Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Acaranya apa saja? Maharnya apa?


__ADS_3

Halo kak, bagaimana kabarnya? sehat kan?


terima kasih ya kak, udah ngikutin "Aku bukan wanita lemah".


Jangan lupa untuk selalu dukung aku dengan meninggalkan like, koment, hadiah dan juga Vote ya.


Karena tiap bulan akan ada give away ya. Nanti kalau tamat give away nya beda lagi.


Terima kasih kakak-kakak semua.😘😘😘


"Dasar calon istri durhaka, calon suamiku suami ngomong malah ditinggal tidur. Untung aku masih punya iman dan takut dosa coba kalau enggak sudah aku panjat ni tubuh mungil ini," gerutu Leo


Leo akhirnya memeluk tubuh Rara lalu ikut memejamkan mata dan benar saja baru sebentar Leo sudah terlelap.


Keesokan paginya, Leo dan Rara pergi untuk fitting baju. Selama menyiapkan pernikahannya dia meminta Bayu untuk mengurus semua pekerjaan di kantor.


Mata Leo melebar serta mulutnya terbuka, dia sangat pangling dengan calon istrinya. Rara bak seorang Ratu dengan balutan kebaya warna putih simpel namun sangat elegan.


Rara berjalan menghampiri Leo, lalu dia bertanya


"Bagaimana menurut mas Leo?"


"Cantik sekali sayang, aku ingin menikmati cantiknya dirimu sendiri," jawab Leo yang membuat Rara bingung karena tidak paham


"Aku gagal paham mas," sahut Rara


"Gak papa, sudah sana itu dipanggil," suruh Leo


Rara bergegas masuk karena desainernya memanggil untuk mencoba baju lainnya.


Lagi-lagi Leo dibuat takjub dengan penampilan Rara ,begitu seterusnya hingga gaun ketiga.


Rencananya Rara akan ganti baju tiga kali, tentu nggak kebayang betapa megahnya acara resepsi Leo besok.


Setelah selesai fitting baju, Leo dan Rara pergi ke rumah Leo.


Saat di rumah, Leo tidak menemukan mama maupun kakaknya.


"Mana ya mama dan kak Ray," kata Leo lalu duduk di sofa


"Mungkin mereka keluar mas, kita tunggu saja," sahut Rara


Tak berselang lama mama pulang, mama meminta art untuk mengambil barang-barang di mobil.


"Kak Ray mana ma?" tanya Leo


"Ray kembali ke Jakarta Leo, katanya ada urusan yang tidak bisa diwakilkan," jawab mama lalu masuk ke dalam


Leo mengangguk, dia berfikir apa ini ada kaitannya dengan perusahaan yang hendak menghancurkannya.


Rara yang melihat Leo melamun pun menepuk bahunya


"Mas, mas," panggil Rara


"Eh iya sayang," sahut Leo


"Mikirin apa?" tanya Rara


"Mikirin kak Ray sayang," jawab Leo


"Kenapa?" tanya Rara lagi

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok, heran saja kenapa kak Ray tiba-tiba kembali ke ibukota padahal kan kita akan segera menikah ." jawab Leo


Rara tersenyum dan mama ikut bergabung setelah mengganti pakaian keluarnya dengan pakaian santai.


"Bagaimana fitting bajunya?" tanya mama


"Lancar ma, bajunya juga pas di tubuh Rara," jawab Leo


"Alhamdulillah," sahut mama


"Mama beli apa saja kok banyak sekali?" tanya Leo


"Beli untuk serah serahan Leo, yok opo rek," jawab mama


"Kan Leo nggak tau ma, memangnya apa saja sih ma acaranya?" tanya Leo


"Pertama kita datang ke rumah Rara untuk memberi serah-serahan ini sayang, selanjutnya acara siraman Midodareni dan lain-lain," jawab mama


"Acara apaan tu ma, Leo kok baru tau," protes Leo


"Kita kan orang Jawa Leo, jadi menikah sesuai adat Jawa." Mama heran sambil geleng-geleng kepala


Rara juga bingung pasalnya dulu saat dia menikah dengan Ilham gak ada acara seperti itu.


Dulu setelah Ijab-Qabul selesai lalu resepsi.


"Memangnya adat Jawa itu seperti itu ya ma, soalnya dulu Rara nggak seperti itu," tanya Rara dengan bingung


"Iya sayang, ada juga jual dawet tapi besok nggak usah seperti itu," jawab Mama


Rara mengangguk, dia pasrah saja dengan orang tua yang lebih paham.


