Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Nama untuk anak kita


__ADS_3

Leo menggencarkan serangan senjanya pada Rara, serangan yang mampu meremuk redamkan tulang-tulang Rara. Karena tidak ingin menyakiti calon buah hatinya Leo hanya bermain satu ronde yang penting hasratnya sudah tersalurkan.


"Halo adik bayi, bagaimana di dalam sana, papa nggak sabar nih nunggu adik keluar." Leo menyapa calon bayinya yang di dalam


Auuu, Rara memekik kesakitan. Leo pun panik


"Ada apa sayang?" tanya Leo


"Dia menendang mas, dan tendangannya kuat sekali," jawab Rara


Leo pun mengelus perut Rara yang sudah membesar.


Mata Leo membulat karena dia juga merasakan tendangan dari kedua calon bayinya.


"Kelihatannya Meraka cowok deh sayang," kata Leo


"Kamu kok tahu," sahut Rara


"Habisnya mereka menendang kuat sekali sampai membuatmu kesakitan," timpal Leo


"Seharusnya kemarin biarkan saja dokter memberitahu kelamin anak kita sayang jadi bisa menyiapkan nama untuk mereka," imbuh Leo


Rara dan Leo berfikir keras nama yang cocok untuk anak-anak mereka.


Leo nampak tersenyum karena dia telah menemukan nama yang cocok untuk anaknya.


"Jika mereka wanita bagaimana kalo kita namai Leora dan Liora." Leo memberikan ide


Rara nampak tersenyum dia sangat setuju dengan nama tersebut perpaduan nama Leo dan dirinya


"Bagus sekali mas, tapi kalau cowok siapa?" tanya Rara yang membuat Leo berfikir lagi


"Siapa ya kalo cowok." Leo nampak berfikir


"Wes Ojo dipikir nemen-nemen pikir keri wae," sahut Rara sambil terkekeh


(Sudah jangan terlalu dipikir, pikir nanti saja)


Leo dan Rara memutuskan untuk mandi bersama dan melaksanakan kewajiban mereka.


******


Mama dan Ray menunggu Leo dan Rara di meja makan,


"Mana adikmu kok nggak turun-turun?" tanya mama


"Entahlah ma, mungkin mereka membuat jalan bayi dulu," jawab Ray asal


"Kamu tu Ray ada-ada saja," sahut mama


"Oh ya, kapan kamu mau menyusul adikmu Ray?" tanya mama


"Entahlah ma, Ray belum berfikir kesitu. Lagipula Ray belum menemukan wanita yang cocok," jawab Ray sambil memainkan ponselnya


"Kamu jangan terlalu pemilih Ray, pilih-pilih nanti dapat bongkeng," kata mama dengan tertawa


"Mama kok mendoakan Ray seperti itu," ucap Ray kesal

__ADS_1


"Bukan mendoakan namun memperingatkan, jangan sampai kamu pilih-pilih pasangan. Mangkanya jangan main perempuan biar nggak kualat," sahut mama


Ray yang kesal lalu mengambil makanan tanpa menunggu adik dan adik iparnya.


Terdengar sahutan dari Leo


"Betul kak Ray apa yang di bilang mama,"


Ray hanya menanggapi kata-kata adiknya dengan melempar tatapan mautnya sehingga membuat Leo terkekeh.


Mereka makan dengan hening tanpa obrolan hanya suara denting sendok dan garpu yang meramaikan ruang makan.


Seusai makan Leo, Ray dan Rara mengobrol di ruang depan, mereka mengobrol tentang kerja sama Ray dan Edward namun lama-lama obrolan mereka melebar ke Vera.


