Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Mencari pekerjaan


__ADS_3

Ilham yang sudah berbulan-bulan menganggur kini mencoba mencari pekerjaan karena tidak mungkin dia terus-terusan menganggur apalagi sebentar lagi dia akan menikah.


"Bismilah, semoga kali ini aku diterima," gumam Ilham lalu melajukan mobilnya di salah satu perusahaan di kota Surabaya.


Ini lamarannya yang ke tujuh, sudah enam perusahaan yang dia kunjungi namun mereka tidak memerlukan pegawai baru.


Ilham melangkahkan kakinya masuk, dia bertanya pada resepsionis kalau ingin bertemu dengan HRD/pimpinannya langsung.


"Apa anda sudah bikin janji pak?" tanya resepsionis


"Belum," jawab Ilham


Kebetulan pimpinan perusahaan lewat dan dia mendengar langsung obrolan Ilham dan pegawainya.


"Kamu ingin melamar pekerjaan?" tanya pimpinan perusahaan tersebut yang tak lain adalah Edward


"Iya pak," sahut Ilham


"Mari ikut saya," kata Edward yang langsung diikuti Ilham.


Edward membawa Ilham ke ruangannya, dia mempersilahkan Ilham untuk duduk.


"Boleh saya lihat surat lamaran anda?" pinta Edward


Lalu Ilham menyodorkan surat lamaran dan berkas-berkasnya.


Mata Edward berkelana menyusuri berkas-berkas Ilham, kini netra nya memutar ke arah Ilham dan meletakkan sejenak berkas yang tadi dia baca


"Membaca pengalaman kerja kamu, jadi dulu kamu adalah manager keuangan dia perusahaan pak Leo?" tanya Edward


"Iya pak, bapak kenal pak Leo?" tanya Ilham balik


"Siapa yang tidak tau pak Leo, lagipula Leo adalah adik sahabat saya," jawab Edward


Ilham sudah bisa menebak kalau sahabat yang di maksud adalah Ray,


"Begini pak Ilham, perusahaan saya tidak membutuhkan karyawan karena semua posisi sudah full namun jika bapak Ilham berkenan bapak bisa menjadi asisten saya. Saya akan memberi kesempatan pak Ilham untuk bekerja dengan saya selama satu bulan jika kinerja bapak baik dan saya cocok, bapak bisa bekerja dengan saya seterusnya," jelas Edward


"Alhamdulillah," gumam Ilham


Edward tersenyum mendengar Ilham mengucap hamdalah.


"Saya setuju pak," kata Ilham dengan tersenyum.


"Ya sudah mulai besok anda bisa bekerja. Ruangan anda depan ruangan saya, semoga kita cocok ya." Edward menjabat tangan Ilham


"Semoga pak," sahut Ilham


Ilham yang sangat senang karena sudah mendapatkan pekerjaan langsung pulang ke rumah orang tuanya


"Ma, mama." Ilham memanggil-manggil mamanya


Mama yang sibuk di dapur menghentikan aktivitasnya lalu menghampiri Ilham


"Ada apa Ilham?" tanya mama

__ADS_1


Ilham langsung memeluk mamanya,


"Ilham diterima kerja ma, meskipun baru training semoga Ilham lolos dan jadi pegawai tetap ya ma," kata Ilham


"Amin, doa mama selalu bersamamu nak. Semoga keberkahan dan kemudahan menghampiri hidup kamu." Mama melerai pelukan anaknya


"Amin ma," sahut Ilham


Ilham juga mengabari Arini kalau dia sudah diterima kerja meskipun baru training.


"Selamat ya mas," sahut Arini di sambungan panggilannya


"Terima kasih Arini," timpal Ilham


"Aku jemput ya, kita jalan-jalan," kata Ilham


"Aku nggak bisa mas, kan aku sekarang kerja. Rencana bulan depan aku resign," sahut Arini


"Ya sudah kalau gitu, semangat ya sayang," ucap Ilham sambil terkekeh.


Tut tut tut


Panggilan berakhir.


Arini yang dipanggil sayang oleh Ilham sangat bahagia, ini pertama kalinya Ilham memanggilnya sayang.


"Alhamdulillah akhirnya kamu kini membuka hatimu untuk aku mas," kata Arini sambil menatap foto Ilham di ponselnya.


Begitu pula dengan Ilham, dia tersenyum mengingat dia memanggil Arini dengan panggilan sayang.


