Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Saling meminta maaf


__ADS_3

Rara dan Leo sama-sama kesal, mereka berdua sama-sama gusar dengan asumsi-asumsi jelek mereka.


Leo yang sibuk memikirkan Rara sampai tidak fokus dengan meeting nya,


"Bagaimana pak Leo apa bisa diterima?" tanya Bayu


Leo hanya terdiam, pikirannya sedang tertuju pada istrinya


"Pak Leo," panggil Bayu lagi


Semua mata peserta meeting tertuju pada Leo,


pandangan Leo kosong dengan tangan yang memutar-putar bolpoin yang dibawanya.


Ketika Bayu memanggil untuk yang kedua kalinya, Leo baru sadar dari lamunannya.


"Iya sayang," kata Leo


Bayu, petinggi perusahaan dan beberapa klien pun saling pandang mereka menahan tawa karena bos mereka malah menyebut Bayu dengan sebutan sayang.


"Anda baik-baik saja kan pak?" tanya Bayu


"Baik Bay, maaf saya ada sedikit masalah. Saya keluar dulu." Leo pun beranjak


"Bay, aku serahkan padamu," imbuh Leo lalu keluar dari ruangan meeting


Leo masuk ke dalam ruangannya, dia menyambar kunci mobil lalu pergi ke cafe Rara.

__ADS_1


Setelah sampai Leo langsung saja ke ruangan Rara.


Mereka berdua saling pandang, nampak keduanya sedikit canggung.


Leo berjalan mendekat ketempat dimana Rara duduk


"Sayang," panggil Leo


"Iya mas," sahut Rara


"Aku kesal padamu, tadi pagi aku menghubungimu namun kamu selalu dalam panggilan lain," kata Leo tanpa menatap Rara


"Aku juga kesal padamu mas, tadi pagi aku juga menghubungimu namun kamu selalu dalam panggilan lain juga," sahut Rara


Leo dan Rara pun saling pandang sekarang, mereka sama-sama melebarkan mata mereka masing-masing


"Apa mungkin??" kata mereka berdua secara barengan dan terpotong


"Maafkan aku sayang," kata Leo dengan mengecup kening Rara


"Maafkan aku juga ya mas, terkait obrolan kita tadi pagi kita lupakan ya," sahut Rara


"Janji ya, jangan ungkit soal anak. Ilham ya Ilham aku ya aku jangan disamakan. Kita harus sabar menunggu Tuhan menitipkan anak pada kita." Timpal Leo yang membuat Rara semakin menenggelamkan wajahnya dalam pelukan Leo.


Puas berpelukan dan saling minta maaf Rara dan Leo makan siang di cafe Rara.


"Mas kita pulang yuk ke Sidoarjo," pinta Rara sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya

__ADS_1


"Bagaimana kalau Minggu depan sayang, pekerjaan di kantor lumayan banyak dan mungkin nanti malam aku pulang telat," jelas Leo


"Ok mas," sahut Rara


Mereka makan dengan saling suap sehingga membuat para karyawan dan pengunjung kafe lain iri dengan keromantisan mereka berdua.


"Oh ya sayang, Ilham sudah tidak bekerja di kantor lagi," kata Leo yang membuat Rara kaget


"Kok bisa?" tanya Rara


"Aku memecatnya, pekerjaannya semua nggak ada yang benar, awalnya aku sudah memberi dia SP namun masih saja sehingga aku harus memecatnya," jawab Leo


"Kenapa ya dia sampai begitu," kata Rara heran


"Dia dan Vera bercerai, kelihatannya Ilham mengusir Vera dari rumahnya," sahut Leo


"Astagfirullah, kenapa jadi begini. Kasian mereka." Rara pun iba


"Nggak usah kasihan pada mereka, Vera telah mengkhianati Ilham dengan tidur dengan seseorang lagipula ini karma mereka sayang karena telah menyakitimu," timpal Leo


Karma telah melakukan tugasnya dalam diam, yang melukai pasti akan terlukai pada waktunya. Hanya cukup sabar dan tidak menyimpan dendam.


Karena hari semakin condong ke barat, Mereka segera menyelesaikan makan mereka lalu kembali ke aktivitas masing-masing.


"Aku pamit dulu ya sayang, nanti setelah selesai langsung pulang ya, nggak usah mampir kemana-mana," kata Leo


"Siap mas." Sahut Rara

__ADS_1


Leo pun mengecup kening Rara namun tak hanya kening dia juga me*lu*ma*t bibir Rara.


Mereka saling berpaut sejenak sebelum Leo kembali ke kantornya.


__ADS_2