Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Akhirnya


__ADS_3

Saat Rara hendak memejamkan matanya terdengar suara bel,


"Siapa ya, kalo mas Leo pasti langsung masuk." Rara beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya dengan malas untuk membuka pintu


Karena sudah mengantuk tingkat dewa dia lupa kalau hanya memakai pakaian tanpa bahu dan celana pendek sekali.


Ceklek


"Ray?" Rara pun kaget, kenapa Ray malam-malam ke apartemen Leo


"Rara," panggil Ray yang tak kalah kaget sama dengan Rara


Ray yang melihat pakaian Rara menelan saliva nya karena sebagian tubuh Rara terekspos.


Rara yang sadar dengan pandangan Ray segera berlari masuk ke dalam untuk memakai pakaian yang lebih sopan.


Ray masuk ke dalam walaupun Rara belum mengijinkannya masuk.


Rara kini sudah kembali dengan pakaian normalnya, dia menghampiri Ray yang duduk di sofa


"Maaf Ray, tadi aku mau tidur jadi pakaianku nggak sopan," kata Rara dengan sangat malu


"Aku yang seharusnya minta maaf karena mengganggu waktu istirahatmu." sahut Ray


"Kamu kok ada di apartemen Leo? apa kalian sudah tinggal bersama?" tanya Ray penasaran


"Iya semenjak aku pergi dari rumah suamiku aku tinggal di apartemen ini, mas Leo yang memaksaku. Hanya belakangan ini saja mas Leo menginap di sini, biasanya dia selalu pulang." Rara menjelaskan dengan gugup pasalnya dia tidak enak dengan Ray


"Kami nggak macem-macem kok Ray," imbuh Rara dengan tersenyum kecut


Ray hanya tersenyum melihat kegugupan Rara, toh walaupun dia macem-macem dengan Leo tidak masalah bagi Ray karena memang mereka ada hubungan.


Ray berbeda dengan Leo, setiap Ray memiliki pasangan dia selalu melakukan hal itu walaupun belum menikah, Ini sudah menjadi kebiasaan Ray karena sebelumnya Ray tinggal di luar negeri dari SMA. Ray anak yang sangat cerdas sebab itu dia mendapatkan Beasiswa ke Amerika untuk melanjutkan studi nya. Dan kehidupan di sana sangat berbeda dengan tanah air


"Ngapa-ngapain juga nggak papa kok Ra, kan kalian juga sebentar lagi mau menikah," sahut Ray


Rara pun tersenyum kecut,


"Mana boleh seperti itu," timpal Rara


"Boleh saja," kata Ray


"Nggak," sahut Rara

__ADS_1


"Boleh," sahut Ray


"Nggak ya nggak titik stop jangan menyahut!" seru Rara


Ray hanya tersenyum melihat Rara, dia sangat tertarik dengan Rara semenjak pertemuan pertamanya namun kini dia harus merelakan orang yang dia suka menjadi milik adik nya.


"Kamu sungguh menggemaskan sekali Ra, pantesan Leo tergila-gila padamu," kata Ray dengan menatap Rara


"Apaan sih kamu, kamu pikir aku anak kecil yang menggemaskan," oceh Rara kesal dengan kata-kata Ray


Lagi-lagi Ray tersenyum mendengar kata-kata Rara


"Aku pikir dulu kita berjodoh karena nama kita sama sama diawali dengan huruf R, nggak taunya kamu malah berjodoh dengan Leo," ucap Ray


"Kamu bisa saja Ray, nama ada jodoh itu berdasar inisial," sahut Rara dengan terkekeh.


"Oh ya kamu ngapain ke apartemen mas Leo malam-malam," tanya Rara


"Aku mencari Leo, mama sangat khawatir karena dia beberapa hari ini nggak pulang," jawab Ray


Tiba-tiba Leo datang dan langsung duduk di samping Rara dan merangkul perut Rara dengan posesif.


