
Air mata bahagia menetes dari kedua bola mata Rara, dia mengecup punggung tangan Leo begitu pula dengan Leo yang mengecup kening Rara tak lupa dia memakaikan cincin kawin ke jari manis Rara.
"Semoga kita berjodoh sampai maut memisahkan ya sayang," kata Leo
"Amin, semoga mas. Aku berharap ini pernikahan terakhirku," sahut Rara
Mama memeluk Rara dan Leo begitu pula dengan Ray
"Semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah ya sayang," kata mama
"Amin, makasih ma," sahut Leo dan Rara
Leo terus saja merangkul Rara, sungguh dia tidak ingin jauh dari Rara istrinya.
Ayah dan Ibu Rara juga memeluk Putrinya,
"Semoga ini yang terakhir ya nduk, semoga sakinah, mawadah dan warohmah amin," doa ibu untuk anaknya
"Amin," sahut Leo dan Rara barengan
"Ayah harap kamu nggak mengecewakan ayah Leo," kata ayah
"Insha Allah om," sahut Leo
"Ayah mas," ucap Rara dengan menyenggol suaminya
"Iya yah maksudnya," timpal Leo dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Ada jeda waktu sedikit sebelum acara resepsi, resepsi ini yang hadir hanya keluarga saja untuk teman dan kolega Leo maupun Rara, nanti di hotel.
"Leo Rara, kalian ganti baju dulu ya." Mama menyuruh Leo dan Rara untuk mengganti pakaiannya.
"Siap ma," sahut Leo senang
Leo langsung menggandeng tangan Rara
"Eh jangan di unboxing dulu, waktunya mepet," teriak Ray
Leo tak menggubris kata-kata kakaknya, dia bersemangat sekali membawa Rara ke kamar.
Setelah di kamar Leo melepas jasnya, Rara yang melihatnya jadi panas dingin.
"Mas kamu mau apa?" tanya Rara
"Mau ganti baju lah sayang," jawab Leo
"unboxing nya nanti kan?" tanya Rara lagi dengan ketar ketir
__ADS_1
"Memangnya sekarang boleh? kita sempatkan sebentar, masih ada waktu setengah jam," jawab Leo dengan tersenyum licik
Rara mencoba menghindar, dia bingung cari alasan apa karena bahaya jika Leo ketagihan dan minta nambah.
"Nggak enak mas, cuma tiga puluh menit. Setelah kamu tau rasanya kamu pasti ketagihan dan memerlukan waktu lebih banyak lagi," bujuk Rara
"Ya sudah, nanti malam saja," sahut Leo
Karena sangat lama di kamar mama menyuruh Ray untuk menyusul
"Ogah ma, pasti mereka menyempatkan sebentar." Ray nggak mau karena takut mengganggu
"Haduh anak itu ngebet banget sih, nunggu sampai nanti malam apa sudah nggak betah," omel mama lalu keatas menyusul Leo dan Rara
Dengan keras, mama menggedor pintu.
Leo dan Rara kaget karena terdengar suara gedoran yang keras dari luar.
"Leo," panggil mama
"Iya ma," sahut Leo
"Mama tunggu di bawah, jangan macam-macam dulu," kata mama lalu beliau turun
"Mama mama, seperti nggak pernah muda saja," gerutu Leo
Rara dan Leo segera bergegas turun dengan pakaian ganti mereka. Nampak Rara yang sangat cantik dengan gaun warna putih begitu pula dengan Leo yang memakai pakaian dengan warna yang senada dengan Rara.
Ayah membawa Rara dan Leo ke pelaminan depan rumah, setelah melakukan beberapa ritual adat Jawa kini mereka duduk di pelaminan mereka.
Banyak dari keluarga mereka yang meminta foto dengan pengantin. Leo dan Rara mendapat banyak ucapan selamat dari pihak keluarga.
Dua jam berlalu kini acaranya selesai, Rara dan Leo istirahat di kamarnya, untuk lanjut resepsi berikutnya yang diadakan di hotel bintang lima JW Marriot.
