
"Leo mana Ray?" tanya mama
"Bentar lagi turun ma, Leo parah udah ngebet banget," jawab Ray sambil tertawa mengingat kejadian tadi.
Leo dan Rara kini sudah bersiap, terlihat Leo nampak kesal karena gagal unboxing.
"Sudah lah mas, kok cemberut saja," kata Rara dengan memeluk Leo dari belakang
"Habisnya dari tadi diganggu terus," sahutnya
Rara hanya menggeleng-gelengkan kepala, nggak habis pikir dengan lelaki yang baru saja menyandang gelar sebagai suaminya.
Tak selang lama Leo dan Rara turun, mereka sudah ditunggu mama dan Ray di bawah.
"Udah normal belum tu menara Eiffel," goda Ray
Leo melemparkan tatapan mautnya pada Ray yang mengejeknya.
"Sudah aku robohkan" sahutnya
"Waooo hebat sekali kamu Le, merobohkan menata Eiffel," timpal Ray sambil menahan tawa
"Astagfirullah Ray, Leo! kalian ini seperti anak kecil saja." Mama mengomeli anak-anaknya.
Karena tidak ingin berdebat lebih lama lagi mama mengajak semua untuk bersiap ke hotel JW Marriot
dan tak butuh lama untuk sampai ke hotel.
Semua sudah disiapkan dari pihak hotel, Rara dan Leo tinggal merias diri begitu pula dengan keluarga Leo dan Rara.
"Sudah masuk sana, berias lah jangan yang lain." Lagi-lagi Ray menggoda Leo.
Leo yang malas menanggapi godaan kakaknya terus melangkahkan kaki ke kamarnya bersama Rara.
Di sisi lain Vera dan Ilham juga bersiap untuk ke hotel guna menghadiri acara resepsi Leo dan Rara
"Tuh kan mas, aku lupa nggak beli baju baru," gerutu Vera
"Bajumu kan banyak sih Vera, pakai yang ada dulu," sahut Ilham
Dengan cemberut Vera memilih baju-bajunya, akhirnya dia melabuhkan pilihannya pada baju yang berwarna hitam senada dengan Ilham yang memakai kaos dan juga blazer warna hitam.
"Kamu cakep sekali mas, memakai blazer dan kaos hitam," puji Vera dengan menatap suaminya
Melihat Ilham yang menurutnya tampan membuat Vera berhasrat. Dia mendekati Ilham lalu mencium bibir Ilham penuh nafsu.
__ADS_1
"Kamu mau apa Vera?" tanya Ilham
"Aku menginginkanmu mas," jawab Vera dengan mengecup leher Ilham
Tanpa basa-basi Ilham menggendong Vera dan melemparkannya di tempat tidur. Ilham melepas penutup bajunya dan juga Vera.
Ah.... Ah.... Ah
Suara d*e*s*a*h*a*n dan erangan memenuhi seisi kamar, aroma percintaan menguar dengan sangat pekat sehingga membuat ruangan terasa panas meskipun AC bekerja dengan normal.
Ilham terus saja memaju mundurkan pinggangnya dengan sangat normal sehingga membuat Vera yang di bawahnya semakin menggelepar penuh kenikmatan.
Tiga puluh menit berlalu dan kini Ilham pun memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat sehingga kini dia mendapatkan pelepasannya.
Setelah sama-sama mendapatkan pelepasannya, mereka bergegas membersihkan diri, lalu bersiap kembali.
Mereka mengayunkan kaki keluar rumah lalu pergi ke acara resepsi Leo dan Rara
Banyak sekali tamu yang datang dan kebanyakan mereka berasal dari orang kalangan atas.
Ray ikut menjamu para undangan, sudah banyak yang tau kalau Ray adalah salah satu pebisnis yang namanya terus melejit.
Ilham yang bertemu dengan para teman-temannya sedikit mengabaikan Vera, Ilham menyuruhnya untuk duduk sedangkan dia mengobrol dengan teman-temannya.
Vera bertemu dengan banyak temannya juga, masih banyak yang tidak tau kalau Vera adalah istri Ilham, sedikit juga yang tau kalau Rara istri Leo adalah mantan dari Ilham.
