Aku Bukan Wanita Lemah

Aku Bukan Wanita Lemah
Jangan tawan aku dengan sikapmu


__ADS_3

Pagi ini Renata yang mengantar susu untuk Vera karena Vera masih tidur, Renata meletakkan susu di atas nakas.


Renata membuka korden kamar Vera, sinar matahari masuk menembus kaca sehingga cahaya nya mengusik Vera tang masih tidur.


Sayup-sayup Vera membuka matanya, kebiasaan Vera setiap pagi setelah melakukan kewajibannya dia kembali tidur karena dia selalu merasa pusing dan mual.


"Hey bumil, wake up. Minum susu dan bersihkanlah badanmu, aku dan mas Edward menunggu di bawah." Renata duduk di tepi ranjang sisi Vera dan menyodorkan susu


Vera pun bangun dan bersandar di kepala ranjang tempat tidurnya.


Kali ini dia tidak menghabiskan susunya, berbeda kalau Edward yang memberikannya.


Nampak kecewa di wajah Renata namun dia segera mengusirnya.


"Kok nggak dihabiskan sih Vera?" protes Renata


"Aku sudah kenyang, taruh sini saja nanti aku akan meminumnya kembali setelah mandi," kata Vera


Renata pun tersenyum lalu dia pamit untuk keluar namun beberapa langkah Vera memanggilnya sehingga Renata membalikan tubuhnya dan mendekat kembali


"Ada apa Vera?" tanya Renata

__ADS_1


"Kenapa kalian baik sekali padaku?" tanya Vera dengan netra yang menatap Renata


Dengan menghela nafas Renata duduk dan menaruh nampan yang dia bawa di kasur.


"Karena kamu adalah saudaraku Vera, apalagi kamu sekarang mengandung anak mas Edward," jawab Renata


Sebenarnya ada rasa kasian pada Vera, Karana memang kebaikan Renata maupun Edward karena tujuan tertentu tapi mau bagaimana lagi ini semua sesuai komitmen di awal.


Renata juga tidak mau berbagi suami dengan Vera, meskipun dia mendesak Edward untuk perhatian namun semata bukan karena Vera melainkan karena anak yang dikandungnya.


"Maafkan aku Vera," batin Renata dengan tersenyum yang dipaksakan.


Vera pun tersenyum sambil bilang terima kasih pada Renata. Karena tidak ada lagi yang diobrolkan Renata pamit untuk kembali ke dapur.


Tak perlu waktu lama bagi Vera untuk membersihkan dirinya, seusai bersolek Vera keluar dan ikut bergabung dengan Renata maupun Edward.


"Kamu mau makan apa?" tanya Edward


"Roti saja mas," jawab Vera


Saat hendak mengambil roti, Edward mengambilkan lebih dulu roti untuk Vera, dia juga mengolesi roti tersebut dengan selai.

__ADS_1


Vera mematung menatap Edward, perlakuan Edward benar-benar menawannya.


"Please jangan perlakukan aku seperti ini mas," batin Vera


Renata tersenyum melihat perlakuan suaminya pada Vera, sakit pasti sakit, terluka sudah pasti iya namun ini semua juga keinginannya karena dia ingin anak dalam kandungan Vera tumbuh sempurna dan sehat di dalam sana.


Edward meletakkan roti di atas piring namun pikiran Vera entah kemana,


Renata menepuk bahu Vera sehingga membuyarkan lamunannya.


"Kamu kok melamun, makan gih tu mas Edward yang mengambilkan khusus untukmu," kata Renata


Vera hanya tersenyum lalu bilang terima kasih pada Edward maupun Renata.


Waktu menunjukkan pukul delapan, untuk itu sudah waktunya bagi Edward pergi ke kantor.


Renata mengajak Vera untuk ke depan mengantar Edward, terlihat Edward sangat menyayangi Renata dia mengecup kening Renata tak lupa Renata juga mencium punggung tangan Edward.


Vera yang melihatnya hanya bisa memaksakan senyumannya, walau hanya sekedar mencium punggung Edward pun dia tidak berani.


Tanpa di duga Edward malah mengelus perut Vera sambil bilang, "Papa pergi ke kantor ya sayang, baik-baik di rumah bersama mama,"

__ADS_1


Lagi-lagi perlakuan Edward menawan Vera, hingga tak terasa bulir-bulir air matanya jatuh.


__ADS_2