"Aku kasihan sama Vera, dia hanya pencetak anak untuk Edward dan Renata," Ray membuka obrolan tentang Vera


"Kak Ray care sekali dengan Vera," sahut Leo


"Jangan-jangan kak Ray diam-diam suka Vera ya," timpal Rara


"Ih mana mungkin aku menyukai Vera," kata Ray kesal


"Kalau kak Ray kasian mending setelah Vera melahirkan dan dibuang oleh Edward kak Ray memungutnya, kan pahala tu kak menikahi janda," ucap Leo


Rara yang merasa tersinggung dengan perkataan Leo pun menimpali


"Benar kamu juga dapat pahala dengan menikahi aku,"


Leo dan Ray terkekeh mendengar ocehan Rara,


"Bukan begitu sayang," elak Leo


"Ya sudah kalian lanjut mesra-mesraannya aku masuk ke dalam dulu aku mau siap-siap," kata Ray lalu beranjak


"Mau kemana kak," tanya Leo


"Kencan," jawab Ray singkat


"Bilang saja mau ke ruang Edward untuk bertemu Vera," sahu Leo


Karena gemas dengan adiknya Ray menghimpit kepala Ray dengan tangannya,


"Mentang-mentang udah beristri ngeledek yang jomblo," ucap Ray


"Ampun kak, mamaaaaaaa," teriak Leo


Rara dibuat tertawa terpingkal-pingkal melihat Leo Ray bertengkar, sungguh pemandangan langka.


"Lihatlah sayang, papa dan uncle kamu bertengkar," kata Rara sambil mengelus perutnya


Puas menganiaya adiknya Ray ke kamarnya untuk bersiap sedangkan Leo menggerutu karena habis di aniaya Ray


"Dasar kakak durhaka tak sumpah i segera dapat istri Sholeha, cantik dan pintar segala-galanya," gerutu Leo


Lagi-lagi Rara dibuat ngeklek, "Itu sumpah apa mendoakan mas, baru tahu orang menyumpahi dengan kata-kata indah," sahut Rara


"Hehehe mana tega aku menyumpahi kakakku dengan kata-kata jelek sayang, begini-begini aku tu sayang Kakak," timpal Leo

__ADS_1


Ray sudah siap dengan outfitnya, dia menghubungi Edward untuk mengambil berkas yang harus Ray pelajari,


"Kamu datang ke rumah sakit saja Ray, Vera sakit." pesan singkat Edward


Ray mengerutkan alisnya namun mau nggak mau dia harus ke rumah sakit.


Setelah mengantongi informasi dari Edward Ray segera melajukan mobilnya ke rumah sakit.


Mobil kini sudah terparkir rapi di parkiran, Ray melangkahkan kaki mencari ruangan dimana Vera dirawat.


"Itu dia kamarnya," gumam Ray lalu masuk saja


Di dalam ada Renata dan Edward dan yang menunggui Vera,


"Halo Edward, Renata," sapa Ray


"Halo Ray," sahut mereka berdua


Edward mengambil berkas dan menyerahkannya pada Ray


"Ini Ray kamu pelajari dulu," kata Edward


"Baiklah," sahut Ray


Renata yang tidak membawa baju ganti pun ingin pulang sebentar untuk mengambil baju,


"Mas aku pulang dulu ya," kata Renata


"Ya sudah aku antar," sahut Edward


"Jangan siapa yang menjaga Vera kalau kamu mengantar aku pulang, kasian Vera jika bangun nanti tidak ada orang," timpal Renata


Edward menatap Ray, lalu dia pun tersenyum. Ray yang curiga pun berceloteh


"Senyummu mencurigakan Edward, jangan bilang kalau kamu menyuruhku tinggal disini sampai kamu kembali." Ray mempunyai pikiran yang tidak enak


"Kamu berbakat sekali menebak pikiran orang Ray, kenapa tidak buka praktek dukun," goda Edward


"Brengsek," umpat Ray


Edward terkekeh "Ayolah Ray bantu temanmu ini, hanya sebentar saja dan akan segera kembali." Edward memohon pada Ray


Dengan menghela nafas dalam-dalam dia menyanggupi permintaan Edward untuk menjaga Vera yang sedang tidur


"Baiklah namun jangan lama-lama, jika kalian berlama-lama di rumah akan ku tinggal Vera sendirian," ancam Ray


"Iya-iya bro, kami segera kembali," kata Edward dengan tersenyum


Renata pun ikut menimpali


"Terima kasih Ray kamu mau menemani Vera,"


"Iya sama-sama,"


Selepas Renata dan Edward pergi Ray duduk di sofa sambil mempelajari berkas Edward. Saat asik membaca terdengar Vera memanggil Edward


"Mas mas," panggilnya

__ADS_1


Ray pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Vera


__ADS_2