Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Berubahnya sikap Rara maupun Leo yang membuat mama tersenyum


__ADS_3

"Enak ya pagi-pagi udah ciuman di tempat umum, kasian kan art yang nggak punya pasangan jiwa jomblonya pasti meronta," omel mama saat Leo dan Rara masuk ke dalam rumah.


"Maaf ma, udah nggak tahan lihat mantu mama yang seksi ini," sahut Leo


Rara yang malu bersembunyi di balik tubuh Leo yang lebih besar darinya.


"Udah sana siap-siap kerja," usir mama


Leo dan Rara menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri lalu bersiap untuk berangkat kerja. Tak lupa Rara menyiapkan bekal untuk Leo, Rara tiap hari selalu membawakan bekal untuk Leo namun terkadang Leo membawanya ke cafe dan memakannya di sana.


Setelah sarapan Leo mengantar Rara ke Cafe setelah itu dia berangkat ke kantornya.


Begitulah setiap harinya hingga pada suatu ketika Rara merasakan kalau dia tidak enak badan.


"Mas aku nggak ke cafe ya, badan aku agak kurang fit," kata Rara saat bangun dari tidurnya.


Leo nampak cemas melihat keadaan Rara yang terlihat pucat.


"Kamu sakit?" tanya Leo


Rara hanya mengangguk karena kepalanya terasa pusing. Leo yang cemas segera mengambil kompres dia juga menyuruh art untuk membuatkan bubur untuk Rara.


Setelah bubur matang, art langsung membawa bubur ke kamar Leo dan Rara.


Dengan telaten Leo menyuapi Rara, dalam sekejap bubur dalam mangkok besar ludes tak tersisa, bahkan Rara minta nambah lagi.


Leo terheran melihat nafsu makan Rara yang tiba-tiba sangat besar.


Sehabis makan Leo membantu Rara meminum obat lalu menyuruhnya istirahat.


"Sayang, aku tinggal dulu ya. Hari ini aku ada pertemuan penting yang nggak bisa diwakilkan," kata Leo dengan rasa bersalah karena tidak bisa menemani istrinya yang sakit.


"Nanti aku akan meminta mama untuk memantau keadaanmu sayang," imbuh Leo


"Nggak usah mas nanti malah merepotkan mama, ini juga udah baikan kok," sahut Rara


"Ya sudah kalau begitu, kalau ada apa-apa hubungi aku ya atau hubungi mama atau art kita," pesan Leo lalu mengecup kening Rara dan keluar kamar


Di kantornya Leo mendapat masalah, pertemuan yang digadang-gadang oleh Leo harus mbleset, Leo nampak berfikir di ruangannya.


"Bay kalau mereka ingin bertemu lagi, bilang saja kalau aku nggak punya waktu. Mereka sangat mempermainkan kita, biar nanti aku coba mencari pengganti mereka," kata Leo


"Baik pak, oh ya setelah ini kita ada janji dengan perusahaan xxx di kota Y terkait pemutusan kerja sama dengan nona Angel." Bayu mencoba mengingatkan Leo


"Ya sudah segera berangkat karena tempatnya lumayan jauh," sahut Leo lalu beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Rara yang sudah merasa baikan turun kebawah untuk makan siang, melihat makanan di meja dia nampak tidak berselera untuk itu dia keluar sendiri untuk mencari makanan yang dia inginkan


Rara tidak pamit pada Leo karena pasti Leo akan melarangnya untuk itu dia hanya pamit pada mama mertuanya.


Rara berkeliling mencari makanan khas Surabaya yaitu rujak cingur, tiba-tiba dia ingin sekali makan rujak cingur tersebut padahal sebelumnya Rara jarang sekali makan makanan yang mengandung petis ikan.


Dalam sekejap rujak yang tersaji sudah ludes tak tersisa. Tak lupa dia membawakan untuk mama dan juga art nya.