"Rara melepas bajunya, karena masih belum terbiasa dia menyuruh Leo untuk menghadap dinding
"Mas, kamu hadap dinding dong mas, aku mau lepas gaunnya." Kata Rara meminta Leo menatap dinding.
"Apaan sih sayang, aku kan suamimu sekarang, masa iya malu," protes Leo
"Masih malu mas," sahut Rara
Leo mendekat lalu dia membuka resleting gaun Rara dan seketika gaun turun dari tubuh Rara. Kini Rara hanya berbalut pakaian dalamnya saja.
Leo yang melihatnya menelan salivanya, barang bawahnya dengan cepat bereaksi.
Lalu Rara berlari ke kamar mandi untuk mengambil handuk kimono nya.
__ADS_1
"Kok ditutup sih sayang?" protes Leo lagi
Bukan Leo namanya jika mudah menyerah, dia mendekati Rara lagi lalu melepas ikatan handuknya sehingga nampak tubuh Rara walaupun tertutup dalaman
Leo mencium bibir Rara dengan lembut dengan tangan yang kemana-mana hingga Rara mendesah
"Sangat basah sayang," ucap Leo saat tangannya mengobrak abrik hutan Rara,
Rara hanya mengangguk dengan menahan hasrat yang menggebu
"Kamu menginginkannya?" tanya Leo
Lagi-lagi Rara hanya mengangguk, tanpa aba-aba Leo menggendong Rara dan meletakkannya di tempat tidur, lalu Leo membuang handuk Rara di sembarang tempat
Segera dia melepas baju dan celananya, nampak benda yang menyembur keluar walaupun masih terbungkus dalaman bawah Leo.
Leo yang sudah tidak sabar menindih tubuh Rara, dia pun melepas dalaman atas Rara, hingga terlihat dua benda kenyal yang padat.
Mula-mula Leo mencium bibir Rara dengan lembut dengan tangan yang memainkan benda kenyal Rara.
"Nikmatilah sayang," bisik Leo
Setelah melepas pautan bibirnya, Leo bermain di leher Rara. Bibir nakal Leo membuat lukisan indah di leher istrinya, Rara menikmati bibir nakal Leo dengan mata terpejam dan tangan yang mencengkeram sprei.
Aksinya lanjut di dua benda kenyal Rara yang padat, Leo langsung menikmatinya bahkan dia menghisap dan menggigit kecil seperti anak yang lagi menyusu pada ibunya.
Saat hendak kebawah lagi, tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar, Leo mengusap rambutnya kasar dia sangat frustasi
"Kenapa kalian tidak mengerti aku," katanya lalu memakai handuk kimono yang tadi dibuangnya.
Leo berjalan menuju pintu sedangkan Rara bergegas ke kamar mandi.
"Ada apa sih kak?" tanya Leo setelah dia membuka pintu.
Ray disuruh mama untuk memanggil Leo karena mereka harus ke hotel sekarang juga.
Ray menatap Leo dari atas ke bawah, nampak benda Leo yang berdiri tegak dalam balutan handuk kimono nya.
Saat melihat ada yang berdiri Ray jadi tertawa, dia bisa menebak kalau adiknya akan unboxing istrinya.
"Sabar Le, saran ku mending kamu unboxingnya setelah acara selesai, kalau belum selesai ya gini pasti akan ada saja yang mengganggu," kata Ray dengan menepuk bahu Leo
"Yang mengganggu tu kamu saja kak," sahut Leo kesal
"Sudah sana, kami menunggumu di bawah. Ingat jangan dilanjut atau kamu akan semakin frustasi karena hasrat tak tersalurkan," timpal Ray dengan terkekeh
Lalu Ray membalikan badannya hendak pergi namun tiba-tiba dia membalikan badan dan berteriak
__ADS_1
"Ra, jangan mau kalau di unboxing sekarang, mending nanti malam saja," teriak Leo
Leo yang kesal membogem bohongan bahu Ray yang membuat Ray semakin terkekeh.