
Leo yang seharian merasa tidak enak badan akhirnya tidak fokus bekerja, dia menyuruh Bayu untuk mengantarnya pulang.
"Bay, aku antar pulang," kata Leo dengan tubuh yang lemas
"Baik pak," sahut Bayu
Bayu dan Leo berjalan ke luar kantor sesuai pengumuman tadi yang di umumkan, saat Leo berjalan menyusuri koridor para pegawai menjauh dari Leo. Bayu mengkode mereka semua untuk berkumpul jadi satu di pojokan biar Leo tidak mencium bau parfum mereka.
Saat di mobil Leo memejamkan matanya, kepalanya sungguh berat, mulutnya pahit dan bawaannya ingin rebahan.
Bayu yang ingin menyarankan Leo untuk periksa di dokter kandungan lagi-lagi harus urung karena Leo memejamkan matanya.
Beberapa waktu kemudian Leo dan Bayu sampai di halaman rumah Leo. Mama yang sedang membaca majalah menatap ke arah Leo dan Bayu.
Bayu membantu Leo berjalan karena dia sangat lemah sekali.
"Kamu kenapa Le?" tanya mama dengan khawatir
"Pak Leo tadi muntah-muntah nyonya saat mencium bau parfum para pegawai," jawab Bayu
"Astaga Leo, mending nanti kamu periksa ke dokter kandungan," sahut mama
Mendengar saran mama Leo pun protes, kok mamanya malah menyuruhnya untuk ke dokter kandungan.
"Mama apa-apaan sih, Leo ni sakit ma bukan hamil," gerutu Leo
"Yang hamil bukan pak Leo tapi ibu Rara," sahut Bayu
Leo langsung membulatkan matanya, dia menatap mama dan Bayu bergantian.
"Apa? Rara hamil?" tanya Leo dengan ekspresi yang sulit dijelaskan
Mama dan Bayu mengangguk bareng dan berucap
"Iya,"
Seketika Leo nampak sehat, dia mengambil kunci mobil yang dibawa Bayu
"Kamu mau kemana Le?" tanya mama
"Ke cafe ma, mau lihat keadaan Rara sekalian periksa ke rumah sakit," jawab Leo
Leo menaiki mobilnya dan berlalu pergi,
"Anak itu kok tiba-tiba sehat padahal tadi lemes dan pecat banget," kata mama heran
"Mungkin karena senang nyonya, rasa bahagianya mengalahkan sakit yang pak Leo rasa," sahut Bayu
__ADS_1
Seusai mengobrol dengan mama, Bayu pamit kembali ke kantor dengan naik taxi yang sebelumnya dia pesan.
Mama sangat bahagia akhirnya beliau memiliki cucu juga sekarang tinggal mikir Ray. Berkali-kali mama memintanya untuk menikah namun Ray selalu menolak dengan alasan belum ingin menikah.
Kini Leo sudah sampai di cafe Rara, dengan langkah cepat dia menuju ruangan Rara. Saat masuk di ruangan Rara Leo langsung menyambar tubuh Rara dan memeluknya dengan erat.
"Terima kasih sayang," katanya dengan bibir tak henti-hentinya mengecup kening Rara
Rara hanya mematung dengan sikap Leo yang tidak seperti biasanya,
"Terima kasih untuk apa mas?" tanya Rara bingung
"Terima kasih karena kamu ngasih aku harta yang tidak ternilai sayang," jawab Leo
Rara masih bingung dengan kata-kata Leo yang menurutnya ambigu, dengan menatap Leo dia bertanya lagi
"Maksudnya mas?"
"Kamu hamil sayang, kamu hamil," jawab Leo dan lagi-lagi dia memeluk tubuh Rara dan menghujani kening Rara dengan kecupan.
