
Rara yang bangun terlebih dahulu menggapai jam tangan yang dia letakkan di atas nakas dan betapa kagetnya dia saat matanya melihat deretan angka dalam genggamannya.
"Astagfirullah, udah jam sepuluh kok bisa kesiangan seperti ini ya," gumam Rara lalu bergegas ke kamar mandi
Rara merasakan tubuhnya pegal semua bahkan area sensitifnya pun perih saat tersiram air.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Rara segera keluar lalu membuka tirai kamar hotelnya
Leo yang masih setia dengan tempat tidurnya mengerjabkan matanya ketika sinar matahari menerobos masuk melalui pupil nya dan menghambur ke retinanya.
"Huaaaaah," erang Leo
sambil meregangkan ototnya Leo duduk kemudian bola matanya memutar menatap sang istri yang asik menikmati pemandangan kolam serta taman.
"Apa yang kamu lihat sayang?" tanya Leo
"Kolam mas," jawab Rara
"Mau berenang?" tanya Leo lagi
Rara hanya menggelengkan kepala, Leo yang gemas turun dari tempat tidur lalu berjalan menghampiri istrinya, dia mengusap rambut Rara yang basah.
"Buruan mandi mas, habis itu kita sarapan, aku sudah lapar karena energiku terkuras semalam," kata Rara
"Ok nyonya Leo," sahut Leo dengan tertawa
Leo segera bergegas ke kamar mandi, dan setelahnya mereka pergi keluar untuk sarapan.
__ADS_1
"Kelihatannya semua udah pada check out ya mas," tanya Rara dengan tangan yang menggenggam erat tangan Leo
"Iya sayang," jawab Leo
*******
Inilah hari yang ditunggu-tunggu oleh Rara dan Leo karena hari ini mereka akan pergi ke Eropa. Rencananya mereka akan keliling benua biru tersebut.
"Semua sudah dibawa kan Leo?" tanya mama
"Sudah," jawab Leo
Setelah berpamitan pada kakak ipar dan ibu mertuanya Leo menyuruh Rara untuk masuk mobil terlebih dahulu.
"Kak Ray aku nitip perusahaan sebentar ya, Bayu sangat kerepotan jika mengurusi perusahaan sendiri," pinta Leo
"Sudahlah kak di rumah dulu nemenin mama," bujuk Leo
"Iya-iya sana masuk, kasihan Rara sudah menunggumu." Ray sedikit mendorong tubuh Leo
Leo masuk ke dalam mobil lalu berangkat sedangkan Ray bersiap untuk ke perusahaan Leo guna menggantikan posisinya selama Leo berbulan madu
Di sisi lain Vera mendapatkan panggilan dari Ilham untuk mengantar berkas yang tertinggal di ruang kerjanya.
Sebenarnya Vera sangat malas untuk datang ke kantor apalagi cuma hanya mengantar berkas namun Ilham memohon padanya bahkan dia akan membelikan hadiah untuk Vera.
Vera mengenakan baju bagusnya, kali ini dia memakai pakaian tanpa bahu warna merah.
__ADS_1
Dua puluh menit berlalu , kini Vera melangkahkan kaki masuk dalam kantor tempat dimana suaminya bekerja.
"Mas aku udah nyampe," kata Vera dalam sambungan telepon
"Iya bawa ke ruangan ku," sahut Ilham di seberang panggilan telpon
Vera mematikan sambungan panggilannya lalu menuju lift untuk naik ke ruangan Ilham. Saat masuk dalam lift Vera bertemu Ray yang juga hendak ke lantai atas.
"Halo nona," sapa Ray
Vera yang masih kesal dengan Ray tidak menanggapi ocehan lelaki di sampingnya.
Tiba-tiba terjadi sesuatu, lift berhenti di tengah jalan sehingga membuat Vera ketakutan hingga tanpa aba-aba dia memeluk Ray.
"Kelihatannya kamu sangat suka sekali dengan tubuhku," kata Ray dengan tersenyum licik
"Aku hanya terkejut saja tiba-tiba gelap dan lift berhenti," sahut Vera beralasan
"Kurasa itu alasanmu saja," timpal Ray
"Menurutmu aku berbohong," kata Vera
Entah bisikan dari mana hingga dengan berani dan tanpa aba-aba dia mencium Ray saat Ray jongkok mencoba mengecek kondisi lift yang sedikit gelap karena lampunya mati.
Dengan kasar Ray mencoba menyingkirkan bibir Vera dari bibirnya, namun Vera malah menggigit bibirnya sehingga membuat Ray kesal lalu mendorong Vera hingga jatuh ke lantai lift.
"Dasar wanita gila," umpat Ray
__ADS_1