Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Gugat ke pengadilan.


__ADS_3

"Aku sangat bahagia Ra, karena sekarang tujuh puluh persen prosentasi ku memilikimu. Dengan kamu keluar dari rumah neraka itu otomatis sekarang kamu adalah milikku. Dan mulai saat ini kamu adalah calon istriku," kata Leo dengan berkali-kali mengecup kening Rara


"Belum mas perjalananku menjadi single masih panjang, proses sidang saja masih belum." Rara mendongakkan kepala melihat Leo


"Memangnya aku pikirkan Ra, pokoknya sekarang kamu calon aku," sahut Leo bersikeras


"Baiklah mas terserah kamu saja," timpal Rara heran dengan lelaki gelapnya tersebut, eh lelaki terang karena hubungan mereka sudah menjadi rahasia umum.


Rara dan Leo bahagia terlebih Leo, dia sangat mendambakan Rara untuk segera bercerai.


Hari semakin larut, Leo yang malas pulang berniat menginap di apartemennya.


"Ra aku nginep ya?" tanya Leo


"Kenapa nggak pulang mas?" tanya Rara balik


"Males Ra, bawaannya pengen dekat kamu terus," jawab Leo dengan terkekeh


"Nanti di cari mama Lo mas," sahut Rara


"Tenang nanti aku bilang saja kalau tidur apartemen, pasti mama ngijinin." Leo berusaha membujuk Rara supaya mengijinkan bermalam bersamanya.


"Ok mas kalau gitu," ucap Rara


Hari semakin larut Rara pun menyuruh Leo untuk ke kamarnya karena dia juga ingin tidur namun satu jam kemudian Leo malah ikut tidur bersama Rara. Dia memeluk Rara yang sudah terlelap ke dunia mimpinya.


"Sedetik nggak bersamamu membuat aku klimpungan," kata Leo dengan memeluk erat Rara dari belakang


Leo memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Rara.


Di sisi lain, Ilham tidak bisa tidur karena memikirkan Rara, dadanya begitu sesak mengingat kenangan-kenangannya bersama Rara.


"Maafkan aku Ra," batinnya


Ilham menyesal atas apa yang dia lakukan pada Rara, untuk itu dia pun berniat menemui Rara untuk meminta maaf dan membujuk Rara untuk kembali lagi.


Vera yang merasa Ilham tidak seperti biasanya jadi protes


"Kamu tidurnya kenapa membelakangi aku mas?" protes Vera


Ilham tidak merespon kata-kata Vera, dia pura-pura tidur.


"Nggak usah pura-pura deh mas, kamu pasti mikir Rara ya," kata Vera kesal dengan Ilham


"Tidurlah Vera, kamu cerewet sekali. Aku lagi ingin menghadap sini, please malam ini jangan mengatur aku," kata Ilham lalu memejamkan matanya.


Vera yang kesal menyelimuti tubuhnya lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


Ilham teringat kembali dengan Rara, selama ini Rara tidak pernah bersikap seperti Vera. Jika minta sesuatu dia selalu lembut dan juga manja.


Rara sedikit mengatur kalau soal makan dan kesehatan Ilham, berbeda dengan Vera yang semua dia yang mengatur, Ilham pengikut katanya tanpa boleh protes.


Bayang-bayang Rara menyelimuti dirinya, setelah Rara pergi baru Ilham sadar Rara jauh lebih baik dari Vera. Tapi penyesalan tinggal penyesalan Rara sudah pergi dan mungkin tidak akan kembali.


Keesokan harinya Ilham bangun pagi, dia membuat kopi sendiri dan juga sarapan sendiri. Mama dan papanya sudah pulang kemarin setelah Rara pergi.


Dia termenung sendiri, biasanya jam segini Rara sudah menyiapkan keperluannya, mulai dari baju, makan, bekal dan lain-lain.


Rara sungguh menyayangi Ilham, dia benar-benar memperhatikan Ilham mulai dari hal yang paling kecil sungguh berbeda dengan Vera.


Setelah sarapan, Ilham langsung berangkat dia menuju kafe Rara.


Di sana terlihat mobil Leo sudah terparkir rapi di parkiran. Ilham jadi bimbang antara masuk dan tidak, karena pasti akan terjadi perdebatan sengit antara dirinya dan juga Leo.