"Apa? aku hamil?" tanya Rara bingung
"Iya sayang kamu hamil," jawab Leo dengan memegang pundak Rara lalu menatap istrinya yang nampak kebingungan
"Tunggu, tunggu. Bagaimana kamu tahu kalau aku hamil mas, kan kita belum tes maupun periksa," sahut Rara bingung
"Ntah lah pokoknya kata Bayu dan mama kamu hamil," timpal Leo
"Sekarang kamu siap-siap kita pergi ke dokter kandungan ya?" titah Leo
Rara pun menurut, setelah siap mereka pergi ke dokter kandungan.
National hospital adalah rumah sakit yang di pilih untuk memeriksakan kandungan Rara.
"Bagaimana dok?" tanya Leo dengan penasaran
"Memang benar pak, ibu hamil. Lihatlah ada dua titik yang tandanya istri anda hamil anak kembar," kata dokter dengan memperlihatkan gambar di layar.
Leo yang bahagia langsung mengecup Rara yang terbaring di bed, setelah proses USG selesai Rara bangun dengan dibantu Leo dan juga dokter.
"Kandungannya berusia tiga Minggu," kata dokter lalu menyingkirkan alat USG nya
Setelah turun dari bed, Rara langsung sujud syukur, dia menangis karena tidak menyangka akan hamil anak kembar.
"Terima kasih Tuhan, engkau menitipkan dua bocah pada kami," doa Rara lalu dia bangun
Leo yang melihat istrinya sujud syukur dengan menangis pun ikut menangis juga, dia sangat bahagia.
__ADS_1
Dokter juga tersenyum melihat pasangan muda di depannya.
"Pak, Bu tolong di perhatikan ya, karena kandungan ibu masih sangat lemah jadi tolong jangan beraktivitas yang berlebihan, jangan stres, harus banyak-banyak istirahat dan juga jaga pola makan, makan-makanan yang bergizi." Pesan Dokter lalu beliau menulis resep
"Mulai besok kamu nggak usah datang lagi ke cafe sayang, nggak usah masak nggak usah naik turun tangga, kalau ada apa-apa saat aku nggak di rumah langsung saja telpon art." kata Leo dengan tegas
Rara mengangguk tanpa berkata apa-apa dia sangat bahagia dengan kehamilan pertamanya.
Dokter menyodorkan resep pada Rara dan Leo dan mereka pun pamit undur diri.
"Aku bahagia sekali mas," kata Rara
"Aku juga sayang, apalagi bayi kita kembar," sahut Leo
Setelah membayar administrasi dan menebus obat Leo dan Rara pulang, Leo tidak mengijinkan Rara untuk kembali ke Cafe.
"Mulai saat ini kamu nggak boleh ke cafe, biar cafe anak buah kamu yang urus," kata Leo dengan menatap istrinya
"Iya mas," sahut Rara
"Nggak boleh stres, mulai sekarang kamu hanya boleh rebahan di kamar," timpal Leo
"Ya jangan rebahan doang mas," protes Rara
"Nggak ada protes Ok," ucap Leo
Dengan pasrah Rara mengangguk kan kepala, tak selang kemudian mobil sampai di rumah. Rara yang hendak keluar mobil dilarang oleh Leo
"Tunggu, biar aku yang bukakan pintu nanti kamu capek," kata Leo yang membuat Rara menatapnya
"Jangan berlebihan mas, hanya buka pintu nggak bikin capek," protes Rara
"Sayangggg, jangan protes ya." Leo pun keluar mobil dan berputar untuk membukakan pintu untuk Rara.
Setelah pintu terbuka Rara pun mengeluarkan kakinya namun lagi-lagi Leo melarangnya
"Sayang tetap di posisimu, aku akan menggendong mu," kata Leo
Rara menggeleng-gelengkan kepala dengan sikap lebay Leo,
"Kalau dia bersikap begini terus aku bisa-bisa stres," batin Rara
Leo meminta Rara untuk mengalungkan kedua tangannya di leher lalu dia menggendong Rara ala bridal style
Melihat Leo menggendong Rara, mama bertanya
"Rara kenapa Leo?"
__ADS_1
"Rara benar hamil ma, bahkan dia hamil kembar," jawab Leo dengan antusias
Mama sangat bahagia, tak menyangka menantunya hamil anak kembar.