Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Datang Menjenguk


__ADS_3

"Mama nggak menyangka Leo kamu ngebet banget ingin segera menikah," kata mama saat mereka dalam mobil


"Iya ma, aku nggak mengira adikku seorang yang alim bisa mencium Rara di depan kita semua," timpal Ray


"Kak Ray malah parah," sahut Leo kesal


Ray dan mama geleng-geleng kepala,


Setelah sampai di rumah, mama dan Ray masuk kamar masing-masing begitu pula dengan Leo.


"Baru sebentar saja aku sudah kangen," guman Leo sambil rebahan di tempat tidurnya.


Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Rara,


Tut.... Tut.... Tut


Panggilan terhubung namun belum diangkat.


Leo mencoba lagi hingga panggilan ketiga baru diangkat oleh Rara.


~Kangen nih sayang~ Leo


~Baru saja pulang, sudah kangen~ Rara


~Kan sedetik nggak ketemu seperti seabad sayang~ Leo


~Gombal banget sih mas,~ Rara


~ Aku jemput ya, kita tidur di apartemen,~ Leo


~ Nggak, besok pagi aku balik ke Surabaya,~ Rara


~ Ayolah, sayang mumpung masih jam delapan, nanti biar aku yang ijin sama ibu dan ayah~ Leo


Leo terus merayu Rara namun Rara selalu menolak, akhirnya perdebatan mereka berakhir dengan Rara pemenangnya.


Lama mengobrol akhirnya Leo menutup panggilannya, dia kini pergi ke ruang kerjanya. Saat melintasi ruang kerja Ray, Leo tak sengaja mendengar Ray merah di panggilan teleponnya.


"Akuisisi perusahaan itu secepatnya, dasar brengsek. Kalian belum tau siapa yang kalian lawan," kata Ray kesal


Setelah puas mengumpat, Ray mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


"Beraninya kalian menyentuh adikku, lewati aku dulu," kata Ray yang membuat Leo masuk dalam ruang kerja Ray.


Walaupun Ray memiliki rumah sendiri di Ibukota namun Ray tetap memiliki ruang kerja pribadi di rumah ibunya dan juga Leo.

__ADS_1


"Ada apa kak?" tanya Leo


"Kamu mendengar percakapanku Le?" tanya Ray


"Iya kak," jawab Leo


"Ada perusahaan yang ingin menghancurkan perusahaan mu namun aku sudah menggagalkan rencana Meraka dan langsung saja mengakuisisi perusahaannya," sahut Ray


Leo menatap Ray lekat, dia sungguh tidak percaya kakaknya melindungi perusahaannya.


"Kenapa kak Ray melindungi perusahaan ku? bukankah kak Ray ingin sekali melihat aku jatuh," timpal Leo


"Karena dengan begitu kamu akan marah dan komplain padaku Le, itu hanya akal-akalan ku saja saat aku merindukanmu." Ray menatap luar jendela dengan nanar


"Maksudnya?" tanya Leo


"Apa kamu lupa saat kita masih kecil, kamu selalu meminta ku untuk selalu melindungi mu, meski kita sering bertengkar. Kita semakin jauh saat aku sekolah di luar negeri. Namun bukan berarti aku tidak menyayangimu Le, sebelum papa meninggal dulu beliau berpesan padaku untuk selalu menjagamu dan mama karena bagaimanapun aku anak sulung," jawab Ray panjang kali lebar


Leo menatap punggung Ray dengan nanar namun sakit hati atas penghianatan kekasihnya dengan Ray masih membekas di hatinya. Bagaimana tidak, dia menyaksikan sendiri kakak dan kekasihnya memadu cinta di depan layar kaca miliknya.


Saat itu Leo dan Cintya melakukan panggilan Video lewat laptop. Namun ternyata Cintya lupa tidak mematikan kameranya sehingga saat Ray datang ke kamarnya terlihat oleh Leo dan sungguh apa yang mereka lakukan di luar nalar. Leo bagaikan melihat blue film secara life apalagi pemainnya adalah kakak dan kekasihnya sendiri. Oleh sebab itu Leo membenci mereka berdua meskipun dalam hal ini Ray tidak tau kalau Cintya adalah kekasih Leo.


