
Merasa sakit melihat kemesraan Rara dan Leo, Angel pamit. Selain menjalin hubungan yang telah terputus Angel memang ingin dekat dengan Leo.
"Istri Leo posesif juga," batin Angel saat keluar dari ruangan Leo.
selepas kepergian Angel, Rara menatap Leo dengan lekat, matanya sedikit mengisyaratkan kalau dia sedikit marah.
"Apa kamu tidak tau mas, cara dia menatap kamu sangat jelas terlihat kalau dia tu suka sama kamu," oceh Rara dengan bibir yang maju ke depan
"Masak sih sayang," sahut Leo pura-pura tidak tau yang sebenarnya dia telah tau kalau Angel memang menyukainya.
"Iya, kelihatannya tujuan awalnya bukan untuk menyambung hubungan kerja sama yang terputus tapi ingin dekat dengan kamu," ungkap Rara
Leo menghela nafas, dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Rara
"Apapun tujuannya aku nggak peduli, sebisa mungkin aku akan menjaga mata dan hatiku untukmu sayang," jelas Leo lalu mengecup kening istrinya.
"Janji ya mas." Rara menaikkan kelingkingnya begitu juga dengan Leo. Mereka menamainya janji kelingking.
Rara mencoba mengusir pikiran negatifnya, dia percaya pada Leo, kalau Leo nggak akan tergoda oleh wanita lain. Karena sudah lapar mereka keluar untuk mencari makanan.
"Mas aku pengen manisan kedondong yang banyak dijual di bis-bis itu lo mas," ucap Rara
"Trus?" tanya Leo
"Belikan lah mas," jawab Rara memohon
Leo nampak berfikir, akhirnya dia mengambil ponselnya dan menghubungi Bayu
~Bay kamu pergi ke terminal ya, Carikan aku manisan kedondong~
Leo mematikan sambungan teleponnya.
"Selesai, kita nunggu Bayu sambil makan makanan lain," kata Leo
"Huh dasar, enak ya jadi bos tinggal pencet bilang kelar masalah," sahut Rara
Leo hanya terkekeh mendengar kata-kata Rara sejatinya memang begitulah bos besar, uang yang akan bicara untuk menyelesaikan persoalan.
Kini mereka sudah sampai di sebuah restoran yang khusus menjual steak.
"Kita makan steak mas?" tanya Rara
"Iya sayang, aku lagi pengen makan steak sekalian nunggu Bayu." jawab Leo
Leo membuka safety belt nya lalu keluar mobil, dia memutar untuk membantu Rara keluar.
__ADS_1
Leo dan Rara masuk dan mencari tempat duduk, setelah duduk pelayan segera mendatangi mereka untuk memberikan buku menu.
"Kamu pesan apa sayang?" tanya Leo
"Aku bingung mas, kamu pesankan ya?" jawan Rara meminta Leo untuk memesankan steak untuk Rara
"Kami pesan steak bagian Tenderloin dan Sirloin, untuk minumnya kamu pesan orange juice saja kata Leo pada pelayan.
"Baik tuan, mohon ditunggu sebentar," ucap Pelayan lalu masuk ke dalam.
Rara yang kurang begitu paham dengan jenis-jenis daging pun bertanya pada Leo
"Tenderloin dan Sirloin tu apa sih mas." Rara menatap suaminya siap menanti jawaban yang keluar dari mulut Leo
"Tenderloin tu bagian yang paling mahal sayang, teksturnya sangat lembut sehingga banyak diminati orang-orang, kalo Sirloin itu teksturnya agak kasar namun banyak juga peminatnya karena kaya rasa dibanding Tenderloin. Ada juga bagian lain seperti Blade, Shank, topside dan lain-lain." Leo menjelaskan panjang kali lebar sedangkan Rara manggut-manggut akan penjelasan Leo
"Kamu hafal sekali bagian-bagian daging sapi apa sebelum jadi CEO kamu jadi jagal sapi mas," sahut Rara
Seketika Leo melemparkan tatapan tajamnya pada Rara, kesal karena dibilang mantan jagal sapi.
