
Yunani adalah negara terakhir yang Leo dan Rara kunjungi. Mereka pergi ke Pulau Santorini yang merupakan destinasi favorit para wisatawan. Rara nampak bahagia dengan keindahan pulau tersebut meskipun Pulau Santorini jarang dituruni hujan namun pulau ini adalah produsen wine terbaik.
"Wah indah sekali mas pulau ini," kata Rara dengan kagum
"Iya sayang," sahut Leo
Melihat istrinya bahagia Leo sangat senang, Leo mengajak Rara untuk berkeliling bukit setelah itu mereka menuju penginapan mereka.
"Besok kita ke pantai," kata Leo
"Siap mas," timpal Rara dengan wajah cerianya
Di atas bukit, Rara melihat indahnya laut yang berwarna biru, dia pun bertanya pada Leo
"Itu laut apa mas, sungguh indah sekali,"
"Itu Aegean Sea sayang, pantainya pun memiliki tiga warna yaitu putih, merah dan hitam." Jawab Leo yang membuat Rara mengangguk paham
Rara tidak sabar untuk segera mengunjungi pantai laut Aegea. Sepanjang menyusuri bukit Rara sangat terpesona akan warna bangunan yang di dominasi warna putih dan biru selain itu dia juga heran kenapa banyak sekali gereja daripada rumah penduduk.
Rara adalah wanita yang smart selain itu rasa ingin tahunya sungguh tinggi sehingga dia memberikan banyak pertanyaan pada Leo. Terkadang Leo juga tidak bisa menjawab pertanyaan Rara.
Puas berkeliling Rara dan Leo menginap di sebuah penginapan yang unik, penginapan yang berasal dari goa-goa yang mengalami erupsi.
Keesokan harinya Rara dan Leo pergi ke pantai, saat menginjak kakinya di pantai Rara pun berlari sambil berteriak "Aegean Sea I Love you,"
Leo tersenyum melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan
Hari cepat berlalu, kini tibalah Rara dan Leo kembali ke tanah air, yang kurang lebih satu bulan meraka berbulan madu di Eropa. Tak lupa Leo dan Rara membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka.
Tepat pukul enam sore hari mereka mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ray yang sebelumnya dikabari Leo menjemput adiknya di bandara. Setelah bertemu di Bandara, Ray memeluk adiknya dan juga adik iparnya.
"Udah dong kak Ray, jangan lama-lama meluk Rara," kata Leo yang membuat Ray melerai pelukannya
"Astaga Leo, sama kakak sendiri pun cemburu," sahut Ray sambil geleng-geleng kepala sedangkan Rara hanya tertawa
"Wajib kak Ray," timpal Leo
"Kalian jadi kan menginap di rumah kakak?" tanya Ray
Leo dan Rara menganggukkan kepala tanda mereka setuju lagipula mereka juga sangat capek habis perjalanan jauh.
Mereka bertiga menuju luar bandara untuk pulang ke rumah Ray.
__ADS_1
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah, Ray menyuruh Rara dan Leo untuk istirahat.
Setelah membersihkan diri Leo dan Rara istirahat sejenak namun karena kelelahan Rara langsung saja terlelap. Melihat istrinya yang terlelap Leo pergi ke luar untuk mencari kakaknya guna bertanya perkembangan perusahaannya selama ditinggal.
"Kak Ray," panggil Leo
"Eh Le, kamu nggak istirahat?" tanya Ray
"Ada yang ingin aku tanyakan tentang perusahaan kak," jawab Leo
Leo ikut Ray duduk di sofa dalam ruang kerjanya.
"Bagaimana kak kabar perusahaan aku?" tanya Leo
"Baik Le, cuma ada salah satu manager mu yang kinerjanya menurun," jawab Ray
"Apa Ilham?" tanya Leo menebak
"Iya, kamu kok tau?" tanya Ray
"Semenjak aku menjalin hubungan dengan Rara, dia memang nggak fokus bekerja," kata Leo
"OOO jadi dia suami Rara yang menikah lagi itu," sahut Ray kesal
Leo mengangguk, Ray tersenyum sekarang awalnya dia menyesal karena sudah membuat Vera dan Ilham bercerai namun setelah tau kalau dia adalah mantan Rara, Ray jadi sangat puas. Setidaknya dia ikut membalaskan sakit hati Rara.