Lalu Ilham memutuskan untuk kembali, rencananya dia akan menghubungi Rara lewat telpon.


******


Di cafe Rara dan Leo sarapan bersama, Rara menyuapi Leo dan itu membuat Leo makan dengan lahap.


Setelah mereka sarapan mereka pergi ke pengadilan untuk menggugat Ilham.


Setelah dari pengadilan Rara dan Leo kembali lagi ke cafe.


"Sudahlah Ra, jangan sedih ini adalah keputusan terbaik, maaf aku bicara seperti bukannya karena aku ingin memilikimu namun Ilham sangat keterlaluan Ra, aku juga nggak ingin kamu sakit terus," kata Leo menghibur Rara


"Iya mas, terima kasih ya," sahut Rara dengan tersenyum.


Dia menghela nafas, dan memantapkan keputusannya. Setelah urusan di pengadilan selesai mereka kembali lagi ke cafe dan karena sudah siang Leo pamit untuk ke kantor.


"Rara sayang, aku ke kantor dulu ya, oh ya nanti siang aku nggak bisa kesini soalnya ada meeting dengan klien," kata Leo


"Iya mas nggak papa," sahut Rara


"Makasih pengertiannya ya Sayang," timpal Leo


Sebelum berangkat ke kantor Leo pun minta vitamin pada Rara,


"Ra vitamin dong," pintanya dengan terkekeh


Rara yang tidak paham dengan kata ambigu Leo pun mengambil kotak vitamin yang selalu dia konsumsi.


"Ini mas, minum 2x sehari saja, vitamin ini untuk menjaga tubuh mas Leo biar nggak gampang sakit." kata Rara yang membuat Leo menepuk dahinya.


"Polos sekali sih kamu sayang, ngapain aku minum vitamin seperti ini," sahut Leo

__ADS_1


Rara yang bingung mengerutkan alisnya, dia protes dengan kata-kata Leo


"Katanya tadi minta vitamin, gimana sih mas." Rara menyilangkan tangan ke dadanya dengan bibir yang maju ke depan.


Tanpa aba-aba Leo ******* bibir Rara, dan Rara yang mendapat serangan secara tiba-tiba jadi kaget.


Mereka saling berpaut satu sama lain, Leo memegang tengkuk Rara supaya ciumannya semakin dalam.


Setelah puas berpaut Leo melepaskan bibir Rara.


"Ini lo Ra yang namanya vitamin versi aku." Leo terkekeh sendiri geli dengan kata konyolnya.


"Ada-ada saja sih mas, Mbok Yo bilang langsung kalau mau cium nggak usah pake istilah-istilah gitu," sahut Rara kesal.


Leo hanya terkekeh, lalu dia keluar dan pergi ke kantor.


Di ruangannya sudah ada Bayu yang menunggu Leo.


"Maaf pak Leo, ada masalah dengan peluncuran produk baru kita, ada sebuah perusahaan yang bilang kalau kita mencuri ide mereka, dan untuk itu perusahaan tersebut minta royalti." kata Bayu


"Perusahaan mana bay?" tanya Leo kesal


"Ray Corp pak Leo," jawab Bayu


Leo menyunggingkan senyuman, ternyata kamu mencari gara-gara denganku kak Ray.


"Apa belum puas kamu menyakiti aku?" batin Leo sambil mengepalkan tangannya.


"Tetap saja luncurkan produk baru kita Bay, urusan Ray Corp biar aku yang tangani," kata Leo


Bayu mengangguk dan segera melakukan apa yang Leo perintahkan, Leo juga berpesan kepada Bayu untuk memanggil Ilham ke ruangannya.


Sesaat kemudian Ilham datang


"Ada apa pak?" tanya Ilham yang berdiri di ambang pintu


"Masuk," titah Leo


Ilham segera masuk dan duduk berseberangan dengan Leo.


"Begini Ilham, kamu pantau terus keuangan perusahaan kita, kalau ada penurunan sedikit saja kamu segera laporkan kepada saya," kata Leo


"Baik pak," sahut Ilham


Karena sudah tidak ada yang di bicarakan Ilham pamit keluar.


Walaupun Ilham adalah rival Leo dalam percintaan namun Leo bersikap profesional seakan tidak ada apa-apa antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2