"Dasar, istri durhaka. Minta penjelasan dijelaskan ngatai suami mantan jagal," timpal Leo
Rara lagi-lagi terkekeh,
"Duh suamiku cuakep pake banget kalo marah, semakin cinta deh aku, lope-lope mas," kata Rara
Pesanan mereka sudah datang, melihat steak di depannya Rara tak sabar ingin segera memakannya.
"Kamu pilih mana sayang, Tenderloin atau Sirloin," tanya Leo
"Karena aku suka yang kaya rasa jadi aku pilih sirloin mas," jawab Rara
Leo dan Rara makan steak tanpa ada obrolan, mereka berdua benar-benar menikmati steak tersebut.
Disisi lain Bayu lelah karena dari tadi tidak menemukan penjual manisan kedondong seperti yang Leo minta.
"Apa penjualnya libur semua ya," gumam Bayu
Tiba-tiba Bayu punya ide, dia memanggil beberapa calo dan juga tukang becak, Bayu menyuruh mereka semua untuk mencari penjual manisan kedondong.
Sebentar saja mereka membawa beberapa penjual manisan kedondong di hadapan Bayu.
Bayu membeli suami manisan kedondong yang dijual para pedagang setelahnya dia memberikan upah pada para calo dan juga tukang becak yang tadi disuruhnya.
"Beli manisan begini saja menghabiskan banyak uang," gumam Bayu lalu menyusul Leo dan Rara ke restoran.
__ADS_1
"Pak ini manisan yang dipesan," kata Bayu saat berada di meja Leo dan Rara
Rara kaget pasalnya Bayu membeli manisan banyak sekali.
"Mas kamu belinya kok banyak sekali mana habis aku," ucap Rara sambil membuka kresek plastik yang dibawa Bayu
"Buat persediaan Bu Rara," sahut Bayu dengan terkekeh
Rara memakan satu bungkus manisan kedondong nya, "Hmmmm enaknya," gumam Rara
Leo dan Bayu yang melihat Rara makan pun menjadi pengen,
"Coba satu dong sayang," pinta Leo
Rara mengambil dua bungkus satu untuk Leo dan satu untuk Bayu.
Gigitan pertama Bayu membuat Bayu memejamkan matanya karena asem.
"Asam sekali," pekiknya
"Enak ni Bay," sahut Leo
Bayu menatap Leo dan Rara secara bergantian
"Kelihatannya Indra perasa kalian sudah mati," batin Bayu
Leo menyuruh Bayu untuk memesan makanan, dan setelah makan Bayu pamit kembali ke kantor begitu pula dengan Rara dan Leo yang akan kembali ke kantor.
Setibanya di ruangan Leo nampak Angel yang sudah menunggu.
"Maaf Le, aku masuk ruangan kamu. Ada hal penting yang harus kita bicarakan berdua," kata Angel
"Bicara di sini saja, aku tidak bisa meninggalkan istriku," sahut Leo
"Istri Leo kenapa mengekor terus sih," batin Angel merasa tidak nyaman dengan adanya Rara
"Besok saja kalau begitu Le, kalau nggak gitu coba aku bicara saja dengan Bayu," ujar Angel
"Oh ya, seharusnya kamu bisa profesional sedikit, istri itu tempatnya di rumah bukan di kantor, kalau begini bisa mengganggu kerjaan kamu karena klien yang datang pasti nggak nyaman dengan adanya istri kamu di kantor," imbuh Angel lalu keluar ruangan.
Rara sedikit tersinggung dengan kata-kata Angel meskipun apa yang dikatakannya ada benarnya juga.
Leo yang tidak ingin bertengkar lagi pun mencoba menenangkan Rara
"Jangan dimasukkan hati ucapan Angel, kamu boleh kok ke kantor setiap hari asal kalau aku ada urusan dengan klien di luar kamu bisa ditinggal," jelas Leo
__ADS_1
Rara mengangguk tanpa berkomentar apa-apa.
"Kelihatannya kamu ingin mencari gara-gara denganku Angel, jangan harap aku memberi kamu ruang untuk berdekatan dengan suamiku" batin Rara