Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Habis marahan terbitlah mesra


__ADS_3

"Maafkan aku," gumam Leo


Dia duduk ditepi ranjang dan menatap Rara lekat. Terlihat ada sisa-sisa air mata yang menempel di mata Rara.


"Mengapa kita harus menyiksa diri sayang sedangkan hatiku dan hatimu merindu." Tangan Leo menyusuri wajah istrinya.


Kerinduan yang mendalam menerbitkan hasrat Leo untuk memeluk istrinya yang sedang tertidur.


Rara dalam tidurnya bermimpi Leo datang dan duduk di sampingnya bahkan kini tangan suaminya memeluknya erat dari belakang.


Sedikit demi sedikit kesadaran telah kembali, sayup-sayup matanya mulai terbuka.


"Mimpi tadi rasanya sungguh nyata sekali, hingga aku merasakan tangan mas Leo saat aku bangun, mas aku kangen sama kamu mas, maafkan keegoisanku mas," gumam Rara dengan air mata yang jatuh.


Leo yang mendengarnya semakin erat memeluk tubuh istrinya.


Mata Rara membola tubuhnya seperti dililit ular,


"Ini aku mimpi apa nggak sih," gumamnya lagi lalu berusaha bangun namun tangan Leo tidak mengijinkan Rara untuk bangun.


"Ini tangan siapa?" lagi-lagi Rara bermonolog dengan dirinya sendiri.


Leo yang tertawa mendengar gumaman dari Rara


"Tidur saja sayang, aku masih kangen ingin memeluk tubuh yang menjadi candu buat aku," ucap Leo


Netra Rara membola, dia tidak percaya kalau Leo berada di sampingnya.


Rara membalikkan diri dilihatnya wajah Leo di depannya.


Rara mengucek matanya, lalu mencubit dirinya sendiri


"Sakit, yang berarti aku nggak mimpi, mas Leo," ucapnya


Leo tersenyum dan mengangguk, tanpa aba-aba Rara memeluk Leo yang berbaring di hadapannya.


"Aku kangen mas," kata Rara dengan tangis yang pecah


"Aku juga sayang, maafkan aku," sahut Leo


Rara dan Leo melepas rindu mereka, Leo berkali-kali mengecup kening sang istri, begitu pula dengan Rara yang juga mencium pipi Leo berkali-kali.


Rara merasakan ada yang mengeras di bawah.


"Kamu pengen ya mas," tanya Rara


Leo mengangguk, "Dia selalu bereaksi bila dekat denganmu sayang, seolah tahu sarangnya," jawab Leo


Rara tersenyum malu, pikirannya kembali kemana dia menolak Leo beberapa waktu yang lalu padahal Leo dengan sabar menahan hasratnya selama dia nifas.


"Ayo kita lakukan sekarang," ajak Rara yang membuat Leo berbinar


"Benarkah sayang, kamu menurunkan jatahku sekarang,' kata Leo tak percaya


Rara mengangguk,


Dengan tak sabar Leo langsung saja membuka bajunya.


"Sek mas, pintunya belum dikunci," kata Rara


Lalu Leo bergegas mengunci pintu dan kembali ke bed


"Setelah ronde pertama kita ke hotel yuk, bercinta disini kurang nyaman," ucap Leo

__ADS_1


"Baiklah mas," sahut Rara


Leo dan Rara kini benar-benar polos, melihat buah dada Rara yang membesar karena asi yang diproduksinya membuat Leo tak sabar ingin menikmatinya.


"Nggak boleh ini buat Leora dan Liora sekarang, mas Leo nggak boleh ikut-ikut," kata Rara


"Ngicip sedikit nggak boleh ta sayang," Sahut Leo


"Nggak boleh," timpal Rara


"Lidahku main bentar ya, kamu kan tau sayang itu daerah favorit aku," Leo mengiba


"Baiklah tapi kalau ASI-nya keluar sudah ya," ucap Rara


Leo mengangkat jempolnya, kini dia menikmati tubuh polos istrinya.


Lama tidak dibelai membuat Rara mengerang kencang sehingga membuat Leo menutup mulut Rara


"Jangan kenceng-kenceng, nanti pelanggan kamu ngintip kita Lo," bisik Leo


Rara menurunkan volume erangannya, lidah Leo menjelajah pucuk buah dadanya yang membuat dirinya menegang, bahkan kini Asi-nya mulai keluar.


Leo malah memainkannya dengan tangannya,


"Aku pakai bra ku saja ya mas," kata Rara


"Biarin gini, sensasinya beda," sahut Leo


Nggak mau banyak bicara Leo memasukkan benda tumpulnya ke dalam sarang.


