
Ibu dan ayah pun menyuruh Rara untuk makan setelah itu istirahat.
Saat di kamarnya Rara mendapatkan panggilan Video dari Leo
"Aku kangen sayang" Leo
"Baru dua jam sudah nggak ketemu sudah kangen" Rara
"Kan aku dah bilang sedetik nggak ketemu serasa seabad, hahaha" Leo
"Jago banget gombalnya" Rara
Mereka pun mengobrol kesana kemari dan panggilan video berakhir pun setelah ibu masuk ke dalam kamar Rara.
"Melakukan panggilan dengan Ilham ya nduk?" tanya ibu dengan tersenyum
"Ndak buk, Rara Video call an dengan mas Leo," jawab Rara keceplosan
Seketika Rara pun terdiam, sedangkan ibunya mengerutkan alisnya bingung
"Leo itu siapa nduk?" tanya ibu
"Teman Rara bu, dia atasan mas Ilham di kantor," jawab Rara
"Teman kok mesra gitu ngomongnya, jujur sama ibu nduk," pinta ibu dengan menatap Rara lekat
Rara menunduk bingung harus ngomong apa
pada ibundanya, sebenarnya dia masih belum siap untuk berbicara pada orang tuanya, Rara takut kalau orang taunya bersedih karena bagaimanapun juga Ilham adalah menantu kesayangan ibu dan ayah.
"Ada apa sih nduk? apa kalian bertengkar?" tanya ibu lagi dengan penasaran
"Rara dan mas Ilham akan bercerai Bu," jawab Rara dengan raut wajah yang berubah
"Apa nduk!" teriak ibu kaget
"Rara akan bercerai Bu." Rara pun mengulangi perkataannya
Ibunda Rara nampak sedih, dia tidak menyangka kalau anaknya akan bercerai padahal setau nya rumah tangga Rara dan Ilham baik-baik saja.
"Kenapa kalian akan bercerai nduk, bercerai itu dibenci Tuhan, lagipula kalian sudah menikah selama lima tahun apa nggak sayang jika harus kandas," kata ibu mengingatkan anaknya.
Rara jadi bimbang namun rumah tangganya memang tidak bisa diperbaiki yang ada dia akan tersiksa lahir batin.
"Maafkan Rara Bu, Rara ingin bercerai karena mas Ilham menikah lagi. Dia juga membawa istri barunya untuk hidup bersama, Rara mencoba kuat Bu namun kembali lagi, Rara hanya manusia biasa yang tidak kuat jika diperlakukan tidak adil oleh mas Ilham," jelas Rara panjang kali lebar
Ibunda Rara sontak kaget dengan penjelasan anaknya, dia tidak menyangka kalau Ilham bisa menyakiti Rara seperti itu, padahal setau ibu dia amat sangat mencintai Rara.
"Ya Allah nduk kok bisa begini. Ilham ibu nggak menyangka kamu bisa berbuat seperti itu," kata ibu dengan mata yang basah.
"Lalu kamu di Surabaya tinggal dengan siapa nduk?" tanya Ibu
__ADS_1
"Rara tinggal di apartemen mas Leo Bu," jawab Rara
"Apa kalian ada hubungan?" tanya ibu lagi
Rara hanya mengangguk dia malu untuk mengatakan kebenarannya pada ibu, karena dari segi manapun dia tetap salah karena menjalin hubungan dengan lelaki lain saat statusnya masih istri orang.
"Nduk, kok jadi seperti ini. " Ibu pun memegangi kepalanya
"Maafkan Rara Bu," ucap Rara dengan bersimpuh di kaki ibunya.
Ibu menarik Rara dan memeluknya, walaupun kecewa namun ibu membenarkan sikap Rara yang minta ceria pada Ilham.
Setalah mengobrol dengan Rara ibu keluar namun sebelumnya ibu mengusap air matanya supaya ayah tidak bertanya.
Seusai kepergian ibunya, Rara merebahkan dirinya di kasur. Dia menumpahkan sesak dadanya dengan menangis karena telah membuat ibunya bersedih.
"Maafkan Rara ibu, ayah," kata Rara
Rara mengambil ponselnya, dia memandangi foto-fotonya dengan Ilham. Puas menatap foto-fotonya lalu Rara menghapus semua. Dia tidak ingin menyimpan foto-foto Ilham lagi, baginya kini Ilham adalah masa lalu yang harus dilupakan.
