
Pagi sekali Leo sudah muntah-muntah, Rara yang mendengarnya beranjak dan menuju kamar mandi, Rara mendekati Leo lalu memijat tengkuk Leo.
"Mual lagi mas," tanya Rara
"Iya sayang," jawab Leo dengan lemah.
Rara pun mengusap perutnya dengan lembut seraya berkata
"Sayang, jangan menyiksa papa, kasian kan kalau tiap pagi papa muntah-muntah, kalau papa sakit bagaimana papa cari uang buat kita."
Kata-kata Rara mampu membuat Leo tersenyum, diraih lah tubuh Rara dalam pelukannya.
Saat di dalam pelukan Leo Rara menangis, dia sungguh tak tega melihat sang suami morning sickness.
"Lo Lo kok nangis sih sayang," kata Leo lalu memegang pundak istrinya dan menatap matanya lekat
"Aku nggak tega mas, seharusnya aku yang mengalami morning sickness bukannya kamu," sahut Rara
"Aku malah seneng bisa menggantikan morning Sickness kamu sayang, aku malah nggak tega jika kamu sakit," timpal Leo
Rara mengangguk pelan, lalu mereka pun mandi bersama, seusai mandi Rara menyiapkan baju kerja Leo dan lain-lainnya.
__ADS_1
"Mas aku ikut kamu kerja ya," pinta Rara dengan tangan membantu memakaikan dasi Leo
"Mana bisa seperti itu, kalau kamu capek bagaimana?" tolak Leo
Karena keinginannya tidak di penuhi Leo, Rara menjadi kesal dengan memajukan bibirnya.
"Kok marah sih sayang?" tanya Leo dengan mencubit bibir mungil Rara
"Kamu pelit mas, aku ikut saja nggak boleh, pasti kamu di kantor genit-genit kan sama para pegawai cewek atau jangan-jangan...." belum sempat melanjutkan ucapannya Leo membungkam mulut Rara dengan bibirnya.
Setelah puas dia melepaskannya
"Jangan-jangan apa? Kalau punya mulut tu dijaga, aku berani sumpah kalau di kantor aku nggak pernah genit ataupun menggoda pegawai ku, aku melarang kamu ikut karena aku nggak ingin kamu capek itu saja," sahut Leo lalu meyambar jas kerjanya dan keluar kamar
"Kamu kenapa sih sayang nggak nurut sekali, kalau kamu begini terus aku nggak akan peduli lagi Lo sama kamu," omel Leo
Mama yang baru keluar mendengar kata-kata Leo sehingga beliau mendekat dan bertanya
"Ada apa sih Leo, Rara?" tanya mama
"Ini ma, menantu mama keras kepala sekali." Leo mencoba mengadukan Rara pada mamanya
__ADS_1
"Ada apa sih Rara, kenapa Leo marah," tanya mama
"Nggak papa kok ma, maaf membuat khawatir," jawab Rara
Lalu Rara mencium punggung tangan Leo dan berpamitan kembali ke kamar karena ingin istirahat.
"Hati-hati ya mas, mama Rara kembali ke kamar dulu," pamit Rara
Setelah Rara kembali ke kamarnya, mama mengajak Leo bicara sebentar
"Mama bisa bicara sayang?" tanya mama
"Bisa ma," jawab Leo
"Istri kamu sedang hamil Le, apalagi ini kehamilan pertamanya. Jadi jangan marah-marah padanya," pesan mama
"Leo nggak marah-marah ma, cuma kadang Rara keras kepala sekali masak mau ikut Leo ke kantor." Leo mengadu pada mamanya
"Kenapa nggak diajak sih Le, siang nanti antar dia pulang," sahut mama
"Nanti kalau dia kecapekan bagaimana ma, lagian Leo ini bekerja bukannya main-main," timpal Leo
__ADS_1
"Mood wanita hamil tu berubah-ubah Le, bisa saja bawaan bayi yang ingin dekat-dekat dengan ayahnya, mama bukannya membela Rara namun mama sendiri pernah merasakannya.
Setelah berbicara dengan Leo mama pamit kebelakang, Leo pun mengusap rambutnya kasar lalu naik keatas untuk menemui Rara.