"Oh ya Leo, maharnya bagaimana?" tanya mama


"Iya tanggung jawabnya besar soalnya kalau seperangkat alat sholat," jawab mama


"Uang saja? atau dengan yang lainnya," tanya mama


"Uang dan mobil ma," jawab Leo


Rara yang mendengar kata-kata Leo jadi kaget pasalnya dia tidak menginginkan mobil dan buat apa mobil.


"Mobil mas?" tanya Rara


"Iya sayang," jawab Leo


"Memangnya boleh ya, mas kawin sebuah mobil?" tanya Rara


"Boleh aja," sahut Leo dengan terkekeh.


Rara tersenyum, dia bersyukur mendapatkan suami seperti Leo karena perlakuan Leo berbeda dengan Ilham.


Karena mama merasa capek, beliau ijin untuk ke kamar.


"Mama masuk dulu ya, kalian lanjut mengobrolnya. Kalau Rara capek ajak istirahat Le namun ingat jangan melewati batas," pesan mama


"Cium nggak papa kan ma dengan raba-raba," sahut Leo


"Nggak papa dosa tanggung sendiri," timpal Mama sambil geleng-geleng kepala lalu berjalan menuju kamarnya


Rara yang malu menundukkan kepalanya,

__ADS_1


"Mas Leo kenapa bilang gitu pada mama, kan Rara malu mas dikiranya Rara wanita gampangan," kata Rara


"Ngapain malu sih sayang, lagipula nggak papa gampangan asal sama aku," sahut Leo


Lagi-lagi Rara menggelengkan kepala, makin kesini dia semakin pusing dengan karakter Leo yang seenaknya sendiri padahal dulu di mata Rara Leo sangatlah berwibawa.


Leo mengajak Rara untuk mengobrol di pinggir kolam.


"Baru kali ini dia masuk ke belakang, rumah Leo sungguh mewah bak istana. Melihat air kolam yang biru membuat Rara ingin masuk ke dalam.


"Mas aku boleh berenang?" tanya Rara


"Boleh sayang, asal renangnya sama aku," jawab Leo


Rara mengangguk lalu dia melepas dress-nya yang hanya menyisakan kaos sebahu dan celana pendek ketat.


Leo yang melihat Rara, menelan salivanya


Byuuuurrrrr


Rara sudah masuk dalam kolam tanpa menunggu Leo


Dengan segera Leo menyusul Rara, dia juga melepaskan pakaiannya menyisakan celana ketat milik nya.


Dalam kolam mereka saling mengejar, bahkan mereka taruhan siapa yang kalah harus melakukan apa yang diperintah yang menang.


Deal, mereka akhirnya make a deal


Mereka berdua sama-sama bekerja keras supaya menjadi pemenang kembali lagi fisik Leo yang besar membuat Rara kalah.


"Yes.... Aku menang sayang, sekarang kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan," kata Leo dengan raut wajah yang gembira sekali


"Ok mas, bentar aku istirahat dulu," pinta Rara lalu naik ke atas


Rara duduk di kursi kayu di tepi kolam, Leo naik ke atas menyusul dan duduk di sisi Rara


"Mas lungguh dewe po'o sesek Iki lo," gerutu Rara


(Mas duduk sendiri napa, sesak ini lo.)


Tanpa aba-aba Leo menyambar bibir Rara, tangannya juga bergerilya di dada Rara.


Art yang hendak kebelakang pun kaget, dengan langkah cepat dia membelokan badan dan segera masuk sebelum ketahuan oleh Leo.


Karena terburu-buru dengan melihat kebelakang tak sengaja art tersebut menabrak mama yang hendak ke dapur.


"Eh nyonya maafkan saya," ucap Art lalu menundukkan kepala


"Iya bik nggak papa, eh iya tau Leo? aku cari di kamarnya kok nggak ada," tanya mama


"Den Leo di belakang nyonya," jawab art


Mama baru saja melangkahkan kaki namun art tersebut melarangnya.


"Jangan nyonya." art tersebut melarang mama untuk kebelakang.


"Kenapa?" tanya mama penasaran


Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal art tersebut berkata


"Anu nyonya , den Leo dan non Rara sedang enak-enak," jawab Art tersebut

__ADS_1


Mama jadi kaget mengira kalau enak-enakan adalah gituan. Dengan langkah cepat mama menuju halaman belakang.


__ADS_2