
Kota Surabaya adalah salah satu kota terpadat di Indonesia oleh sebab itu suhu di kota ini terbilang ekstrem.
Rara yang merasa sumpek di kamar pun keluar untuk mencari angin. Tujuan utamanya adalah taman belakang.
"Lama duduk bosan juga, VC mas Leo ah," gumam Rara lalu mengambil ponsel dan menghubungi suaminya.
Leo menolak panggilan Video Rara sehingga membuat Rara kesal
"Tumben mas Leo menolak panggilan video aku," gumam Rara
Rara mencoba menelpon lagi namun ponselnya nggak aktif,
"Sekarang malah nggak aktif, kenapa ya?"
Rara yang merasa cemas pun memutuskan datang ke kantor, tak lupa dia membawakan bekal untuk Leo.
Rara mengeluarkan mobil Lamborghini nya dari garasi dan dia pun langsung cus ke kantor Leo.
"Mas," panggil Rara saat masuk dalam ruangan Leo namun Rara tidak menemukan sang pemilik ruangan.
"Mas Leo kemana sih," gumam Rara
Saat Rara hendak keluar, Leo masuk dengan di ikuti seorang wanita di belakangnya
"OOO jadi ini alasan kamu nggak ngangkat panggilan aku mas!" seru Rara
Leo mematung menatap Rara, dia tidak menyangka kalau Rara di kantornya.
"Baterai aku habis sayang," bela Leo
"Lalu ini siapa?" tanya Rara
"Karyawan aku sayang," jawab Leo
Leo mengkode karyawannya itu untuk keluar dari ruangannya.
"Aku nggak suka ya mas kamu dekat-dekat dengan karyawan kamu!" seru Rara
"Astaga sayang," sahut Leo
Rara yang kesal berniat untuk pulang lalu diapun mengambil tasnya yang tergeletak di sofa.
"Lanjutkan aku mau pulang," timpal Rara
Saat sampai di pintu Leo meneriaki Rara
"Stop! jangan coba-coba kamu keluar dari ruangan ini!" teriak Leo
Seketika Rara berhenti, dia berdiri di ambang pintu tanpa menoleh ke belakang
Leo mendekat lalu menarik tubuh Rara dalam pelukannya.
Dalam pelukan Leo, tangis Rara pecah, dengan lembut Leo membelai rambut istrinya.
"Maaf sayang, kalau aku bicara keras tapi ku mohon kamu juga ngerti posisiku, aku ini pimpinan di kantor ini, pemilik perusahaan ini jadi tiap hari aku pasti bersinggungan dengan Meraka," jelas Leo dengan mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Aku senang kalau kamu cemburu karena itu artinya kamu mencintaiku, tapi please jangan cemburu buta," imbuh Leo
Mendengar kata-kata Leo membuat tangis Rara semakin pecah, sehingga Leo bingung harus bagaimana.
"Apa kamu memintaku untuk memecat para karyawan wanita di sini?" tanya Leo
Mendapat pertanyaan dari Leo Rara tidak bisa menjawabnya, hanya isakan tangis yang dia tunjukan.
"Namun kamu harus tanggung jawab atas keluarga mereka," imbuh Leo lalu melepas pelukannya dan pergi duduk di sofa, dia meninggalkan Rara yang masih berdiri di ambang pintu
Melihat Leo yang terdiam membuat Rara menghentikan tangisannya lalu menghampiri Leo
"Nggak begitu juga maksud aku mas," kata Rara mengiba
"Lalu gimana?" tanya Leo dengan menatap istrinya
Melihat Rara yang berdiri di depannya, Leo pun menarik Rara dalam pangkuannya.
"Bagaimana jika aku larang kamu untuk mengobrol dengan Koki atau pramusaji di cafe kamu?" tanya Leo lagi
"Ya nggak boleh gitu," jawab Rara
"Lalu kenapa kamu melarang aku jika kamu sendiri juga merasa keberatan?" tanya Leo
Pertanyaan Leo seolah skak mat buat Rara, hatinya membenarkan perkataan suaminya. Kini dia sadar betapa egoisnya dia padahal baik dia maupun Leo sama-sama seorang pemilik usaha.
