamarnya begitu pula dengan Ray


"Sayang kok belum tidur?" tanya Leo


"Belum mas, aku menunggumu," jawab Rara


"Seharusnya kamu tidur dulu sayang biar adik bayinya sehat," kata Leo


"Justru adik bayinya mas yang nggak mau tidur, dari tadi dia menendang-nendang," sahut Rara


Leo spontan meletakkan kepalanya di perut Rara, mata Leo membulat saat dia mendapatkan tendangan kecil dari baby nya.


"Sayang, dia menendang ku," kata Leo


"Iya, dari tadi ya gitu mas," sahut Rara

__ADS_1


Leo sangat senang, hingga dia terus saja mengajak bicara calon baby nya.


"Udah mas, kelihatannya dia sudah tidur," ucap Rara


"Aku boleh menengoknya?" tanya Leo


"Kamu pengen ya mas," goda Rara


"Iya sayang, kan seminggu aku nggak dapat jatah dari kamu," kata Leo sambil terkekeh


"Ya sudah ayo kalau gitu," timpal Rara


Tangan Rara menjelajah di seluruh tubuh Leo, dan memainkan benda yang ada di bawah.


Leo mendesah penuh nikmat, hasrat bercintanya sudah di ubun-ubun siap untuk disalurkan.


"Kamu paling bisa membuatku melayang sayang," kata Leo dengan mendesah


"Teruslah mendesah mas," sahut Rara


Rara terus menaik turunkan tangannya sehingga membuat Leo memejamkan tangannya menikmati tangan istrinya yang memainkan kejantanannya.


Karena sudah tidak kuat, Leo langsung membuka celana Rara, dia memainkan area sensitif Rara dengan jarinya


"Sudah basah sayang," kata Leo


Leo langsung memasukkan bendanya, hingga Rara memejamkan matanya diiringi suara merdu dari mulutnya.


Leo memaju mundurkan kejantanannya dengan pelan karena dia tidak ingin melukai anaknya.


Beberapa menit saja Leo sudah mengeluarkan lahar hangatnya.


"Rasanya nikmat sekali sayang," kata Leo dengan tersengal.


"Iya mas, seminggu nggak gituan soalnya," sahut Rara


"Aku boleh nambah sayang?" tanya Leo


"Masih kurang?" tanya Rara


"Kurang lah sayang, ibarat kata seminggu nggak makan jadi butuh porsi yang dobel," jawab Leo dengan terkekeh


"Ya sudah, tapi istirahat dulu ya," timpal Rara


Dirasa cukup Leo melanjutkan lagi aksinya, lama bergulat Leo pun mengeluarkan lahar hangatnya untuk yang kedua kali.


"Sudah ya mas, perutku mulai sakit," pinta Rara


"Maaf sayang jika membuat kamu sakit," kata Leo dengan bersedih


"Nggak papa mas, kan udah kewajiban aku melayani kamu," sahut Leo


Merasa risih mereka pun membersihkan diri lalu tidur.


Keesokan harinya Leo mendapat kabar kalau ada masalah di kantor cabang luar pulau akhirnya mau nggak mau Leo pergi untuk mengurusinya.


"Maaf ya sayang aku harus ke Bali sekarang juga," kata Leo dengan sedih


"Berapa hari mas?" jawab Rara dengan lesu


"Kemungkinan dua sampai tiga hari sayang," jawab Leo


"Lama sekali sih mas," sahut Rara dengan cemberut


"Cuma dua hari sayang, nggak lama kok," hibur Leo


"Kan sedetik serasa seabad mas," ucap Rara


"Pasti di Bali sana godain bule-bule, tu di Kuta banyak bule hot-hot," gerutu Rara


Leo nggak habis pikir dengan pikiran Rara, dia pusing dengan pekerjaan malah istrinya mengkhawatirkan bule.

__ADS_1


Leo menghela nafas dan mendekati istrinya,


__ADS_2