Tepuk riuh para undangan menggema dalam ballroom hotel, kue yang berlapis-lapis sudah siap di eksekusi.
Ilham yang menatap Leo dan Rara sangat sakit hati, lagi-lagi hatinya teriris melihat mantan istrinya kini menikah dengan orang lain.
Ilham minum dengan banyak, Vera yang asik mengobrol dengan teman-temannya mengabaikan Ilham
"Kamu tau nggak Ver, mas kawin yang diberikan pak Leo pada istrinya," celoteh teman Vera
"Memangnya berapa sehingga kalian kok heboh sendiri," sahut Vera dengan tatapan mengejek
"Uang ratusan juta dan juga sebuah mobil Lamborghini Huracan Evo warna merah," kata teman satunya
Vera menelan salivanya, dia sungguh kaget sekaligus iri dengan Rara. Berbeda dengan dirinya yang mendapatkan mahar uang hanya tujuh juta itupun tanpa barang-barang mewah dan lain-lain.
"Mujur sekali nasibmu Ra," batin Vera dengan tersenyum sinis melihat Rara yang tersenyum bahagia.
Terdengar sorakan dari tamu undangan yang menyuruh Leo untuk mencium Rara
"Cium, cium, cium." Terdengar sorakan dari para undangan
__ADS_1
Leo tersenyum licik
"Pucuk dicinta ulam pun tiba," gumamnya
Tanpa persiapan dari Rara, Leo langsung saja menyambar bibir mungil Rara sehingga membuat Rara kaget.
Suara tepukan tangan menggema ke seluruh ruangan, Ilham yang sangat sakit hati berniat untuk pulang lebih dahulu, dia sungguh tak sanggup melihat Rara menikah dengan orang lain.
Ilham mencari Vera kemana-mana namun dia tidak menemukannya, lalu Ilham mengirim pesan pada Vera, kalau dia pulang terlebih dahulu karena tiba-tiba tidak enak badan. Ilham juga menjelaskan kalau tadi mencarinya namun tidak ketemu.
Ini adalah acara yang ditunggu-tunggu, sebenarnya ini bukanlah adat Jawa namun disisipkan untuk bersenang-senang saja.
Rara dan Leo melempar bunga yang dibawa pengantin wanita dan siapa yang mendapatkannya akan segera menyusulnya
Tanpa di duga yang mendapat bunganya adalah Ray, tentu Ray mendapat sorak yang meriah dari para tamu.
Vera yang melihatnya jadi tertarik pada Ray, apalagi dia tahu kalau Ray adalah kakak Leo.
Vera terus saja menatap Ray dari jauh, bahkan dia menyusul Ray yang ijin ke kamar mandi.
Vera berpura-pura menabrakkan dirinya sehingga membuat dirinya terjatuh, ternyata rencana Vera berhasil. Ray mengulurkan tangannya untuk membantu Vera.
"Maaf pak, saya nggak sengaja menabrak bapak," kata Vera pura-pura meminta maaf.
"Jangan panggil saya bapak, karena saya masih muda," sahut Ray dengan terkekeh
Vera tersenyum,
"Kamu teman Rara atau Leo?" tanya Ray
"Saya bawahan pak Leo dari cabang Malang pak, eh mas," jawab Vera
"Lalu nanti pulang ke Malang?" tanya Ray
"Nggak mas, mungkin cari penginapan," jawab Vera
Jiwa Casanova Ray muncul seketika, jika kamu mau, aku bisa membooking salah satu kamar hotel di sini untuk kamu," kata Ray
Vera berpura-pura menolak namun dengan sedikit rayuan Ray akhirnya dia mau.
"Ayo." Ray mengulurkan tangannya pada Vera
Dengan senang hati, Vera menerima uluran tangan dari Ray.
*********
__ADS_1
Ilham sangat kalut, bayang-bayang Rara dicium Leo masih teringat jelas dipikirannya.
"Mengapa aku tidak bisa move on darimu walaupun ada Vera di sisiku?" batin Ilham dengan pandangan yang lurus ke depan menerawang jauh ke jalan.