Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Vera, Ilham semakin tersiksa, Rara semakin bahagia


__ADS_3

"Kok pesan lagi sih mas, kan aku udah kenyang," kata Rara kesal karena Leo memesan makanan lagi


"Tenanglah sayang, apa kamu lupa kalau suamimu ini banyak uangnya," sahut Leo dengan terkekeh


"Ih sombongnya, nggak boleh sombong mas walaupun banyak uang kita tetap harus low profile karena uang nggak akan dibawa mati," timpal Rara kesal lalu dia mendekati Leo


"Aku tahu kalau uang nggak aku bawa mati oleh sebab itu aku menggunakannya untuk membeli makanan," ujar Leo yang semakin membuat Rara kesal.


Rara yang nggak ingin berdebat lebih memilih diam.


"Cie cemberut" goda Leo


"Nggak," sahut Rara


"Cium kalau gitu," pinta Leo


"Ogah," tolak Rara


Leo hanya tertawa melihat Rara kesal padanya, Rara terlihat semakin cantik saat dia marah.


Kemudian pelayan datang membawa makanan pesanan Leo.


"Ayo dimakan sayang," suruh Leo


Rara yang masih kesal hanya diam lalu menggelengkan kepala.


"Aku udah kenyang mas," kata Rara


"Ya sudah buang saja," sahut Leo


Leo mengambil makannya dan ingin membuangnya,

__ADS_1


"Jangan," teriak Rara


Lalu Rara memakan makanannya sampai habis, dia juga makan makanan penutupnya sekaligus.


Leo menyunggingkan senyumnya, terkadang wanita perlu diancam supaya tidak membantah.


"Haduh mas, perutku kenyang sekali." Rara memegangi perutnya yang sedikit sebah karena kekenyangan


"Apa sakit perutnya?" tanya Leo panik


"Nggak mas tapi nggak nyaman saja," jawab Rara


Leo segera kembali ke hotelnya, sepanjang perjalanan menuju hotel Leo menggendong Rara, awalnya Rara menolak namun karena Leo terus memaksa akhirnya Rara nggak punya pilihan


Setelah tiba di kamar Leo membaringkan Rara dengan pelan, dia membasahi sapu tangannya dengan air panas dan meletakkan di perut Rara.


"Besok lagi jangan rakus ya?" kata Leo


"Kan semua karena kamu juga mas, nggak baik buang-buang makanan," sahut Rara.


Mendengar kata-kata Leo, membuat Rara menjadi malu dia menutup wajahnya dengan selimut.


Lagi-lagi Leo tersenyum melihat kelakuan konyol istrinya.


******


Di sisi lain, Vera menangis dalam kamarnya. Di sampingnya ada yang puluhan juta yang dia dapat dari menjual dirinya semalam.


Reza yang datang pun langsung masuk saja ke kamar Vera. Melihat Vera menangis dia pun mendekati Vera seraya berkata


"Kamu kenapa menangis?" tanya Reza

__ADS_1


"Aku menyesal mas karena telah salah langkah. Aku merindukan mantan suamiku aku merindukan kehidupan yang dulu." jawab Vera


"Tapi kamu nggak bisa seenaknya keluar dari sini Vera," kata Reza


"Aku tau mas, apa tidak ada cara lain supaya aku keluar dari tempat ini?" tanya Vera


"Ada, tapi itu mustahil." Reza pun berjalan menuju jendela


"Apa mas?" tanya Vera lagi


"Jika ada orang yang mau menebus mu dengan nominal yang diminta mami," jawab Reza


Vera pun kaget, mana mungkin ada orang yang mau menebusnya. Mana mungkin ada orang yang rela berkorban demi seorang ****** seperti dirinya.


"Bertahanlah Vera, lama-lama kamu akan terbiasa dengan pekerjaanmu." Reza mencoba menghibur Vera


Sebenarnya Reza iba pada Vera namun dia tidak bisa melakukan apa-apa. Uangnya juga nggak banyak. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja dia harus bekerja sampingan seperti ini.


"Iya mas, semoga saja Tuhan mau berbaik hati padaku dan membebaskan aku dari tempat terkutuk ini," kata Vera dengan tersenyum ketir.


Reza pun memeluk Vera, Sebenarnya ada sedikit rasa sayang untuk Vera namun apa dayanya.


********


Semenjak kepergian Vera, Ilham sungguh frustasi, dia sangat sakit sekali dengan penghianatan Vera, Dia tidak menyangka kalau dia kehilangan ke dua istrinya.


"Vera sungguh brengsek ma, dia mengkhianati Ilham dengan tidur dengan Kakak suami Rara," kata Ilham dengan bau alkohol


Ilham datang ke rumah orang tuanya untuk menenangkan diri namun sebelumnya dia pergi minum di sebuah bar.


Mama Ilham hanya menangis melihat nasib anaknya yang kacau semenjak dia menikah lagi.

__ADS_1


"Kamu seharusnya memberi kesempatan Vera Ilham, siapa tau dia menyesal." Mama mencoba mengobrol dengan Ilham


Ilham tidak menanggapi kata-kata mamanya karena dia sudah tak sadarkan diri.


__ADS_2