"Mas Leo kok kembali lagi?" tanya Rara heran


"Kenapa nggak telpon saja Leo, daripada kamu bolak balik," kata Ray


"Takut kalau kak Ray macem-macem dengan Rara," sahut Leo


Ray hanya menggeleng-gelengkan kepalanya heran atas sikap Leo yang masih saja takut padanya.


"Aku masih punya perasaan Le, nggak mungkin aku macem-macem dengan calon adik ipar ku," timpal Ray


"Siapa tau, kan lebih baik sedia payung sebelum hujan," sahut Leo


"Terserah kamu saja, ya sudah ayo pulang biar Rara istirahat atau kamu menginap sini lagi," kata Ray lalu dia beranjak dari tempat duduknya


Leo ikut pulang dengan Ray karena tadi sudah bilang ke mamanya kalau akan tidur di rumah.


Setelah kepergian Ray dan Leo, Rara kembali ke tempat tidurnya dan tak butuh lama Rara sudah terlelap.


Di sisi lain Vera dan Ilham membahas Rara dan Leo


"Rara enak ya mas, dapat pak Leo" kata Vera membuka percakapan dengan Ilham

__ADS_1


"Kok bisa," sahut Ilham


"Bisa dong mas, pak Leo tampan, kaya, CEO, perjaka pula," timpal Vera yang membaut Ilham semakin kesal


"Rara masih istriku jadi jangan bicara yang macam-macam," omel Ilham


"Bentar lagi kan mantan," sahut Vera


Ilham semakin kesal dengan Vera, dia menyuruh Vera untuk segera tidur daripada mengoceh yang bukan-bukan.


Ilham keluar dari kamarnya dengan Vera dan pergi ke kamarnya dengan Rara, dia teringat kembali kenangan bersama Rara di kamar itu.


Karena malam semakin larut Ilham kembali ke kamarnya dan tidur.


**********


Hari berlalu dengan sangat cepat, kini sidang di laksanakan kembali, lagi-lagi Ilham enggan datang dan itu membuat hakim menerima gugatan Rara.


Keputusan sudah dibuat hakim yang memutuskan Rara dan Ilham resmi bercerai.


Rara yang ditemani orang tuanya pun meneteskan air mata. Ibu memeluknya dengan hangat mencoba memberi kekuatan pada anaknya yang baru saja menyandang gelar janda.


"Sabar nduk, rencana Gusti Allah lebih baik untuk kamu, ibu yakin itu." Ibu melepas pelukannya


"Enggih Bu," sahut Rara


Ayah Rara yang sudah tau ceritanya dari ibu pun bersyukur karena Rara memilih untuk bercerai dari Ilham daripada bertahan dengan lelaki seperti Ilham.


"Ini adalah air mata terakhirku untuk kamu mas, Selamat tinggal masa lalu, selamat datang masa depan," batin Rara lalu menghapus air matanya.


Jauh di sana, Leo dan Bayu melihat Rara. Dia sungguh senang karena kini Rara miliknya sepenuhnya.


"Aku sangat bahagia Bay," kata Leo lalu memeluk Bayu


Karena pelukan yang mendadak membuat Bayu kaget, pasalnya ini pelukan pertamanya dari Leo. Selama bekerja dengan Leo baru kali ini dia terlihat sangat bahagia.


"Saya turut bahagia pak," sahut Bayu dengan menepuk punggung Leo


Setelah itu mereka pun kembali ke kantor. Leo sungguh bahagia hingga di dalam mobil dia tidak henti-hentinya tersenyum.


Saat masuk kantor pun dia terlihat sangat bahagia, bahkan dia menyapa semua karyawannya di kantor dia juga menyuruh Bayu supaya membooking satu restoran untuk para pegawai, makan siang ini dia ingin mentraktir semua pegawainya.


"Karena hari ini adalah hari yang sangat menggembirakan untuk pak Leo, untuk itu beliau berencana mentraktir kita semua ke restoran Platinum Grill," kata Bayu memberi pengumuman.

__ADS_1


Tentu para pegawainya sangat senang karena tidak semua orang bisa makan di Platinum Grill karena harga makanan yang sangat mahal.


__ADS_2