"Ini ma rujak buat mama," kata Rara dengan menyodorkan rujak yang tadi dia beli


"Tumben kamu beli rujak sayang," sahut mama dengan heran


"Lagi pengen saja ma," timpal Rara


Sebelum kembali ke kamarnya Rara mencari para art karena dia juga membelikan untuk art nya semua.


Tepat pukul lima Leo sampai di rumahnya karena pekerjaan yang banyak membuatnya lupa kalau tadi pagi Rara sakit.


Dengan langkah malas Leo masuk kedalam kamarnya, tanpa salam tanpa sapaan Leo langsung saja duduk di sofa dan memainkan ponselnya. Rara yang melihatnya entah mengapa jadi kesal dia menghampiri Leo lalu merebut ponsel yang dibawa Leo


"Oh begitu, pulang kerja bukannya salam bukannya nyapa atau ngecup aku malah main ponsel." Rara yang kesal menatap Leo


"Mau kamu apa sih sayang, suami pulang kok dimarahin," gerutu Leo


"Mau aku kamu balik lagi ke pintu, terus masuk dengan ngucapin salam, ngecup aku baru duduk dan main ponsel," ucap Rara yang membaut Leo membulatkan matanya


"Mas Leooo," teriak Rara dengan mewek


Leo yang melihat istrinya mewek pun jadi takut,


"Iya iya sayang, tapi kamu diam ya," bujuk Leo


Seketika mewek Rara berhenti, Leo yang kesal pun mengumpat


"Iki uwong opo jin seh," gerutu Leo


(Ini orang apa jin sih)


Rara yang mendengarnya menyahut


"Genderuwo,"


"Pantes" sahut Leo balik


"Mas Leeeooo," teriak Rara

__ADS_1


"Iya iya sayang." Leo frustasi akan sikap Rara yang tidak seperti biasanya


Mama yang kebetulan di lantai atas melihat Leo berdiri di ambang pintu pun mendekat,


"Ada apa Leo?" tanya mama


"Tanyakan tu ma mantu mama, masak Leo disuruh reka ulang gara-gara tadi masuk kamar nggak salam dan lupa nggak ngecup dia," jawab Leo dengan kesal


Mama tersenyum,


"Lakukan saja lah Leo, apa sih susahnya tinggal masuk lalu salam dan ngecup Rara, sudahlah nggak usah malu," kata Mama dengan senyum-senyum sendiri.


"Dasar wanita, untung istriku coba kalau istri orang sudah ku lempar ke Bengawan Solo," umpat Leo


Mendengar umpatan Leo, mama dan Rara melemparkan tatapan maut mereka pada Leo


Dengan langkah seperti saat dia masuk, Leo mendekat ke arah Rara lalu mengecup keningnya.


"Sudah kan?" tanya Leo dengan menatap Rara


"Salim mama dulu mas," pinta Rara


"Astagfirullah," ucap Leo dengan frustasi


Mama yang nggak ingin terjadi debat lalu menyodorkan tangannya pada Leo dan Leo pun mencium punggung tangan mamanya.


Lalu mama keluar kamar dengan menggeleng-gelengkan kepala sambil senyum-senyum sendiri.


"Puas sekarang?" tanya Leo kesal


"Sudah, ini ponselnya," jawab Rara dengan menyodorkan ponsel Leo


Dia kembali ke tempat tidurnya, sambil memainkan ponselnya juga.


Saat memainkan ponselnya Leo baru ingat kalau tadi pagi Rara sakit. Dengan mengabaikan rasa kesalnya Leo menghampiri Rara yang berbaring di tempat tidur


"Maaf sayang, aku lupa kalau kamu sakit," kata Leo dengan menyesal


"Nggak papa kok mas, aku juga udah sembuh tadi juga habis keluar. Ups," Sahut Rara dengan menutup mulutnya


Dengan senyum yang dipaksakan Rara menatap Leo


"Keluar?" tanya Leo dengan penuh penekanan


Rara hanya mengangguk takut kalau Leo marah

__ADS_1


"Kok nggak bilang," sahut Leo


"Takut kamu marah, lagian deket sini mas untuk beli rujak," timpal Rara dengan tersenyum


__ADS_2