"Apa kak, bagaimana bisa?" tanya Leo
"Aku tidur dengan Vera," jawab Ray
"OMG kak, kenapa Kakak lakukan hal itu, kasian kan Ilham." Leo tak percaya dengan apa yang dilakukan Ray
"Lebih kasian lagi jika dia masih bersama istrinya, kamu nggak tau kalau istri Ilham itu perempuan murahan bahkan saat aku bertemu dengannya dia tidak jujur kalau sudah mempunyai suami, dia juga menggodaku ya aku mau saja namun aku menyesal telah tidur dengannya," jelas Ray
"Ya sudah kalau begitu nanti biar aku tegur Ilham," timpal Leo
Ray dan Leo mengobrol panjang sehingga Rara yang sudah bangun harus mencari keberadaan Leo.
"Mas Leo kemana sih, aku harus cari kemana? rumah ini sungguh besar sekali bisa-bisa aku tersesat," gumam Rara
Puas berputar-putar akhirnya Rara menemukan Leo yang berada di sebuah ruangan dengan Ray. Karena nggak berani masuk, Rara hanya berdiri di ambang pintu dengan memanggil suaminya.
*******
__ADS_1
Vera tiap malam selalu menangis, dia berdoa pada penciptanya supaya ditunjukkan jalan bagaimana bisa keluar dari tempat terkutuk seperti ini.
Saat subuh Vera berniat untuk kabur namun aksinya ketahuan dan Vera pun mendapat hukuman.
"Beraninya kamu kabur Vera!" seru mami
"Aku hanya ingin keluar mami, tolong lepaskan aku," pinta Vera dengan menangis
"Enak saja," sahut mami
Mami memerintahkan anak buahnya untuk menghukum Vera, di sebuah ruangan Vera pun mendapatkan hukumannya.
Malam sudah tiba, Vera bersiap dengan pekerjaannya. Dia muak pada dirinya sendiri yang setiap malam harus polos untuk melayani tamu.
Kali ini Vera di booking oleh pengusaha tampan, usianya pun sebelas dua belas dengan Ray.
"Aku membooking mu semalaman jadi malam ini kamu milikku," kata pemuda yang terlihat sangat dingin tersebut
Mereka kini sudah berada di kamar namun pemuda itu malah duduk di sofa dengan minum bir.
"Kapan kita mulai tuan?" tanya Vera
"Sebentar, kamu kelihatannya tidak sabar sekali," jawab pemuda tersebut.
"Bukan begitu, tapi kalau kamu ingin minum dulu akan aku tunggu" kata Vera
Pengusaha muda tersebut pun mengkode Vera untuk mendekat, dia menyuruh Vera untuk minum. Namun Vera menolaknya
"Cepat minum biar kita bisa berpesta malam ini," ucap pengusaha tersebut
Dengan terpaksa Vera meminum minuman yang diberikan pengusaha tersebut beberapa menit kemudian Vera kepanasan, dia terus saja menggeliat seperti cacing yang sedang dijemur.
"Tuan aku mohon tuan, kita lakukan sekarang," pintanya
"Baiklah," sahut pengusaha tersebut
Dia menyuruh Vera untuk memimpin, karena dosis yang diberikan pada Vera sangat tinggi, Vera bermain sangat ganas, dia melonjak-lonjak dengan energik seolah tidak memiliki rasa lelah.
Pengusaha yang dibawa komando Vera menerima permainan Vera dengan paus, saat dia hendak mencapai kepuasannya, dia menyuruh Vera untuk lebih ganas lagi dan sampailah dia.
Dan itu terulang sampai laki-laki tersebut puas dan keinginan untuk bercinta hilang.
"Kurasa aku akan selalu menggunakan jasamu untuk selalu memuaskan aku," kata pengusaha tersebut
__ADS_1
"Tuan, bisakah anda menebus saya?" tanya Vera
Pengusaha tersebut tersenyum sinis mendengar permintaan Vera.