Rara menjambak rambut Leo, lama tidak digunakan membuatnya sedikit kesakitan.


Aaaahhhhhhh


Lajunya mulai diperhitungkan dengan Leo, dia menambah kecepatan laju pinggulnya, sehingga orang dibawahnya merasakan nikmat yang luar biasa.


Ahhh mas Leo, ahhh aku mau pipis mas," lirih Rara


"Pipis saja sayang," sahut Leo dengan terbata


Cairan bening keluar cukup banyak,


Leo tersenyum puas, karena wanitanya mencapai titik klimaksnya.


Leo manambah kecepatannya lagi hingga Rara lagi-lagi ingin mendapatkan pelepasannya.


"Terus mas terus ahhh," ucap Rara


Leo menyahut bibir Rara, lalu ahhhhhhhhhh


dia mengerang karena sudah pada pelepasannya. Rara merasakan sesuatu yang hangat di dalam pangkal pahanya. Dan cairan itu lumayan banyak hingga meluber ke luar.


Leo menyambar tisu lalu membersihkan pangkal paha Rara dari sisa-sisa cairannya.


"Ayo kita lanjut ke hotel supaya leluasa," kata Leo


Rara menurut, dia pun memakai pakaiannya lalu bersiap.


"Mas sprei nya kotor karena cairan kita," ucap Rara


"Buang saja sayang sprei nya," sahut Leo


Rara memutar netra nya dengan mencibirkan bibir

__ADS_1


"Dasar orang kaya, mentang-mentang bos main buang aja," ucap Rara


"Daripada ribet sayang," sahut Leo terkekeh


Leo dan Rara melanjutkan aktivitas panasnya di hotel, setelah benar-benar puas mereka pulang.


"Lihatlah ma, seperti anak muda yang lagi kasmaran," kata Ray saat melihat Leo dan Rara saling berpelukan masuk ke dalam.


"Alhamdulillah mereka sudah baikan," sahut mama


Leo dan Rara mendatangi kakak dan mamanya yang bersantai di ruang keluarga.


"Kak Ray bohong, katanya Rara pergi ternyata nggak kok," gerutu Leo


"Gak usah bahas yang sudah yang terpenting sekarang kalian sudah baikan, ingat jangan marah-marahan lagi," ungkap Ray


Ray dan Rara tersenyum


Tanpa sengaja Ray melihat tanda merah di leher Rara,


"Tu leher kami digigit apa Ra?" tanya Ray dengan terkekeh


"Kamu tu Ray, suka sekali menggoda adikmu," sahut mama


"Habisnya tadi sore baik-baik saja la pulang-pulang merah semua, aku kan khawatir ma." Lagi-lagi Ray terkekeh dengan menatap Leo


"Digigit nyamuk, puas!" seru Leo


"Waooo nyamuknya besar sekali sanggup meninggalkan jejak segede gitu," timpal Ray yang membuat Leo semakin kesal.


Mama hanya menggelengkan kepala atas sikap Leo dan Ray. Namun begitu Leo dan Ray sama-sama saling menyayangi.


********


Keesokan paginya, Rara melihat Leora dan Liora yang masih tertidur di ranjang mereka masing-masing.


Pagi ini rencananya Rara ikut Leo ke kantor, semenjak kejadian yang menimpa mereka sedetik pun mereka tak ingin pisah.


Rara menyiapkan asi untuk kedua bayinya, dia juga berpesan pada kedua baby sitter nya untuk meminumkan ASI-nya terlebih dahulu baru susu formula nya.


Ray yang ada kerjaan mendadak berangkat lebih dahulu dan meninggalkan sarapannya.


Angel yang merasa Leo dan Rara ada masalah bersemangat sekali datang ke kantor Leo bahkan hari ini dia membawakan makan siang untuk Leo.


Saat membuka pintu terlihat Leo dan Rara sedang bermesraan sehingga membuat Angel mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Leo.


Dengan wajah di tekuk Angel menghela nafas lalu beranjak pergi namun langkahnya terhenti karena ada suara yang memanggilnya


"Nona Angel," panggil Ray


Angel menghentikan langkahnya,


"Iya pak Ray," sahut Angel


"Kenapa kembali, saya lihat anda baru saja membuka pintu," ucap Ray


"Saya tidak mau mengganggu mereka," timpal Angel


Mata Ray melihat makanan yang dibawa Angel, dia sudah menduganya kalau makanan itu pasti untuk Leo


"Mau makan siang? bagaimana kalau kita makan siang bersama," ajak Ray dengan tersenyum licik


Dia dan Angel mencari tempat untuk makan siang bersama.

__ADS_1


__ADS_2