
Setelah mendapatkan apa yang dia mau, Rara mengupas buah mangga yang sudah setengah matang tanpa ragu Rara langsung memakannya. Nampak Leo dan Ray menatap Rara yang asik makan mangga tanpa merasa asam.
"Memangnya enak ta mangga yang belum masak?" tanya Ray dengan heran
"Enak kak Ray, ni kalau mau coba." Rara menyodorkan potongan kecil mangga pada kakak iparnya
Saat memasukan potongan mangga dalam mulutnya seketika Ray memuntahkan mangga yang dimakannya "Rara kamu ini normal apa nggak, mangga asemnya gini kok suka," ucap Ray
"Enaknya gini kok dimuntahkan," sahut Rara yang tidak menggubris dua lelaki di depannya.
Leo yang penasaran pun ikut mencoba buah mangga, dia pun sama dengan Ray memuntahkan mangga muda yang dimakannya.
"Anakku ni bocah seperti apa, rakus sekali seperti nggak ada makanan, mangga asem dimakan." Kata Leo
Leo dan Ray beranjak untuk masuk ke dalam namun Rara memanggil mereka berdua.
"Kalian mau kemana?" tanya Rara
"Masuk ke dalam mau mandi, badan gatal-gatal semua," jawab Leo
Karena tidak betah dengan gatalnya, Leo dan Ray langsung masuk dan meninggalkan Rara yang asik menyantap mangga mudanya di teras.
Setelah puas memakan mangga nya Rara masuk menyusul Leo.
Nampak Leo sudah ganteng dengan singlet dan celana pendeknya.
"Kamu kok cakep sekali sih mas Leo sayang," puji Rara dengan memeluk suaminya dari belakang
__ADS_1
"Dari dulu mang udah cakep," sahut Leo dengan bangga
"Mas kamu cinta nggak sama aku?" tanya Rara yang berhasil membuat Leo mengerutkan alisnya
Leo membalikkan badannya, tangannya menangkap wajah Rara lalu dipandangi lah wajah istrinya yang cantik.
"Tentu aku mencintaimu sayang, kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu," jawab Leo dengan heran
Rara melepaskan tangan Leo dari wajahnya berjalan sedikit menjauh. Leo dibuat penasaran dengan sikap Rara yang menurutnya aneh
"Apa kamu akan melakukan apapun mas untuk aku?" tanya Rara lagi
"Tentu sayang, selama aku mampu aku akan melakukan apapun untukmu, Karena kamu adalah cintaku, istriku dan ibu dari anakku kelak," jawab Leo
Dengan wajah berbinar Rara mendekati Leo lagi dan memeluknya seraya berkata
Leo semakin bingung, dengan sikap dan kata-kata Rara barusan.
"Ayo makan kalau lapar," ajak Leo
"Aku pengen kamu yang masak mas," sahut Rara
Netra Leo menatap wajah Rara, terjawab sudah kebingungannya,
"Ternyata muji-muji itu ada maunya," kata Leo
Rara hanya terkekeh,
__ADS_1
"Kamu dah bilang sendiri kalau akan melakukan apapun untuk aku," sahut Rara mengingatkan
"Sungguh pintar sekali ya istriku, memuji dan bermain kata dulu sebelum meminta sesuatu," timpal Leo
Lagi-lagi Rara terkekeh
"Mau makan apa?" tanya Leo
"Pengan makan nasi sama ikan, ayam, telur ma sambel dan lalapan yang banyak," jawab Rara
Netra Leo membulat mendengar kemauan istrinya,
"Aku nggak bisa masak sambal sayang, biar art aja ya yang masak," rayu Leo
"Nggak, aku maunya kamu." Rara tetap bersikeras dengan keinginannya
Dengan lemas Leo mengangguk dan keluar kamar untuk memasak buat Rara serta jabang bayinya
Saat melewati kamar Ray, muncul ide. Leo tanpa mengetuk pintu langsung saja masuk yang membuat Ray kaget.
"Kalau mau masuk ketuk pintu dulu dong Le, untung aku sudah pakai baju coba kalau nggak," omel Ray
"Halah bentuknya juga sama, lagian dulu waktu kita kecil sering mandi bersama kak," kekeh Leo
Ray pun bertanya maksud dan tujuan Leo datang ke kamarnya
"Apa?" teriak Ray kaget
__ADS_1