"Ma mungkin sekarang Ilham akan jarang pulang ke Sidoarjo," kata Ilham lalu mencium punggung tangan mama dan papanya


"Iya nggak papa nak, tapi kamu hati-hati ya. Lalu di sana siapa yang ngurusi kamu nak?" tanya mama


"Haduh mama, Ilham kan udah besar ma. Untuk sementara Ilham lakukan sendiri kan bentar lagi ada Arini," jawab Ilham sambil terkekeh


Mama dan papanya ikut tertawa, Ilham pun berangkat dengan hati yang senang.


"Bismilah," gumam Ilham lalu melajukan mobilnya


Tepat pukul tujuh Ilham sampai di kantor Edward, dia menuju ruangannya yang di depan ruangan Edward.


Karena belum tau apa yang harus dikerjakan, Ilham menunggu Edward.


Setelah Edward datang, Edward memberikan setumpuk berkas yang harus dipelajari sekaligus dia harus membuat jadwal untuk Edward.


Karena Ilham sudah berpengalaman sehingga tidak sulit bagi Ilham untuk beradaptasi.


Mata Ilham membaca laporan dan jadwal Edward yang dibuat oleh assisten Edward sebelumnya.


"Hari ini jadwal pak Edward bertemu klien," gumam Ilham


Dia melihat jam tangannya " tiga puluh menit lagi," gumamnya lalu beranjak dari kursi panasnya


Ilham melangkahkan kaki ke ruangan Edward,

__ADS_1


"Siang pak," sapa Ilham diambang pintu


"Masuk," sahut Edward tanpa menoleh ke arah Ilham


"Tiga puluh menit lagi kita harus bertemu klien pak," kata Ilham mengingatkan Edward


"Iya, tolong kamu siapkan berkas-berkasnya ya, jangan sampai ada yang ketinggalan," sahut Edward


Ilham pamit kembali ke ruangannya dan segera melaksanakan tugasnya menyiapkan berkas-berkas yang diminta Edward.


Kini Edward dan Ilham sudah sampai di cafe namun klien mereka tidak bisa datang dan itu membuat Edward sedikit marah.


"Seharusnya jika mereka tidak bisa datang mereka menghubungi kita sebelum jam yang sudah ditentukan, mereka menyepelekan sekali," umpat Edward


"Mungkin mereka punya alasan tersendiri pak kenapa tidak bisa datang." Ilham mencoba menghibur Edward


Akhirnya mereka makan siang di cafe tersebut dan terjadilah obrolan


"Ilham mulai besok kamu harus standby, karena biasanya aku minta dijemput oleh asistenku," kata Edward


"Nanti kamu bisa ambil mobil inventaris di rumahku dan mulai besok kamu bisa memakai mobil inventaris," imbuh Edward


"Baik pak, terima kasih sahut Ilham


Seusai makan siang, Ilham dan Edward kembali ke kantor. Dan mereka berdua kembali ke pekerjaan masing-masing.


Baru satu hari bekerja Edward sudah merasa cocok dengan Ilham, dia puas dengan kinerja Ilham yang cekatan.


"Bagus Ilham," gumam Edward dengan melihat laporan yang diberikan oleh Ilham


Hari berlalu dengan cepat, kini saatnya untuk pulang.


"Aku akan ikut kamu pulang Ilham nanti setelah itu kamu ikut saya untuk mengambil mobil di rumah." kata Edward


"Baik pak," sahut Ilham


Edward ikut pulang ke rumah Ilham setelah menaruh mobilnya Ilham ikut pulang ke rumah Edward untuk mengambil mobil inventarisnya


Setelah sampai di rumahnya Edward menyuruh Ilham untuk menunggu di teras.


Mata Ilham memandang sekitar rumah Edward, bibirnya pun melengkung kagum dengan desain rumah atasannya tersebut.


Edward mengambil kunci mobilnya di kamar


"Kamu sedang apa mas?" tanya Renata


"Mengambil kunci mobil sayang, aku sudah dapat asisten baru," jawab Edward


Setelah menemukan kunci mobilnya, Edward turun untuk memberikannya pada Ilham.


"Ini Ilham kunci mobilnya, kamu ambil sendiri mobilnya di garasi. Mobil Pajero sport warna hitam sama seperti mobil kamu, hanya beda warna," kata Edward sambil tersenyum


"Iya pak," sahut Ilham


Edward yang dipanggil Renata masuk sebentar sedangkan Ilham masuk garasi untuk mengambil mobil Inventarisnya.

__ADS_1


Vera yang bosan di kamar turun untuk duduk di teras rumahnya sambil baca-baca buku seputar kehamilan.


__ADS_2