Rara hanya diam memikirkan perkataan Leo, puas memikirkan kesalahannya dia memeluk Leo,
"Maafkan aku mas," katanya dengan lirih
"Kalau aku nggak mau gimana," goda Leo
"nggak mau ya udah, yang penting aku sudah meminta maaf," ungkap Rara
Cup
Leo menjatuhkan bibirnya di bibir Rara, awalnya hanya mengecup namun lama-lama kecupan berubah menjadi pautan yang semakin lama semakin panas, baik Leo maupun Rara saling menggebu dengan nafas saling memburu. Leo tidak mengabsen satu pun yang ada di dalam rongga mulut Rara.
Saat bersamaan masuknya Bayu dan salah satu pegawai lainnya.
Bayu langsung berputar haluan sebelum ketahuan Leo,
"Sial pagi-pagi sudah membuat jiwa jomblo ku meronta," batin Bayu
"Pak Leo ganas juga ya pak Bayu," sahut rekan kerjanya
"Maklum lagi seneng-senengnya punya istri,"sahut Bayu
Karena sudah lama menunggu, Bayu memberanikan diri mengetuk pintu
"Masuk," terdengar sautan dari dalam
Bayu dan rekan kerjanya masuk dalam ruangan Leo, nampak Leo dan Rara sudah menyelesaikan pautan mereka.
"Pak meeting segera di mulai, bapak harus ke ruangan meeting sekarang." Bayu memperingatkan Leo
__ADS_1
"Astaga iya Bay, maaf aku lupa," sahut Leo
"Gimana nggak lupa la enak-enakan di sini," batin Bayu dengan sedikit tersenyum
Lalu Leo menyuruh rekan kerja Bayu untuk mengambil setumpuk berkas-berkas sedangkan Leo dan Bayu hendak meeting.
"Sayang, aku tinggal dulu ya. Jangan pulang dulu, kalau lapar panggil OB suruh membelikan minuman maupun makanan," pesan Leo sebelum dia pergi ke ruang meeting
"Iya mas," sahut Rara
Leo dan Bay pun keluar ruangan untuk meeting.
*******
Renata dan Edward memperlakukan Vera dengan baik sehingga membuat Vera merasa tidak enak.
Mereka membelikan Vera susu dan juga baju ibu hamil. Kebetulan Vera dan jabang bayi yang ada di kandungannya benar-benar di perhatikan oleh Edward maupun Renata.
Siang ini Edward mengajak Renata dan juga Vera untuk berbelanja setelah itu makan di restoran.
Saat di restoran Edward bertemu dengan rekan kerjanya, betapa kagetnya dia saat melihat Vera duduk di samping Renata.
"Edward dia siapa kamu?" tanya rekan kerjanya
"Dia saudara istriku," jawab Edward
Rekan kerja Edward menatap Vera dengan lekat, Vera yang juga ingat lelaki tersebut pun menundukkan kepala dia takut kalau dia memberitahu Renata kalau dirinya adalah bekas seorang PSK
"Aku ke toilet dulu ya," pamit Renata
"Iya," sahut mereka bertiga
Saat bersamaan Edward mendapatkan panggilan penting jadi dia pergi meninggalkan Vera dan juga rekan kerjanya.
"Tak ku sangka ternyata kamu adalah saudara Renata, tapi mengapa kamu dulu melacurkan dirimu?" tanya Lelaki tersebut
"Apapun alasan saya, biar jadi rahasia saya anda tidak berhak tau," jawab Vera dengan sedikit ketus
"Aku sangat merindukanmu Vera, merindukan goyangan mu yang aduhai." Lelaki tersebut mencoba membuka kenangan pahit Vera
"Cukup, jangan ingatkan aku akan hal itu tuan," pinta Vera dengan mata yang sudah mulai basah
"Aku sangat menikmatinya, kapan kita bisa mengenang malam-malam indah kita Vera." Lelaki tersebut terus saja mengingatkan masa kelam Vera yang membuat Vera berteriak histeris
"Tidaaaaaakkkkk,"
Edward yang mendengar teriakan Vera menyudahi panggilannya lalu menghampiri Vera dan juga rekan kerjanya.
"Ada apa Vera?" tanya Edward khawatir
Vera menjawab pertanyaan Edward dengan menangis, lalu dia bertanya pada rekan kerjanya
"Ada apa?"
"Bukankah dia seorang PSK Edward, aku hanya menawari dia untuk menghabiskan malam bersamaku lagi," jawab Lelaki tersebut
__ADS_1
Sebuah bogeman, mendarat sempurna di pipi rekan kerja Edward, "beraninya kamu mengajak istriku untuk tidur denganmu," kata Edward yang membuat semua pengunjung menonton mereka
********