"Selamat tinggal masa lalu, terima kasih atas pengalaman yang kamu berikan." gumam Rara
Dia juga mengubah status dirinya di media sosial miliknya, selain itu foto profil bersama Ilham juga di ganti.
Karena statusnya yang masih istri Ilham Rara belum berani meng-upload foto-foto dengan Leo.
******
Ray datang ke perusahaan Leo, dia langsung saja masuk ke dalam ruangan Leo
Leo yang sibuk dengan pekerjaannya pun menghentikan aktifitasnya.
"Ada apa kak Ray?" tanya nya sinis
"Kamu ini, kenapa sinis begitu. Seharusnya kamu senang aku mengunjungi perusahaan mu," jawab Ray dengan tersenyum
"Kalau hanya ingin menggangguku lebih baik kak Ray pulang saja!" seru Leo
"Kamu ini terlalu pemarah Leo, jangan marah-marah. Lihatlah wajahmu jauh lebih tua karena kamu sering marah-marah.
Mendengar kata-kata Ray membuat Leo semakin marah.
"Karena kamu selalu mencari gara-gara denganku kak Ray bahkan kamu mengklaim kalau aku mencuri ide mu dan harus membayar royalti apa maksudmu?" tanya Leo
Ray pun tertawa lalu dia pun duduk di seberang Leo
"Baiklah-baiklah akan aku cabut klaim ku," kata Ray
Leo ingin rasanya menghajar kakaknya yang super menjengkelkan itu.
Leo pun melanjutkan aktifitasnya tanpa memperdulikan Ray.
__ADS_1
Ray menatap adiknya dengan lekat, dia terkadang memang mencari gara-gara supaya Leo mau berbicara dengannya namun terkadang caranya salah sehingga semakin membuat Leo semakin membencinya.
"Le, kenapa kamu tidak bisa memaafkan aku?" tanya Ray serius
Leo melirik Ray tanpa menghentikan aktifitasnya.
"Apa maksudmu?" tanya Leo balik
"Sudah lah kamu pasti tau maksudku," jawab Ray
"Karena rasa sakit yang kamu torehkan begitu dalam kak Ray, aku melihat sendiri bagaimana kamu bercinta dengannya." sahut Leo
"Kan aku tidak tau kalau dia adalah kekasihmu Le," bela Ray
Leo pun diam lalu menatap Ray,
"Sudahlah kak, aku tidak ingin membahasnya lagi," kata Leo
"Lalu sampai kapan kita bermusuhan seperti ini?" tanya Ray
Leo hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan Ray dan di saat bersamaan datang Bayu
"Pak ini laporan yang bapak minta" kata Bayu lalu menyerahkan meletakkan laporan yang dibawanya.
Setelah itu Bayu pun kembali ke ruangannya begitu pula dengan Ray, karena Leo masih diam diapun pergi dari ruangan Leo.
*******
Setelah pulang kerja, Ilham berniat pergi ke cafe untuk menemui Rara. Lagi-lagi dia ingin membujuk Rara untuk memaafkannya dan rujuk lagi.
Namun saat masuk ke ruangan Rara, dia tidak menemukan Rara. Ilham keluar dan bertanya para salah satu pegawai di sana
"Maaf, ibu Rara kemana ya?" tanyanya
"Ibu Rara beberapa hari ke depan nggak akan ke sini pak, katanya ada urusan." jawab pegawai tersebut
"OOO ya sudah terima kasih," sahut Ilham
Ilham pergi dari cafe Rara dengan kecewa, sepanjang perjalanan Ilham berfikir kemana Rara pergi.
Tak lama kemudian Ilham sampai di rumahnya, Vera sudah menunggu di depan rumah dengan paras cantiknya.
"Kamu mau kemana Vera?" tanyanya
"Nggak kemana-mana mas, aku nunggu kamu," jawab Vera
Ilham langsung masuk ke dalam untuk minum. Dia meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk.
Vera membuka tudung saji, terlihat beberapa makanan di sana.
"Tumben kamu masak?" tanya Ilham
__ADS_1
"Maafkan aku mas, aku sadar sekarang. Kamu adalah suamiku seharusnya aku melayani mu" jawab Vera
Ilham mengerutkan alisnya, dia curiga karena biasanya Vera bersikap seperti ini jika ada sesuatu yang dia inginkan.