"Tapi penghianatan mu dengan Cintya membuatku sakit kak," sahut Leo


"Tapi aku tidak tau Ray kalau dia adalah kekasihmu, kamu seharusnya bersyukur dengan begitu kamu akan tau wanita apa yang kamu kencani, lagipula saat aku tidur dengannya, dia sudah tidak Virgin," timpal Ray


Leo menghampiri kakaknya, dia mengulurkan tangannya


"Kita baikan ya, kita baikan tidak hanya di depan mama," kata Leo


Memang Ray dan Leo, berpura-pura tidak ada apa-apa saat di depan mamanya sehingga tidak membuat mamanya khawatir.


"Ok," Ray menerima uluran tangan Leo.


*****


Disisi lain Vera yang baru sadar meminta minum pada Ilham. Dia bertanya dimana anaknya.


"Bayi kita dalam perawatan sekarang," jawab Ilham


"Kenapa mas, apa yang terjadi?" tanya Vera


"BB bayi kita sangat minim sekali, ini semua gara-gara kamu Vera yang tidak bisa di menjaganya," jawab Ilham


"Lalu apa yang terjadi dengan bayi kita mas?" tanya Vera lagi

__ADS_1


"Kita tunggu selama tujuh hari Vera, semoga bayi kita bisa bertahan." Jawab Leo


Vera menangis, dia tidak ingin kehilangan darah dagingnya lalu Ilham menenangkannya walaupun masih kesal.


Pagi datang dengan Cepat, Rara bersiap sudah dari pagi karena pagi ini dia kembali ke Surabaya. Saat hendak mangkat Leo menelpon kalau dia dalam perjalanan.


"Mas Leo mas Leo, senang sekali repot padahal kalau aku naik taxi kan enak tu dia nggak usah repot-repot datang kemari," gumam Rara sambil memegang pelipisnya.


Kini mobil Leo sudah masuk halaman, setelah turun Leo mengajak Rara untuk langsung berangkat karena dia ada meeting dengan Klien.


Seusai berpamitan Leo dan Rara kembali ke kota Surabaya


Saat di mobil terjadilah percakapan diantara mereka


"Aku dengar Vera melahirkan mas, apa kita nggak menjenguknya, siapa tau kalau kita menjenguk dan menggendong bayi, kita nanti cepat diberi momongan." Rara mengurai keheningan diantara mereka


"Untuk apa kita kesana, nanti yang ada mereka menyakitimu sayang," tolak Leo


"Ayolah mas, hanya sebentar saja," bujuk Rara dengan menatap Leo yang fokus dengan pandangan ke depan


Leo akhirnya menyerah, rencananya sepulang dari kerja dirinya pergi menjenguk Vera.


Sore hari tiba, Leo menjemput Rara di cafenya lalu berangkat menuju rumah sakit.


Saat di rumah sakit, Rara bertanya pada suster yang berjaga di loby.


Setelah mengantongi informasi mereka berjalan menuju kamar Vera.


Saat membuka pintu dan masuk Ilham dan Vera kaget. Dia tidak menduga kalau Rara dan Leo menjenguk mereka.


"Ada apa kamu kemari?" ingin menertawakan ku karena anakku terlahir tidak normal?" seru Vera yang membuat Leo dan Rara saling pandang.


"Bahkan kami tidak tau kalau anak kamu tidak normal Vera?" jawab Rara


"Sudahlah jangan berpura-pura," sahut Vera


Ilham menyenggol Vera supaya menjaga omongannya.


"Nggak usah baik-baik pada mereka mas, mereka hanya ingin menertawakan kita," timpal Vera yang membuat Leo marah


"Jaga ucapan mu Vera, kami kesini benar- benar ingin mengunjungimu serta bayi yang baru saja kamu lahir kan," kata Leo


Ilham yang tidak ingin terjadi keributan pun menengahi mereka, dia mengalihkan pembicaraan dan mengajak Leo maupun Rara duduk.


"Nggak usah Ilham karena setelah ini kamu akan pergi. Nasehati istrimu, seharusnya dengan adanya kejadian seperti ini kalian sadar. Bisa jadi ini adalah karma karena dulu kalian selalu mendzolimi Rara," imbuh Leo

__ADS_1


Vera sangat kesal dengan ucapan Leo lalu dia melemparkan tatapan mautnya pada Rara maupun Leo.


__ADS_2